Mohon tunggu...
M Yusuf Alamudi
M Yusuf Alamudi Mohon Tunggu... Ilmuwan di Professor Nidom Foundation, penulis dan dosen luar biasa

menulis untuk mencerahkan umat

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Chikungunya di Indonesia

29 Desember 2019   14:13 Diperbarui: 29 Desember 2019   14:17 23 0 0 Mohon Tunggu...

Penyakit demam chikungunya merupakan jenis penyakit yang dapat menular dengan gejala yang mudah dilihat melalui demam yang mendadak, nyeri pada persendian terutama pada sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai bintik-bintik merah pada kulit. Munculnya gejala tersebut disebabkan oleh virus jenis Chikungunya pada genus Alphavirus, Famili Togaviridae.

Penyakit ini disebabkan oleh virus nyamuk pada genus Aedes. Sebagian orang awam penyakit yang sama dengan demam berdarah, tetapi penyakit chikungunya relatif tidak berbahaya dan tidak fatal dibandingkan dengan penyakit demam berdarah (DBD). Penyakit demam chikungunya adalah penyakit self limiting disease (sembuh dengan sendiri). Demam terjadi selama 2-4 hari, sementara munculnya gejala antara 3-10 hari. Gejala utama yang muncul antara lain, tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan rasa nyeri di persendian (linu). Sebagian orang merasakan pegal-pegal, ngilu, juga muncul rasa sakit pada tulang-tulang, medis menyebutnya yaitu demam tulang atau flu tulang. Virus yang berkembangbiak di dalam darah yang menimbulkan rasa nyeri pada tulang hingga berefek kelumpuhan sementara tidak berarti kelumpuhan total.

Vektor yang berperan dalam penularan penyakit chikungunya yaitu nyamuk Famili Culicidae, Genus Aedes, spesies aegypti, dan albopictus. Nyamuk Aedes mengalami proses metamorfosis yang sempurna yaitu dari telur, larva (jentik), pupa, dan nyamuk dewasa. Nyamuk menetaskan larva hingga menjadi pupa membutuhkan air, sedangkan telur jenis nyamuk Ae.aegypti tahan hidup dalam waktu yang cukup lama tanpa membutuhkan air, tetapi dalam lingkungan yang lembab.

Siklus hidup dari nyamuk dalam waktu saru minggu tergantung dari faktor suhu, makanan, jenis spesies, dan faktor yang lainnya. Nyamuk dewasa jantan umumnya hidup hanya bertahan 6-7 hari dengan makanannya berupa cairan tumbuhan atau nektar, sedangkan betina dapat hidup selama 2 minggu atau lebih dengan menghisap darah untuk memproduksi telur-telurnya. Secara umum nyamuk betina Ae.aegypti dan Ae.albopictus memiliki daya terbang sejauh 50-100 meter, tetapi kedua jenis nyamuk tersebut mampu terbang dengan mudah dan cepat dalam mencari tempat perindukkan.

Beberapa tempat perindukkan larva Ae.aegypti yaitu bak mandi, drum, tempat penampungan air, ban bekas, vas bunga, talang rumah, kolam ikan hias yang tidak digunakan lagi, kontainer di luar gedung, dan di segala macam jenis kolam. Sedangkan tempat perindukkan larva Ae.albopictus berada di lubang-lubang pohon, lubang potongan bambu, ketiak daun (6).

Selain itu di bak air, ember, potongan pohon, bambu, dan ketiak daun yang menampung air, dan kontainer buatan di luar gedung.  Kebiasaan nyamuk Ae.aegypti menggigit manusia terjadi pada siang hari, saat manusia melakukan aktivitas. Virus ditularkan oleh nyamuk Aedes akan berkembangbiak di dalam tubuh manusia dan dengan mudah menyerang ke semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa di daerah endemis contohnya di Indonesia. Gejala yang sering terjadi secara mendadak yaitu demam yang tinggi selama lima hari. Mudahnya penularan oleh nyamuk pada saat menghisap darah kepada orang lain terjadi hemoorragic, merupakan virus beredar dalam aliran darah.

Virus chikungunya yang menyebabkan penyebaran yang luar biasa di Indonesia di Provinsi Surabaya, Bali, dan NTB memiliki kesamaan yang sangat besar mungkin berasal dari nenek moyang yang sama.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x