Keamanan

Bumi Cendrawasih Dibayang-bayangi Teroris

6 Desember 2018   15:59 Diperbarui: 6 Desember 2018   16:23 149 0 0
Bumi Cendrawasih Dibayang-bayangi Teroris
#PrayForPapua ( Alvin Wahyu / Tribunnews.com )

Sabtu, 1 Desember 2018 adalah hari yang mencekam bagi Jimmi Aritonang. Sekitar pukul 15.00 WIT, tempatnya bekerja di PT Istaka Karya diserbu oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ia dan rekan-rekannya sesama karyawan yang berjumlah 25 orang digiring pergi ke kali Karunggame dengan kondisi tangan terikat.

Keesokan harinya (2/12/2018), 25 orang pekerja tersebut digiring menuju puncak Kabo. Tak lama berselang, para KKB menari-nari dan menembaki secara brutal para pekerja. Setelah puas, kelompok bersenjata tersebut melanjutkan perjalanan ke puncak Kabo. 

Sebagian pekerja mati di tempat, dan sebagian lainnya berpura-pura mati. Sebelas orang yang pura-pura mati mencoba melarikan diri. Tapi naas, pelarian mereka diketahui KKB, lima pekerja ditangkap dan dibunuh, enam orang lari ke arah Mbua, dua diantaranya belum ditemukan, empat korban selamat, salah satunya Jimmi Aritonang.

Jimmi bersama rekan kerja yang selamat diamankan di Pos TNI 755/Yalet. Tapi penyerangan tetap berlanjut keesokan harinya. KKB menyerbu Pos TNI tersebut dan merenggut korban satu orang anggota TNI. Kontak senjata terus berlanjut selama 16 jam dari pukul 05.00 WIT - 21.00 WIT.

Situasi mencekam itu bukanlah skenario film. Itu adalah kenyataan yang terjadi di Papua baru-baru ini. Papua kembali bergejolak.

Pemerintah Indonesia, melalui Presiden Joko Widodo memberi respon keras dengan telah menginstruksikan TNI dan Polri untuk mengejar mereka. Pak Jokowi menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua maupun seluruh pelosok tanah air.

Ketika saya membaca berita tersebut, saya berpikir bahwa perbuatan keji ini sudah bukan lagi tindakan kriminal biasa. Perbuatan yang dilakukan KKB di Papua telah menjadi sebuah perbuatan terorisme. KKB telah mengintimidasi dan membunuh warga sipil Indonesia yang bekerja demi perkembangan Papua hanya untuk tujuan politis mereka. Para teroris ini harus dibasmi sampai ke akarnya agar tidak menjadi tumor ganas bagi Indonesia.

We don't negotiate with terrorists.
Pray for Papua.

Sumber: Kompas, Tribunnews