Mohon tunggu...
Namira Calista
Namira Calista Mohon Tunggu... Student of State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang

Trying to be the best version of me! -It's Never Too Old to Learn-

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Pentingnya Pemberian Apresiasi Kepada Anak

3 November 2019   19:21 Diperbarui: 3 November 2019   19:26 121 0 0 Mohon Tunggu...
Pentingnya Pemberian Apresiasi Kepada Anak
https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/

Orang tua mana yang tidak senang melihat anaknya berprestasi? Begitupun dengan guru, guru mana yang sekiranya tidak akan senang dan bangga melihat anak didiknya tampak gemilang dan berprestasi. Apalagi, di Indonesia prestasi akademik sudah umum digunakan masyarakat sebagai ukuran yang untuk menilai kecerdasan seorang anak.

Pendidikan di negeri kita tercinta, Indonesia masih sangat terpaku pada prestasi dan pencapaian akademik. Hal-hal yang menjadi sorotan adalah anak-anak yang aktif mencapai prestasi diolimpiade sains dan sejenisnya. Sedangkan prestasi dibidang non akademis seperti seni, musik, dan lain-lain cenderung tidak digubris.

Begitupun dengan orang tua, mayoritas orang tua khusunya yang masih berpikiran tertutup, cenderung memaksakan anaknya untuk bisa berprestasi di sekolahnya dengan mendapatkan ranking, pandangan mayoritas orang tua seakan telah tersetting seperti itu, sehingga pencapaian- pencapaian anak yang lain diluar pencapaian ranking disekolah seakan menjadi tidak berarti dan tidak diperhatikan.

Padahal, pemberian apresiasi terhadap anak memiliki peranan yang sangat penting. Dengan orang tua memaksakan kehendak mereka dan tidak mengapresiasi usaha serta pencapaian mereka, anak dapat menjadi lebih tertutup, memicu tumbuhnya sikap tidak peduli, dan bahkan bisa membiat anak stress, karena terus merasa usaha dan pencapaiannya tidak dihargai, sehingga bukan tidak mungkin anak kemudian akan mempertanyakan kegunaan dari eksistensinya di dunia.

Apresiasi sendiri merupakan penilaian atas suatu usaha atau pencapaian. Apresiasi tidak harus diberikan dalam wujud benda, tetapi bisa juga diberikan dalam bentuk pujian, ucapan selamat, atau ungkapan kebanggaan. Karena pemberian apresiasi berupa benda terlalu sering justru bisa menimbulkan dampak negatif terhadap karakter anak.

Menerima apresiasi atas usaha atau pencapaian yang dapat menimbulkan perasaan puas, bangga, lega, merasa penting dan berguna. Perasaan tersebut tidak hanya muncul pada anak-anak, tapi juga orang dewasa. Apresiasi menjadi hal yang wajar bagi manusia. Apresiasi terhadap hal-hal baik yang dilakukan, sesederhana atau sekecil apa pun itu, menjadi penting untuk diberikan.

Oleh karena itu, pemberian apresiasi kepada anak dalam bentuk sekecil apapun memiliki peranan yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak, khususnya pada aspek pembentukan karakter. Memberikan apresiasi kepada anak tidak hanya dilakukan ketika anak berhasil mencapai sesuatu yang besar. Berikan apresiasi terhadap usaha sekecil apapun yang dia lakukan. Bahkan ketika anak tidak bisa mencapai keinginannya, atau gagal mencapai sesuatu, tetap berikan dorongan semangat berupa apresiasi, bukan malah makin merendahkan kepercayaan diri anak dengan memarahinya. Ketahuilah, bahwa anak juga sudah berusaha dengan cara mereka masing-masing.

Berikut dampak positif yang akan diterima anak bila orang tua atau gurunya sering memberikan apresiasi terhadap usaha dan hasil-hasil kecil yang dicapainya.

Menumbuhkan rasa percaya diri

Dengan usahanya dihargai dan diperhatikan, anak akan merasa lebih percaya diri dan tidak takut melakukan kesalahan, karena anak sudah tau bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang wajar dan anak tidak perlu takut akan di marahi.


Kreatif dan inovatif

Memberikan apresiasi sama halnya dengan memberikan dorongan semangat untuk anak. Bagi anak, mendengar orang tuanya memuji hasil usahanya akan membuat anak lebih semangat untuk terus berkarya, oleh karena itu jiwa kreatifitas dan inovatif anak dapat berkembang dengan maksimal.


Menumbuhkan rasa peduli dan peka terhadap  lingkungan sekitar

Dengan sering menerima apresiasi dari orang tua atau gurunya, anak akan tumbuh dengan banyak energi positif selain itu, karena terbiasa diperhatikan oleh orang tua atau gurunya, anak juga akan memiliki kebiasaan tersebut dan cenderung lebih peduli dan peka dengan lingkungan di sekitarnya. Karena kebiasaan orang tua akan cenderung menurun ke anak, karena anak memiliki sifat suka meniru.


Meningkatkan jiwa kompetitif

Dengan sering menerima apresiasi dari hasilnya baik berhasil ataupun gagal, anak akan merasa tenang karena tau bahwa setiap usah yang ia lakukan, diperhatikan dan dihargai oleh orang tuanya, oleh karena itu, anak tidak akan merasa takut gagal, yang mana rasa takut itu yang biasanya menggiring anak atau siswa untuk melakukan kecurangan demi mendapatkan hasil yang baik.

Memberikan apresiasi terhadap seluruh usaha dan pencapaian anak, baik yang berhubungan dengan prestasi akademik ataupun bukan, bisa dikategorikan sebagai salah satu bentuk perhatian orang tua kepada anaknya, juga guru terhadap muridnya. Karena, sampai saat inipun banyak murid yang merasa kalau guru hanya akan baik dan perhatian kepada murid berprestasi dan menonjol saja.

Dalam teori strategi dan intervensi konseling, perhatian dapat diberikan dalam tiga bentuk, yaitu ekspresi wajah, komunikasi tubuh, dan juga perilaku verbal (ucapan) pemberian apresiasi sendiri bisa dikategorikan sebagai pemberian perhatian melalui perilaku verbal. Karena seperti yang sudah dikatakan bahwa apresiasi tidak harus diberikan dalam wujud benda, tapi juga bisa berupa dorongan mental berupa kata-kata positif yang mendorong pikiran optimis.

Demikian pembahasan pada artikel kali ini, terimakasih dan salam sukses!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x