Nasrulloh Mu Bakso Lahar
Nasrulloh Mu Bakso Lahar wirausaha

Kontak 0859-4621-2489, Owner Bakso Lahar, Coach Bisnis Retail

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Planogram dan ''Shelf Management'' dalam Retail

12 Januari 2018   13:05 Diperbarui: 12 Januari 2018   13:11 407 0 0

Semua harus terpola dan terstruktur. Seperti tata surya yang tertata dengan sangat sempurna. Semua ilmu dibakukan dengan sebuah rumus. Ada hukum alam1 dan sosial yang dapat ditangkap polanya dari kehidupan ini.

Planogram juga bicara tentang sebuah pola penataan barang dan alamat barang ditoko dan gudang.

Bagaimana layout toko dan gudang  ? Bagaimana layout rak?  Bagaimana selving dalam rak ?  Bagaimana pembagian dalam selving ? Semua ada polanya. Semua diberi tanda dan alamat. Sehingga diketahui dimana letak barang?  Dapat mencari barang dengan cepat dan tepat.

Ilmu Planogram itu seperti menata sebuah negara. Ada provinsi, kabupaten, kecamatan,  kelurahan, RW, RT, jalan, Blok dan nomor rumah. Begitulah ilmu planogram dalam retail.

Dalam setiap alamat ada cara penataannya. Barangnya berdiri, tidur, jumlah minimal dan maksimalnya.

Ilmu Planogram berkaitan dengan psikologi, menarik untuk membeli, kemudahan dan keamanan. Bagaimana cara berfikir konsumen saat masuk ke toko ?  Maka penataan barang mengikuti cara berfikir konsumen.

Menata rumah ada seninya. Menata perabotan rumah juga ada ilmunya. Semua ada cara berfikir tertentu yang di bangun. Menata taman ada tujuan tertentu. Menyegarkan pandangan dan asri.

Penataan barang di toko dan gudang pun ada ilmunya. Barang apa yang ditaruh di depan pintu masuk toko. Barang apa yang disebelah kiri, tengah, kanan,  belakang, dekat dengan kasir, dihadapan kasir, dibelakang kasir. Barang apa yang saling berdekatan sehinga menciptakan impluse buying ?

Planogram juga berkaitan dengan peralatan apa yang harus digunakan sehingga menarik untuk dilihat?  Dapat menjaga kesegaran, tidak mudah rusak namun investasi peralatannya tetap murah.

Planogram juga berkaitan dengan bagaimana mengoptimalkan ruang yang terbatas namun bisa maksimal penataan barangnya. Agar produktivitas ruangan bisa meningkatkan penjualan

Bila memiliki lebih dari satu toko. Bagaimana cara mengendalikan penataan barang, peralatan, suasana toko ?

Mengendalikan itu seni membandingkan. Memiliki standar,  best practice lalu bandingkan dengan realitas yang ada. Begitulah cara mengendalikan atau control.

Planogram itu standar. Planogram adalah arahan dari otoritas yang dianggap paham bagaimana menata barang, peralatan dan suasana.

Dengan adanya planogram. Andai ada barang baru. Kita akan tahu barang mana yang harus dikeluarkan dan letaknya dimana.

Andai ada penataan dan  peralatan baru, akan tahu bagian mana yang ditata. Semua orang dan bagian tahu informasinya dan paham apa yang dilakukan.

Andai semua tidak tertata. Adai barang, peralatan dan suasana tidak ada standarnya, bagaimana memberikan instruksi yang seragam kepada puluhan hingga ribuan toko ?

Inilah manfaat sebuah keseragaman. Inilah manfaat sebuah kepatuhan terhadap standar. Agar mudah dipahami dan digerakkan dalam hitungan waktu yang pendek.


Bagi retail, minimarket-supermarket-hypermart,  mempengaruhi pola permintaan bukan sekedar promosi, pricing dan pelayanan saja. Ada yang harus dikelola di internal tokonya.

Salah satunya shelf management. Posisi dan penempatan pada rak sering kali berpengaruh terhadap terciptanya penjualan. Barang yang letaknya tersembunyi, walaupun sebenarnya menarik bagi konsumen, tidak akan banyak laku karena tidak terlihat oleh konsumen.

Contohnya, produk yang paling laris pun. Kalo produknya ada di gudang, bukan di area sales maka tidak akan menciptakan penjualan.

Begitu strategis Shelf Management dalam menciptakan permintaan, maka lokasi Shelfing  yang sangat strategis pun bisa dijadikan others income. Shelfing yang paling banyak trafiknya sangat menarik dan menjadi rebutan para suplier dan prinsipal barang tertentu.

Oleh karena itu, produk baru yang akan diluncurkan atau sedang melakukan program peningkatan penjualan, biasanya  ditaruh ditempat yang terlihat jelas oleh pengunjung atau ditempat yang sering dilewati pengunjung.

Oleh karena itu tata letak barang di depan, tengah, belakang, kanan, kiri, sudut, bawah, tengah dan atas sangat berpengaruh pada penjualan barang di toko.

Benar sekali kata anak sekolahan. Posisi menentukan prestasi.