Mohon tunggu...
Nindy Prisma
Nindy Prisma Mohon Tunggu... buruh di balik kubikel dan penikmat pertandingan olahraga

...Real Eyes Realize Real Lies...

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Timnas Voli Putra Indonesia Jaga Rekor Kemenangan atas Thailand dan Lolos Perempatfinal

27 Agustus 2018   06:30 Diperbarui: 27 Agustus 2018   08:14 1718 26 10 Mohon Tunggu...
Timnas Voli Putra Indonesia Jaga Rekor Kemenangan atas Thailand dan Lolos Perempatfinal
Timnas voli putra Indonesia lolos ke perempatfinal Asian Games 2018 usai kalahkan Thailand 3-2 | Sumber: Asian Volleyball Cenfederation @avcvolley

Tennis Indoor Senayan bergemuruh ketika floating serve Rendy Tamamilang yang mendarat telak di bagian belakang bidang permainan Thailand dinyatakan masuk oleh hakim garis. Indonesia menutup drama menegangkan 5 set dengan skor akhir 3-2 (25-22, 25-23, 23-25, 22-25, 15-12).

Pertemuan antara dua raksasa voli Asia Tenggara dengan sejarah rivalitas tinggi ini menjadi salah satu partai yang paling dinantikan volimania tanah air. Terlebih lagi bagi Indonesia, bertemu dengan Thailand di babak 12 dinilai lebih menguntungkan jika dibandingan harus lebih dulu bertemu dengan tim kuat lainnya seperti Iran, Jepang dan Qatar yang juga lolos ke babak 12 besar.

Sebanyak 12 tim dari 6 pool berbeda berhasil lolos ke babak 12 besar cabang olahraga bola voli indoor Asian Games 2018. Ke-12 tim tersebut lantas kembali melakukan sistem undian untuk menentukan siapa lawan yang akan dihadapi di babak 12 yang dipertandingan pada 26 Agustus 2018.

Ibarat jodoh tak kemana, Thailand yang berposisi sebagai jawara pool E ternyata mendapatkan Indonesia yang merupakan runner-up pool A dalam hasil undian.

Bekal 2 kali kemenangan beruntun atas Thailand yang diraih Aji Maulana dkk pada turnamen Lienvietpost Bank yang digelar pada Mei lalu di Vietnam membuat timnas Indonesia percaya diri untuk bisa kembali mengalahkan Thailand terlebih saat main dihadapan publik sendiri.

Kedua tim sama-sama menurunkan komposisi terbaiknya di awal pertandingan. Timnas Indonesia memasang Sigit Ardian dan Rendy Tamamilang di posisi outside spiker, Rivan Nurmulki di posisi opposite hitter, Yuda Mardiansyah dan Mahfud Nurcahyadi yang mengisi middle blocker, serta libero Veleg Ristan.

Dengan komposisi tersebut, Indonesia mampu merusak penerimaan bola pertama Thailand melalui jump serve yang dilakukan oleh Sigit Ardian dan Rivan Nurmulki. Penerimaan bola pertama yang tidak berjalan baik menyulitkan setter senior Thailand, Saranchit Charoensuk untuk melakukan variasi serangan.

Rendy Tamamilang (jersey putih) melakukan smes| Sumber: Asian Volleyball Cenfederation @avcvolley
Rendy Tamamilang (jersey putih) melakukan smes| Sumber: Asian Volleyball Cenfederation @avcvolley
Alhasil serangan-serangan Thailand melalui duet spiker Jirayu  Raksakaew dan Kittikun Sri-utthawong mudah dibaca dan diredam oleh blocker Indonesia. Timnas Indonesia unggul  pada 2 set awal dengan 25-23  dan 25-22.

Tak ingin kalah dengan mudah, pelatih Thailand, Monchai Suprajikul mengambil keputusan untuk memasukan spiker Amorntep Konkan, Kantapat Koonmee serta setter muda mereka, Mawin Maneewong.  Strategi tersebut ternyata berhasil membuat Thailand mengambil alih dua  set berikutnya dengan 23-25 dan 22-25 serta memaksakan pertandingan  hingga set ke-5.

Kejar-mengejar angka terjadi di set penentuan. Indonesia mampu unggul lebih dahulu 12-10, pada poin-poin kritis inilah, Yuda Mardiansyah melalui quick spike yang tak mampu dikembalikan oleh  Thailand mampu membawa Indonesia menjauh 14-12. Pertandingan akhirnya  menjadi milik Indonesia usai floating serve Rendy Tamamilang tak bisa dijangkau oleh para pemain Thailand.

Dalam  rilis yang dikeluarkan PBVSI, Pelatih Timnas Indonesia, Samsul Jais  mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang bermain lebih tenang dan  sabar. Samsul juga mengaku bahwa kunci kemenangan di pertandingan kali  ini adalah menekan lewat serve.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x