Mohon tunggu...
Edukasi Pilihan

Minim Fasilitas Sekolah, Siswa SDN Cibogo Tetap Semangat Belajar

10 Maret 2019   08:31 Diperbarui: 10 Maret 2019   21:20 0 1 0 Mohon Tunggu...
Minim Fasilitas Sekolah, Siswa SDN Cibogo Tetap Semangat Belajar
Foto suasana belajar siswa kelas 2 SDN Cibogo dengan kelas yang disekat untuk dapur dan gudang - dokpri

SUKABUMI - Pendidikan bukanlah hal tabu untuk dibicarakan. Tingkat Pendidikan yang masih rendah menjadi catatan merah pemerintah. Pasalnya persoalan mengenai pendidikan seolah tak ada habisnya. Upaya telah dilakukan pemerintah, namun kesenjangan pemerataan pendidikan di pelosok negeri belum saja tuntas.

SDN Cibogo merupakan salah satu bukti nyata adanya kesenjangan pemerataan pendidikan. Pada era globalisasi saat ini, sekolah seharusnya memiliki fasilitas yang baik. Hal ini tidak berlaku pada SDN Cibogo. Sekolah yang memiliki 90 orang siswa ini belum memiliki fasilitas yang baik apalagi layak seperti pada umumnya. 

Fasilitas seadanya merupakan hasil swadaya masyarakat sekitar yang anaknya bersekolah disana. Dibandingkan dengan sekolah lainnya, SDN Cibogo sangatlah kekurangan.

Sekolah ini hanya memiliki 6 ruang kelas, 3 diantaranya sudah rusak. Kelas tersebut diisi oleh siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6. Mirisnya, beberapa kelas harus di sekat agar seluruh fasilitas sekolah terpenuhi. Mulai dari perpustakaan yang di sekat pada ruang kelas 5 hingga dapur sekolah dan gudang yang juga di sekat menjadi satu pada ruang kelas 2.

"Kami membuatnya begini agar fasilitas yang tidak ada, masih bisa terpenuhi walaupun seadanya daripada tidak sama sekali." tutur Bapak Dudi selaku walikelas 6 SDN Cibogo, saat diwawancarai(senin,25/2/19).

Foto bagian dalam ruang kelas, kelas 1 SDN Cibogo dengan fasilitas seadanya - dokpri
Foto bagian dalam ruang kelas, kelas 1 SDN Cibogo dengan fasilitas seadanya - dokpri
Ruang kelas diisi dengan beberapa kursi dan meja saja.  Siswa yang tidak mendapatkan kursi harus rela duduk berdesakkan  dengan teman lainnya. Kondisi ruang kelas akan semakin parah ketika musim hujan datang. Atap sekolah yang  bocor membuat seisi kelas seketika banjir dan siswa harus membersihkan kelas sebelum pelajaran dimulai. 

Parahnya, pondasi atap SDN Cibogo diketahui hanya berupa bambu yang bisa saja lapuk akibat terkena air terus menerus. Hal semacam ini tentunya akan membahayakan siswa yang sedang belajar di dalam kelas, karena atap bisa saja ambruk sewaktu - waktu. Selain itu, dampak lainnya dapat menghentikan kegiatan belajar mengajar di SDN Cibogo.

Fakta yang mencengangkan adalah sejak tahun 2004 hingga tahun 2019 SDN Cibogo belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah berupa renovasi sekolah secara menyeluruh. Selama 15 tahun sekolah dibiarkan terbengkalai dengan titik kerusakan hampir di setiap kelas. Sekolah bergantung pada bantuan ringan yang diberikan masyarakat sekitar. Bantuan pemerintah berupa dana bos pun seringkali terlambat sehingga sekolah harus meminjam uang pada koperasi pinjaman desa untuk kegiatan siswa dan sebagainya. 

Keadaan seperti ini mungkin terjadi karena letak SDN Cibogo yang berada di atas Bukit Boson, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi sulit diakses oleh kendaraan. Hal ini juga memungkinkan menghambat kiriman bantuan lainnya dari pemerintah.

Meski berada ditengah keterbatasan, siswa SDN Cibogo nyatanya tetap semangat belajar. Contoh kecilnya adalah ketika mata pelajaran olahraga, mereka harus menuruni bukit dan berjalan ke lapangan desa setempat hanya untuk menggunakan fasilitas lapangannya. 

Hal ini dilakukan karena SDN Cibogo tidak memiliki fasilitas lapangan guna menunjang kegiatan belajar mengajar. Bapak Dudi juga menuturkan bahwa sebenarnya siswa sangat antusias ketika diberi pelajaran seputar teknologi. Sayangnya, SDN Cibogo tidak memiliki fasilitas seperti komputer.  Sekolah ini juga masih kesulitan mengakses internet.

Ketika anak lain bersekolah dengan fasilitas yang nyaman, siswa SDN Cibogo harus menanggung akibat dari kesenjangan pemerataan pendidikan. "Kalau keadaannya seperti ini, saya kasihan melihat mereka (siswa) semangat belajar tapi serba kekurangan. Saya pribadi juga selalu waspada kalau mengajar karena takut atapnya roboh" ujar Ibu Erni selaku walikelas 4. Guru SDN Cibogo juga menyayangkan lambatnya peranan pemerintah melakukan renovasi dan pemenuhan fasilitas sekolah.

Siswa SDN Cibogo menjadi salah satu gambaran semangat anak negeri dalam menuntut ilmu. Mereka tak mengenal lelah, apalagi mengeluh. Guru dan siswa berharap agar bantuan dari pemerintah bukan hanya berupa dana bos, namun fasilitas sekolah tentu harus diperhatikan. 

"Saya berharap pemerintah bisa memerhatikan sekolah di pelosok. Anak - anak disini memiliki semangat belajarnya tinggi. Jadi mohonlah untuk didukung dari segi fasilitasnya" ujar Ibu Erni. Lantas sampai kapan SDN Cibogo harus menggantungkan nasibnya pada swadaya masyarakat? Tidak ada yang tahu. Melihat realita pendidikan yang seperti ini, pemerintah seharusnya tidak hanya bekerja dipermukaan namun harus menyentuhnya sampai ke dasar