Mohon tunggu...
Nanti Ujarwati
Nanti Ujarwati Mohon Tunggu... Bunda

Penyuluh Kehutanan di UPTD KPH Pesawaran Dinas Provinsi Lampung

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Kapuk Randu Salah Satu Jawaban Permasalahan Penghijauan yang Berbasis Sosial-Ekonomi Masyarakat pada Lahan Sempit

8 April 2021   15:32 Diperbarui: 8 April 2021   15:41 57 1 0 Mohon Tunggu...

Hutan rakyat di wilayah Kabupaten Pesawaran khususnya Kecamatan Negerikaton dan Tegineneng semakin mengecil keberadaannya tergerus dengan laju pembukaan lahan untuk keperluan budidaya tanaman pangan yang sifatnya semusim seperti padi, jagung dan singkong.

Kepemilikan lahan dengan luasan yang rata - rata hanya bekisar 0,5 sampai dengan 1 Ha per kepala keluarga petani makin membuat keingginan petani untuk menanam tanaman kayu-kayuan sebagai komoditi hutan rakyat semakin menghilang. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa petani membutuhkan hasil panen dalam waktu singkat untuk keperluan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sedangkan secara nyata keberadaan tanaman tajuk tinggi sangat diperlukan untuk tetap menjaga kemampuan tanah dalam menyinmpan air, menahan erosi serta penyediaan oksigen atau penciptaan iklim mikro, hal ini bertentangan dengan pendapat petani yang mengatakan bahwa hadirnya tanaman bertajuk tinggi di lahan mereka akan mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman palawija yang mereka budidayakan sehingga akan menurunkan penghasilan petani.

Melihat dari kondisi alam dan sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Tegineneng dan Negerikaton, kebijakan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keberadaan tanaman tajuk tinggi sebagai penyeimbang ekosistem alam adalah teknik penghijuan yang dilakukan dengan cara menanam pada batas lahan petani, pinggir-pinggir sungai atau pada pinggir jurang/lereng dan pada lahan-lahan kosong yang merupakan bagian dari fasilitas umum dengan memilih tanaman yang dapat diterima petani (dianggap tidak mengganggu tanaman palawija). Tanaman penghijuan yang dipilih harus  memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Tanaman dapat memiliki tajuk tinggi;
  2. Tanaman memiliki kemampuan menciptakan iklim mikro tetatpi memiliki kerapatan tajuk yang tidak terlalu rimbun;
  3. Tanaman mampu mempertahankan air tanah secara maksimal dan mampu mencegah erosi;
  4. Tanaman memiliki manfaat lainnya (multiple used) artinya selain berperan secara ekologis juga mapu memberi nilai tambah terhadap sosial ekonomi masyarakat;
  5. Bibit tanaman mudah didapat.

Salah satu jenis tumbuhan yang memenuhi syarat tersebut diatas adalah jenis kapuk randu.Pemilihan jenis tanaman penghijuan ini juga mengacu pada hasil penelitian Enhancing Community Based Comercial Forestry (CBCF) in Indonesia (2016-2021)  yang merupakan hasil kerjasama antara Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  dengan Australian Center for International Agricultur Reasearch yang menyimpulkan bahawa pendapatan utama petani sangat tergantung dengan tersedianya lahan yang dapat digarap. Oleh karena itu pemilihan jenis tanaman kayu atau tanaman penghijauan harus disesuaikan dengan minat petani dan  lahan yang dapat ditanami.

Kapuk randu sendiri pada saat ini termasuk jenis tumbuhan yang saat ini mulai sulit ditemukan (endangered) sehingga dianggap perlu mengembalikan keberadaan kapuk randu di alam.

Manfaat tanaman Kapuk randu selain manfaat ekologis:

1. Bahan Baku meubel 

Tanaman kapuk randu memiliki kecepatan tumbuh yang sangat tinggi sehingga memyebabkan kayu kapuk randu tergolong kayu lunak yang diminati pengarajin meubel. Selain kayu kapuk randu, serat buah kapuk randu juga diminati untuk membuat perlengakapan sofa, kasur atau matras atau lapisan dalam peti kemas. 

2. Sumber pakan lebah madu

Madu yang dihasilkan dari nektar bunga kapuk randu berwarna cerah dan bercita rasa manis asam , memilii nutrisi yang sanagat tinggi serta dipercaya sangat manjur untuk menurunkan serangan panas dalam, demam dan asma.

3. Sumber obat herbal

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x