Mohon tunggu...
Nara Ahirullah
Nara Ahirullah Mohon Tunggu... Love Book • Love Earth • Love Muhammad • Hamba Allah

Jurnalis | Pemerhati lingkungan menjalankan pengelolaan sampah sesuai regulasi UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Ketua Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) Surabaya | Ketua Yayasan Kelola Sampah Indonesia (Yaksindo)

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Daging Kurban dan Gagalnya Pelarangan Kantong Plastik

31 Juli 2020   19:48 Diperbarui: 31 Juli 2020   20:07 270 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Daging Kurban dan Gagalnya Pelarangan Kantong Plastik
Pembagian daging kurban mayoritas menggunakan kantong plastik. (Dok. bincangsyariah.com)

Mayoritas tidak berubah. Pembagian daging kurban tetap pakai kantong plastik. 

Tidak ada yang meributkan kantong kantong yang 'katanya tidak ramah lingkungan. Semua tertuju pada daging kurban yang harus cepat diwadahi sebelum terlalu lama terkena udara.

Cepat dibungkus, cepat juga dibagikan. Ramah lingkungan atau tidak ramah lingkungan urusan belakangan. Dilarang atau tidak dilarang, tidak jadi masalah. 

Ini lebaran. Waktunya semua orang makan daging. Yang miskin dan yang kaya wayahe nyate. 

Momentum Idhul Adha ini adalah bukti bahwa pelarangan kantong plastik tidak relevan. Bukti betapa tidak ekonomisnya pengganti kantong plastik. Sekaligus membuktikan kesalahan berpikir orang-orang yang melarang kantong plastik.

Di mana letak tidak relevan, tidak ekonomis dan kesalahannya???

Pelarangan kantong plastik jelas tidak relevan di saat semua orang sudah terbiasa memakainya. Adalah sebuah kesalahan analisa jika ada pihak yang menyatakan: kebiasaan penggunaan dalam skala besar dapat dihentikan dengan pelarangan.

Di mana pelarangan yang dimaksud tidak diimbangi dengan kemampuan pengganti. Namun, jika ada pihak yang yakin dan keukeuh kantong plastik bisa diganti pewadahan lain 'sekaranglah bukti tidak ekonomisnya.

Andai pengganti kantong plastik ekonomis, tentulah masyarakat sudah memakainya. Entah itu dalam bentuk besek (wadah dari anyaman bambu/ bahan organik lain), tas berkali-kali pakai, kotak plastik pakai ulang atau apapun yang lain.

Tidak ada satu pun bisa mengganti kantong plastik dalam hal keekonomisannya. Pertama, karena harganya tidak akan semurah kantong plastik.  Dan kedua, karena jumlah produksinya yang sangat terbatas (sedikit). 

Ketidakrelevanan dan ketidakekonomisan selain kantong plastik mestinya menjadi bahan berpikir. Terutama bagi mereka yang terus mengkampanyekan pelarangan kantong plastik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x