Mohon tunggu...
Radian A
Radian A Mohon Tunggu... Belajar jadi manusia

Karena "bio harus diisi" maka ingin ku ceritakan tentangku kepadamu, namun nanti ... saat kita bersua di dalam kedai, bertemankan bergelas-gelas kopi. Akan ku isi bio-ku di hatimu, tanpa terkecuali, jujur dan apa-adanya. :p

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Kerusakan Ekosistem DAS Akibat Ulah Manusia

26 Februari 2020   17:41 Diperbarui: 26 Februari 2020   17:45 202 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kerusakan Ekosistem DAS Akibat Ulah Manusia
Dok Pri

Kata kakekku, sungai itu bernama Kali Samin. Jangan ditanya kenapa nama sungai itu kali Samin, bahkan kakekku pun tidak tau muasal nama sungai itu. "Sudah dari dahulu kala," jelasnya.

Bagi masyarakat dusun Jenggotan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Kali Samin dipercaya berhulu dari air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu yang berada di kaki Gunung Lawu. Jaraknya sekitar 10 kilometer ke arah timur, dan bermuara ke Sungai Bengawan Solo yang berjarak sekitar 15 kilometer di sebelah barat.

Kali Samin ini merupakan salah satu sungai khas pegunungan dengan pasir, kerikil, batu-batu besar, dan ceruk-ceruk yang berada di dalamnya. Alirannya sangat deras dimusim hujan dengan dinding-dinding tebing curam di beberapa tempat.

Dahulu --- sekitar 60 tahun yang lalu, kenang kakekku. Kali Samin tidak sedalam sekarang. Beliau sering berjalan menyusuri sungai itu dari sawahnya yang berjarak 100 meter dari rumah. Cukup bermodalkan seser --- sejenis serok/baki untuk menangkap ikan, beliau bisa mendapatkan ikan wader, uceng, kotes dan lele bahkan udang dengan sangat mudahnya diantara batu dan aliran airnya yang jernih serta dangkal. "Cukup untuk dikonsumsi keluarga yang berjumlah 9 orang sehari," jelasnya.

Selain itu, tidak jarang bersama warga, sering pula mendapati Kijang di sekitar sungai dan diburu bersama-sama orang sekampung. Kemungkinan Kijang itu tersesat dari hutan di hulu sungai. Sering juga ditemui binatang lain seperti landak, berang-berang, ular pyton, biawak dan bulus di tepian sungainya.

Sekitar 30 tahun lalu pula keberadaan Kali Samin dimanfaatkan warga untuk bergotong-royong menambang batu dan pasir guna pembangunan sekolah MTs Ngadiluwih yang hanya berjarak 100 meter dari tepi sungai.

Kerusakan Ekosistem Sungai Akibat Ulah Manusia
Merunut, 10 tahun kebelakang. Menurut kakekku, telah terjadi banyak perubahan di badan sungai. Ikan-ikan sudah sulit ditangkap kecuali harus memancingnya. Bulus dan biawak juga sudah tidak lagi mudah ditemui.

Sampah-sampah plastik kini lebih mudah ditemukan tersangkut di antara bebatuan menunjukkan betapa rendahnya kesadaran kita menjaga lingkungan.

Kali Samin mungkin bisa menjadi salah satu gambaran sungai di Jawa yang terkena imbas pesatnya pertumbuhan pemukiman manusia yang tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga keseimbangan alam. Gaya hidup pemalas dan praktis, dengan seenaknya membuang sampah ke aliran sungai menjadi salah satu penyebab utama rusaknya ekosistem daerah aliran sungai.

Selain sampah plastik dan sampah anorganik lainnya yang mudah ditemui terlebih setelah banjir, limbah detergen dari desa-desa tepian sungai dan pestisida seta pupuk kimia pertanian dari sawah-sawah juga turut merusak baku mutu air, bahkan semenjak dari sekitar hulu sungai.

Di hilir Kali Samin, terjadi fenomena lain yang tidak kalah mencengangkan, Ronggo satu dari sekian banyak orang yang tinggal di sekitar tanggul Sungai Bengawan Solo mengatakan, "Saat awal musim hujan, gampang banget mendapatkan ikan. Banyak ikan pada "mabuk" keluar ke permukaan, dan kita tinggal menyeroki saja. Tapi ya itu, makannya jangan banyak-banyak, nanti pusing."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x