Nabilla Desyalika Putri
Nabilla Desyalika Putri Freelance writer & blogger

S.H., M.H. | a stay-creative-at-home-mom | freelance writer | parenting blogger | blogging at www.bundabiya.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Melejitkan Kreativitas dengan Kayu Putih Aroma ala Mahmud Zaman Now

12 Januari 2018   23:10 Diperbarui: 15 Agustus 2018   20:34 667 0 0
Melejitkan Kreativitas dengan Kayu Putih Aroma ala Mahmud Zaman Now
Ilustrasi Kayu Putih Aroma dengan berbagai aksesoris pelengkap aktifitasku sehari-hari (dokumen pribadi)

Saat Energi Negatif Menghambat Kreativitas

“Coba yuk jujur sama diri sendiri, mau diam atau terus kreatif, mau menggerutu atau bersyukur, mau berubah atau jalan ditempat, itu semua perkara pilihan, kan? Seburuk apapun pengalaman, sebesar apapun derajat perubahan hidup, yang namanya celah untuk tetap menghadapi dan berkreasi itu pasti ada. Tuhan sudah memberi bekal berupa jutaan sel otak yang siap kita perintah.”

Nah, kira-kira kalimat itulah yang aku instal ke pikiranku. Hampir dua tahun belakangan ini, aku mudah sekali dikunjungi oleh rasa stres akibat perubahan kondisi dan tekanan sosial pasca menikah dan melahirkan. Ada yang bilang bertubi-tubi karena gembrot lah, ada yang bilang aku malas lah, ada yang mempersoalkan proses lahiran, ada yang menghina pola pengasuhanku, ada yang mengkritik pedas lantaran tidak kerja kantoran, dan lain-lain. Mendapat aliran energi negatif semacam itu, diperparah dengan fisik yang super duper letih, hasilnya bisa ketebak kan? Baper akut, mudah kepikiran, mudah lelah, dan kreativitas terganggu. Ujung-ujungnya stres! Hiks, adakah yang senasib? 

Dulu aku memang sangat mudah terbebani oleh pikiran serta afirmasi-afirmasi negatif. Berulang kali aku panggil para polantas di kepala untuk mengatasi kemacetan di pikiran, tapi entah mereka pada kemana. Aku pun jadi sangat kesulitan mengontrol pikiran. Akibatnya aku jadi sering stuck parah, padahal aku dikejar beberapa deadline. Tesis tidak selesai sesuai personal plan, bisnis mogok, blog tidak terurus, kreativitas juga ikutan macet. Aku jadi jarang memanjakan diri dan memberi makan kebutuhan batin seperti membaca buku, jarang nulis, dan jarang jalan. Kerap rasa gundah itu datang karena aku tidak bisa berkreasi dengan optimal. Adakalanya aku mencoba memanggil diriku yang dulu: aku yang aktif, energik dan memiliki ide-ide yang fresh.

Kayu Putih Aroma Menjadi Stimulan Utama

Sekalipun energi negatif selalu mampir, aku berusaha untuk tetap bahagia. Tanpa aku sadari, "secara diam-diam" Kayu Putih Aroma terus menstimulasi aku untuk tetap kreatif, segar, dan semangat. Momen itu ku sadari saat Mahira, anakku yang cantik cerdas salihah, sudah mulai beralih minyak dari yang semula menggunakan minyak telon semasa newborn menjadi memakai minyak Kayu Putih Aroma sebagai penghangat tubuh. Saat itu usianya 5 bulan.

Memakai minyak Kayu Putih Aroma setiap hari (dokumen pribadi)
Memakai minyak Kayu Putih Aroma setiap hari (dokumen pribadi)
Setiap selesai memandikan Mahira dan mengoleskan minyak Kayu Putih Aroma aku selalu merasa lebih bergairah, seolah-olah spirit untuk berkarya kembali datang. Terkadang, jika aku merasa sangat jenuh, aku hirup dalam-dalam aroma tubuh si kecil. Hm.. sangat menyegarkan. Seketika aku sadar, ada aroma lavender yang menyusup masuk ke lubang hidungku.

Biasanya setelah mendapat energi positif diatas, aku bisa lebih mudah untuk menyelesaikan beberapa deadline. Diantaranya adalah tesis, job freelance writer dan reportase. Selain berkutat dengan dunia tulis-menulis, aku juga memiliki bisnis fashion hijab yang sedang aku kembangkan. Alhamdulillah, dengan perjuangan dan dukungan suami serta orang tua, aku dapat lulus S2 dengan predikat cumlaude dan menyelesaikan semua deadline tulisan. Disaat yang sama, aku berhasil merekrut admin dan penjahit yang tentu saja membantuku untuk mengembangkan bisnis kreatif.

Bekerja di rumah tidak lantas menjadikan aku suka berleha-leha. Rentetan target harian serta upayaku dalam menemani tumbuh kembang si kecil, membuat aku mudah kelelahan dan sering masuk angin. Kadang flu dan batuk, kadang juga perut kembung dan mual. Nah, saat itu lah aku coba mengoles minyak Kayu Putih Aroma lavender milik anakku ke bagian perut, dada, dan punggung. Waktu masih kecil aku termasuk yang anti banget pakai minyak kayu putih. Kira-kira saat aku mulai aktif dengan kegiatan organisasi dan kepenulisan di kampus, aku mulai ketergantungan dengan Kayu Putih Aroma. Aku selalu membawa size kecil yang travel friendly kemanapun, alasannya simpel Kayu Putih Aroma sangat membantuku saat masuk angin, mual, atau kembung mendadak

Dengan bantuan dari Kayu Putih Aroma, tubuhku menjadi lebih fit dan aku jadi mampu memaksimalkan waktu dengan efektif dan efisien untuk menyerap berbagai ilmu baru. Misalnya saja, ilmu bisnis dari beberapa komunitas bisnis serta ilmu menulis konten kreatif dari beberapa komunitas blogging yang aku ikuti.

7 Formula Melejitkan Kreativitas ala Mahmud Zaman Now

Apa sekarang kemandekan berpikir itu jarang mampir? Hm, kata siapa? Hehehe! Yang namanya creative block akan terus tetap ada, tapi aku sudah punya trik jitu mengatasinya. Mau tau? Sini mendekat, aku bisikin caranya.

Pakai stimulan yang sehat, pilihanku Kayu Putih Aroma Lavender (dokumen pribadi)
Pakai stimulan yang sehat, pilihanku Kayu Putih Aroma Lavender (dokumen pribadi)
1. Cari Energi Positif.

Aku berusaha membuang jauh energi negatif dan toxic people, sebab berkutat dengan yang demikian hanya akan merusak diri sendiri. Aku termasuk meyakini kalau kita dekat dengan orang-orang dengan muatan energi positif, vibrasinya pun terasa sampai ke aliran darah. Semangat kebaikan nular, aktifitas pun lancar.

2. Membagi Waktu

Mahmud zaman now itu harus cerdas membagi waktu. Walaupun kebebasan sudah tidak seperti dulu (secara sekarang ada si kecil yang selalu mengikuti kemanapun kaki melangkah), otak tetap harus diputer dan cari celah untuk mengatur waktu agar bisa berkreasi. Misalnya saja, mengurangi jam tidur, mengurangi main social media, sebagai gantinya alihkan waktu itu untuk berkreasi seperti menulis, membaca, membuat mainan edukatif bersama anak, menjalankan bisnis, dan mencoba resep-resep baru. Manajemen waktu serta disiplin adalah modal utama, agar semua anggota keluarga dapat terpenuhi haknya dengan baik.

3. Baca buku

Pekerjaanku setiap hari adalah menulis, baik untuk konten media online, sesekali menulis artikel untuk majalah di salah satu kementerian, serta menulis di blog pribadi. Selain itu aku juga harus akselerasi ilmu bisnis dan digital marketing. Jadi, sudah pasti yang namanya membaca buku harus aku lakukan minimal seminggu sekali.

4. Main ke taman atau cafe

Tiga hari sekali, atau paling tidak seminggu sekali, aku mencari inspirasi dengan jalan-jalan pagi dan sore di taman atau ngemil sambil mengerjakan tulisan di cafe. Makanan yang lezat, bertemu dengan orang-orang baru, serta interior cafe yang estetik dapat dengan cepat membangun mood menulis dan berkreasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2