Mohon tunggu...
ranny m
ranny m Mohon Tunggu... maroon lover

Manusia dg keberagaman minat dan harap. Menjadi penulis adalah salah satunya. Salah duanya bikin film. Salah tiganya siaran lagi. Salah empatnya? Waduh abis dong nilainya kalo salahnya banyak hehe..

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Kisah Nabi Musa dalam Al-Qashash 23-27

3 Mei 2021   07:24 Diperbarui: 3 Mei 2021   07:26 568 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kisah Nabi Musa dalam Al-Qashash 23-27
Sumber : ibnothman.com/quran

Kisah Nabi Musa memanglah sangat menarik. Mulai dari kelahirannya, kisahnya bersama Firaun, Gunung Sinai, tongkat ular hingga membelah laut. Namun kali ini yang dibahas adalah kisah lainnya, yang termaktub dalam Q.S Al-Qashash terutama pada ayat 23-27.

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya". (Q.S Al-Qashash :23)

Singkat cerita, Nabi Musa dalam pelariannya dari Mesir hingga sampai ke daerah Madyan. Di sana ia melihat dua orang wanita yang bermaksud membawa ternaknya untuk minum. Namun karena sedang banyak pengembala lain dan berdesakan, maka keduanya menahan ternaknya. Nabi Musa datang dan membantu keduanya.

Setelah membantu kedua wanita itu, dengan kondisi lelah yang teramat lapar, Nabi Musa berdoa kepada Rabbnya sebagaimana terukir dalam ayat yang ke-24. 

"Rabbi inni limaa anzalta ilayya min khairin faqir"

"Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

Adab berdoa. Merendah, padat, penuh harap, sekaligus indah. Padahal bisa saja Nabi Musa minta upah karena telah membantu ternak wanita-wanita itu. Tapi ia seorang Nabi, yang jelas memiliki keteladanan akhlak. Maka tak ia pinta kepada manusia, tapi ia langitkan pintanya.

Doa yang singkat itu justru dijawab Allah SWT dengan beragam kebaikan. Tak hanya makanan, tapi juga tempat tinggal, pekerjaan dan istri. Masyaallah.

Tak selang lama, Ayah kedua wanita itu yang tak lain adalah Nabi Syu'aib meminta anaknya untuk memanggil Nabi Musa ke rumahnya. Di sana ia diberi makanan oleh Nabi Syu'aib. Sesungguhnya sampai di sini, doa Nabi Musa telah terkabul. Dalam keadaan lapar dan menginginkan makanan, Allah jawab melalui jamuan Nabi Syu'aib.

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". (Q.S Al-Qashash : 25)

Namun kebaikan yang ia pinta nyatanya tak berhenti di situ saja. Atas saran anaknya, Nabi Syu'aib juga memberikan pekerjaan kepada Nabi Musa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN