Mohon tunggu...
nadine salsabila
nadine salsabila Mohon Tunggu... Mahasiswa

Nadine Salsabila Naura Marhaeni, adalah salah satu Mahasiswa tingkat akhir Hubungan Internsional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. Sebagaimana Mahasiswa tingkat akhir pada umumnya, penulis pada saat ini sedang disibukkan dengan serangkaian tugas akhir. Penulis memiliki ketertarikan dengan isu ekonomi politik internasional, politik luar negeri Indonesia dan politik kawasan terutama Asia Tenggara. Selain itu, Penulis juga memiliki ketertarikan terhadap isu HAM, gender dan lingkungan. Selain kegiatan akademik, penulis juga memiliki minat yang tinggi dalam kegiatan penulisan, public speaking, dan membaca buku-buku ber-genre politik.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Mahasiswa UNDIP Ajak Warga Ciseureuh Sembuhkan Bumi

11 Agustus 2020   20:41 Diperbarui: 11 Agustus 2020   20:43 16 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa UNDIP Ajak Warga Ciseureuh Sembuhkan Bumi
Wawancara dengan Badan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta (13/7)/dokpri

Ciseureuh, Purwakarta (10/8). Pandemi Covid-19 yang terjadi di banyak negara membuat negara-negara mengambil langkah untuk menghentikan angka penyebaran pandemi di masing-masing negara. Hal ini juga membuat pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19. 

Cara yang diambil oleh pemerintah Indonesia adalah dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan adanya kebijakan ini membuat adanya pembatasan aktivitas dan mobilisasi masyarakat di Indonesia.

Dengan adanya kebijakan PSBB juga banyak institusi di Indonesia yang diwajibkan untuk melakukan segala aktifitasnya dari tempat tinggal masing-masing. Salah satu institusi yang diwajibkan untuk melakukan aktifitas dari rumah adalah Universitas di Indonesia, termasuk Universitas Diponegoro. 

Hingga saat ini, Universitas Diponegoro (Undip) menghendaki agar kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring. Meskipun demikian, pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip tetap menunjukkan baktinya kepada Ibu Pertiwi. Hal ini dibuktikan dengan adanya konsep KKN Pulang Kampung yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Undip.

KKN Tim II Undip Periode 2020 melakukan KKN di lingkungan tempat tinggal dari masing-masing Mahasiswa. Hal ini menjadi alasan mengapa konsep KKN Undip disebut sebagai KKN Pulang Kampung. 

Tema yang diusung dalam pelaksanaan KKN Pulang Kampung adalah 'Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)'. Tidak seperti pelaksanaan kegiatan KKN pada umumnya, pada KKN Pulang Kampung Mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan KKN berdasarkan disiplin ilmu Mahasiswa, atau dikenal sebagai monodisiplin.

Kegiatan KKN Pulang Kampung juga dilakukan oleh salah satu Mahasiswa Hubungan Internasional Undip, Nadine Salsabila Naura Marhaeni. Mahasiswa HI tersebut melakukan amanah almamaternya di lingkungan RT 03 RW 14 Perumahan Bumi Jaya Indah Kel. Ciseureuh, Purwakarta. 

Topik yang diusung oleh Mahasiswa adalah perkenalan dan tindakan preventif human trafficking (perdagangan manusia) dan human exploitation (exploitasi manusia), serta edukasi kepada masyarakat setempat terkait permasalahan lingkungan dan bagaimana kontribusi yang dapat dilakukan oleh Masyarakat untuk mengurangi kerusakan lingkungan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa PSBB membuat sebagian masyarakat Indonesia kehilangan pekerjaannya. Dengan adanya hal ini membuat warga negara Indonesia juga banyak yang melakukan kejahatan untuk tetap dapat bertahan hidup. Salah satu kejahatan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perdagangan dan eksploitasi manusia.  

Dua kejahatan tersebut juga merupakan  kejahatan internasional. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu konselor Badan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta -- Pak Deden -- beliau menyebutkan bahwa Kabupaten Purwakarta adalah salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang terdapat tindak perdagangan dan eksploitasi manusia (13/7). Dalam wawancara tersebut juga disebutkan bahwa faktor terbesar dari adanya perdagangan dan eskploitasi manusia di Kabupaten Purwakarta adalah ekonomi dan pendidikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN