Kandidat

Gaet Milenial, Golkar Yakin Pasangan Duo DM Menang di Pilkada Jabar

10 Juni 2018   07:40 Diperbarui: 10 Juni 2018   07:45 339 0 0
Gaet Milenial, Golkar Yakin Pasangan Duo DM Menang di Pilkada Jabar
Diskusi Komunitas Tentang Golkar di Cirebon

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwany Indriyati mengatakan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi memiliki peluang besar untuk menang di pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018.

Hal tersebut dikatakan berdasarkan beberapa hasil survei yang menunjukkan masyarakat puas terhadap kepemimpinan pasangan yang dikenal dengan singkatan 2 DM atau Duo DM itu.

"Jawa Barat ini provinsi terluas di Indonesia yang harus dipimpin orang cerdas dan berkarakter,  poin itulah yang ada di Duo DM. Dengan kolaborasi ini kita harapkan bisa mendongkrak sampai kemenangan," ujar Diah dalam acara Diskusi Komunitas Tentang Golkar dengan tema 'Membaca Peluang Golkar di Pilkada Jawa Barat' di Strawberry Delight Cafe, Cirebon, Jumat (8/6).

Meskipun berdasarkan survei Charta Politika elektabilitas Duo DM berada di posisi nomor dua, Diah yakin Partai Golkar bisa meningkatkan elektabilitas pasangan tersebut. Salah satunya melalui pendekatan media sosial yang banyak digandrungi masyarakat muda atau milenial.

"Pak Airlangga mampu membaur dengan kaum millenial dan aktif menggunakan sosial media begitu juga pasangan yang diusung Partai Golkar di Jawa Barat, Duo DM, yang berusaha membaur oleh kaum milenial," kata dia.

Sementara itu, Dosen Universitas Muhammadiyah Nissa Rengganis memaparkan dalam Pemiihan Umum (Pemilu) 2019 sekitar 50% usia pemilih berada di kisaran 19 samapai 28 tahun. Hal tersebut menjadi tantangan Partai Golkar untuk menjadi partainya anak muda agar bisa mendapat suara, baik di pilkada maupun pemilu.

"Saya lihat Partai Golkar semenjak diketuai Airlangga sedang berlari menjadi partainya anak muda dan cukup menarik. Buktinya, beliau memunculkan anak-anak muda melalui komunitas yang tertarik berbicara politik ataupun hal yang sedang berkembang seperti Komunitas Tentang Golkar ini," tutup Nissa.