Kesehatan

Pentingnya Kampanye dalam Komunikasi Kesehatan

4 Desember 2017   00:05 Diperbarui: 4 Desember 2017   00:51 500 0 0

Sebagian besar Teori komunikasi kesehatan berfokus pada rangsangan untuk memicu motivasi seseorang dalam melakukan suatu tindakan yang dipengaruhi oleh penilaian individu terhadap lingkungan dan sumber daya. Stimuli adalah bahan, tindakan, atau prosedur komunikator dalam menyampaikan pesannya untuk mendapatkan respon dari komunikan.

Motivasi adalah dorongan internal yang berasal dari kognisi seseorang tentang pesan yang disampaikan. Efeknya mereka akan memahami tentang pesan, ditambah dengan gairah emosional, dan menentukan kekuatannya motivasi yang memaksa seseorang merespons rangsangan. Kekuatan dari motivasi mempengaruhi sejauh mana orang merasa terdorong untuk menilai sumber daya atau lingkungannya, serta untuk menentukan mekanisme dan sumber penanggulangannya tersedia untuk mempromosikan perilaku positif dan / atau mencegah ancaman potensial. Setelah , komunikator kesehatan memahami dan  mengetahui pengaruhnya rangsangan (pesan) pada audiensm maka audiens sudah dapat merubah keyakinan, pengetahuan, sikap, niat, dan perilaku serta tanggapan negatif terhadap kampanye yang disampaikan.

Kategori sikap, misalnya, berperan dalam penilaian sumber daya dan lingkungan (sikap atau evaluasi orang, tempat, atau objek mempengaruhi cara masyarakat memandang lingkungan mereka). Pada konten pesan, stimuli yang merupakan perancang pesan harus dapat memutuskan cara menjangkau khalayak target secara efektif, para khalayak juga butuh didengar dan diperhatikan. Pesan penting jika signifikan atau relevan oleh penonton.

Pesan Isyarat untuk bertindak dikonseptualisasikan ke dalam
pesan kampanye kesehatan, yaitu tentang cara menagani kesehatan. Seperti;  pencegahan narkoba dan tembakau dan mamografi. Isyarat untuk bertindak adalah komunikator yang menginginkan individunya untuk bergerak/merepon cepat ketika mendapatkan pesan. Pentingnya memicu motivasi
diperlukan untuk memperhatikan tindakan khalayak akan pesan yang disampaikan. Isyarat dibagi dua yaitu; internal dan eksternal. Komunikator pesan kesehatan sering fokus dalam isyarat internal. Isyarat internal adalah isyarat yang terjadi berhubungan dengan keadaan kesehatan tertentu atau suasana hati atau perasaan. Misalnya batuk bisa berperan sebagai isyarat internal untuk seorang perokok, mendorongnya untuk mengurangi atau berhenti merokok. Sedangkan, isyarat eksternal adalah Isyarat yang terjadi di luar lingkungan, seperti interaksi interpersonal, media massa, kampanye, atau pendidikan hiburan.

Pesan Vivid meningkatkan arti penting, yang dapat memicu motivasi. Seperti; mendesain t-shirt, poster, kalender, dan kartu yang mempromosikan pesan yang sama. Meskipun begitu, harus juga tetap memperhatikan Demografis Karakteristik yang meliputi ras dan etnisitas, sejarah keluarga, jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama, tingkat pendidikan, dan dalam sebuah analisis iklan tembakau yang dipasarkan ke kelompok minoritas.  Perlu diingat,  banyak khalayak yang tidak mengerti dengan pesan yang disampaikan, hal ini kemungkinan terjadi karena desain yang tidak jelas.

Karakteristik psikografis juga penting untuk menghasilkan arti penting pesan.
psikografis mengacu pada aktivitas, minat, dan pendapat, faktor gaya hidup (mis., stres, dan praktik kesehatan), nilai (prioritas diberikan pada kesehatan), dan faktor lingkungan (mis; rapat).
Contoh informasi secara psikografis seperti; wanita yang mendengar pesan diiringi oleh musik gospel tua dapat mencegah kanker payudara. Informasi dengan desain kampanye yang menarik otomatis akan merubah perilaku seseorang.