Mohon tunggu...
Negara KITA
Negara KITA Mohon Tunggu... Keterangan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Bio

Selanjutnya

Tutup

Politik

Sabung Cawapres di Pasar Tradisional

11 Desember 2018   20:25 Diperbarui: 11 Desember 2018   20:28 155 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sabung Cawapres di Pasar Tradisional
Jokowi bersama pedagang pasar (Biro Pers Setpres/Laily Rachev)

 Bulan November lalu, Cawapres dari Paslon nomor 2 Sandiaga Uno menyatakan bahwa harga bahan pokok di pasar sangatlah mahal. Dia pun sebelumnya sempat juga menyatakan pernyataan yang kontroversial seperti nasi ayam di Jakarta lebih mahal ketimbang Singapura, tempe setipis kartu ATM, hingga belanja Rp 100 ribu hanya bisa untuk membeli bawang dan cabai. Sandiaga Uno bahkan mengakui sangat memahami pergerakan harga bahan pokok di pasaran. Hal itu dikarenakan karena ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) sejak tahun 2016. Selama tiga tahun menjadi Ketua APPSI, ia juga mengklaim bahwa telah mengunjungi 270 pasar.

Pernyataan Sandiaga Uno dibantah oleh Presiden RI Joko Widodo. Menurutnya, harga bahan pokok yang dijual di pasar masih stabil dan masih berada pada tahap wajar. Presiden Jokowi menambahkan bahwa yang dilakukan Sandiaga Uno hanya memperburuk kondisi pedagang pasar. Apabila ditakut-takuti seperti itu, bisa saja orang tidak mau lagi berbelanja ke pasar tradisional, dan lebih memilih berbelanja di supermarket.

Pernyataan tidak stabilnya harga barang dagangan di pasar lewat pengamatannya sebagai Ketua APPSI ditantang oleh Ruhut Sitompul. Ruhut Sitompul mengunjungi pasar tradisional dan mengecek harga barang dagangan di pasar. Selain itu, ia bertanya juga kepada para pedagang pasar di sana apakah mengetahui siapa Ketua APPSI. Ternyata yang terjadi tidak sesuai dengan ucapan Sandiaga Uno. Pedagang mengaku bahwa bahan pokok di pasaran masih stabil. Mereka juga mengatakan bahwa apa yang diucapkan oleh Sandiaga adalah berita bohong. Terlebih lagi, mereka tidak mengetahui siapa Ketua APPSI bahkan pedagang yang telah lama berdagang pun tidak mengetahui siapa Ketuanya.

Sehingga, Ruhut Sitompul berkelakar, dari 10 pedagang yang ia tanya apakah mengetahui siapa Ketua APPSI, 11 orang menjawab tidak tahu.

Sebagai pihak oposisi yang mengatakan bahwa mahalnya harga pangan di pasar, tentu saja pernyataan Cawapres Sandiaga dapat menakuti rakyat akan ketahanan pangan serta kondisi perekonomian kita. Hal yang seperti ini menjukkan Cawapres Sandiaga Uno tidak merakyat.

Sumber

Kompas.tv 

Kompas.com

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x