Mohon tunggu...
Nadhifa Salsabila Kurnia
Nadhifa Salsabila Kurnia Mohon Tunggu... Masih setia dengan Bandung, namun melalui tulisannya sering kali berjalan ke Korea Selatan dan berbagai belahan dunia lain

Sarjana Ilmu Komunikasi Jurnalistik, pencinta literasi, penyuka fiksi, menulis dimana saja dan kapa saja

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengenal Tradisi Unik Perayaan Waisak di Berbagai Negara Dunia

26 Mei 2021   09:57 Diperbarui: 26 Mei 2021   11:16 79 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenal Tradisi Unik Perayaan Waisak di Berbagai Negara Dunia
Perayaan Waisak di Candi Borobudur | Dok. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Umat Buddha memiliki hari raya suci yang menjadi sakral dan penting untuk mereka. Yakni, Hari Tri Suci Waisak. Hari raya umat Buddha ini sebagai bentuk peringatan atas tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama yang meliputi kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, serta kemangkatan Sang Buddha.

Ketiga peristiwa penting ini terjadi pada hari purnama sidi, bulan Waisak. Seperti pada perayaan hari raya lainnya, hari raya Waisak di masing-masing negara juga ternyata memili ciri khas tradisi tersendiri yang dijalankan. Di Indonesia misalnya, tradisi unik perayaan Waisak biasanya dilakukan dengan melakukan ritual suci dan doa bersama di candi besar Buddha di Indonesia, Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Seperti yang dikutip kompas.com dari Theculturtrip.com, berikut ini deretan tradisi unik perayaan Waisak dari berbagai penganutnya di sejumlah negara.

Baca juga: Siapa Penganut Agama Buddha, Berapa umatnya, dan Bagaimana Nasibnya?

1. China

Sebagai negara dengan penganut Buddha Mahayana terbesar di dunia, China yang pada tahun 2015 tercatat memiliki 244 juta umat Buddha di negaranya ini juga punya ciri khas tradisi unik perayaan Waisak di negaranya. Istilah penyebutan hari raya Waisak di Budda ini dikenal dengan Fódàn. Masyarakat di sana identik merayakan hari raya ini dengan memberi persembahan untuk para biksu serta menyalakan dupa.

Fokus perayaan hari waisak ini biasanya ada pada kegiatan upacara Yùfójié atau upacara memandikan Buddha. Tak hanya di China, upacara pemandian Buddha ini adalah  hal lumrah yang biasa dilakukan oleh umat Buddha di Asia. Proses upacara ini dilakukan dengan menyiramkan air beraroma harum yang sudah diberkati. Kemudian disiramkan ke atas patung bayi Buddha.

Patung ini wujudnya dengan jari jari telunjuk kanan mengarah ke atas sedangkan jari telunjuk ke bawah menunjuk bumi. Menurut ajaran agama, arah jari telunjuk itu mengacu pada Kelahiran Siddharta Gautama atau Buddha.

Baca juga: Simak 22 Ragam Ucapan Waisak, Sila Dijiplak

2. Jepang

Negara lainnya yang memiliki populasi penganut Buddha mayoritas adalah Jepang. Di negeri bunga sakura ini menurut data dari Pew Research Center di tahun 2010 terdapat 46 juta umat Buddha di negara ini. Ada tradisi unik perayaan Waisak yang biasanya masyarakat penganutnya lakukan di Jepang. Mereka biasanya mengelilingi bunga teratai yang dipercaya tumbuh dari tempat bayi Buddha berjalan.

Tradisi memandikan patung Budhha juga dilakukan di Jepan. Hanya saja mereka memiliki tradisi unik perayaan Waisak untuk memandikan Buddha yamg juga patungnya ditaburi dengan ama-cha. Yakni sejenis teh manis yang bahan pembuatnya terdiri dari beragam daun hydrangea. Dilanjutkan dengan mengalungkan rangkaian bunga teratai di patung Buddha tersebut.

3. Thailand

Di Thailand, perayaan Waisak ini disebut dengan Visakha Puja. Para masyarakat biasanya akan diliburkan dan pergi ke kuil untuk mendengarkan ceramah dari para biksu. Di kuil mereka juga melakukan doa. Selain itu memberikan persembahan makanan, bunga, lilin. Persembahan ini memiliki arti melambangkan batasan atas kehidupan material.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN