M Yusuf Alamudi
M Yusuf Alamudi Peneliti

menulis untuk mencerahkan umat

Selanjutnya

Tutup

Karir

Ability for Be Researcher, Spirit from Asian Para Games 2018

8 Oktober 2018   15:16 Diperbarui: 8 Oktober 2018   15:33 314 0 0

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmuwan adalah, "Orang yang ahli atau banyak pengetahuannya mengenai suatu ilmu; orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan." 

Mengacu ke definisi ini maka seorang ilmuwan itu adalah orang yang pengetahuannya luas di atas pengetahuan masyarakat pada umumnya.Luasnya pengetahuan itu dimungkinkan karena seorang ilmuwan itu selalu belajar, membaca, meneliti, mereproduksi dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Keseriusan berkecimpung dalam bidang ilmu yang ditekuni menjadikannya seorang ahli dengan wawasan pengetahuan yang mendalam.

Sejarah perkembangan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh sosok ilmuwan. Jumlah ilmuwan sesungguhnya sangat kecil dibandingkan dengan jumlah masyarakat pada umumnya. Namun karena kekuatan gagasan, konsep dan pemikirannya, jumlah yang sedikit tersebut justru mengendalikan jumlah yang banyak.

Kaum ilmuwan yang dalam realitasnya justru menentukan perjalanan sejarah. Dalam perkembangannya, ilmu merupakan bagian yang tidak terpisah dari aktivitas manusia. Hal ini terjadi semenjak zaman Yunani Kuno sampai era sekarang ini. Kegiatan ilmu ini berlangsung secara dinamis sesuai dengan konteks sosial budaya yang ada.

Masyarakat yang perkembangan ilmunya produktif biasanya maju dan cepat berkembang. Sementara masyarakat yang perkembangan ilmunya lambat biasanya tertinggal. Kunci penting yang menentukan perkembangan ilmu adalah ilmuwan.

Ilmuwan atau peneliti merupakan manusia yang diberi kemampuan merenung dan menggunakan pikirannya untuk bernalar. Kemampuan berfikir dan bernalar itu pula yang membuat Ilmuwan atau peneliti sebagai manusia menemukan berbagai pengetahuan baru. Pengetahuan baru itu kemudian digunakan untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari lingkungan alam yang tersedia di sekitar kita.

Oleh karena itu, ilmuwan memiliki beberapa tanggung jawab yang perlu dimiliki, seperti tanggung jawab profesional terhadap dirinya sendiri, sesama ilmuwan dan masyarakat. Yaitu, menjamin kebenaran dan keterandalan pernyataan-pernyataan ilmiah yang membuatnya secara formal. Kemudian tanggung jawab sosial yaitu tanggung jawab ilmuwan terhadap masyarakat yang menyangkut asas moral dan etika.

Kewajiban batiniah seorang ilmuwan sumbangan pengetahuan baru yang benar saja ke kumpulan pengetahuan benar yang sudah ada, walaupun ada tekanan ekonomi atau sosial yang memintanya untuk tidak melakukan hal itu, karena tanggung jawabnya adalah memerangi ketidaktahuan, prasangka, dan mitos dikalangan masyarakat.

Kebenaran ilmiah yang dihasilkan dari pemikiran dan pengamatan seorang ilmuwan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh umat manusia.

Hal itu berarti perlunya kode etik ilmuwan atau yang sering disebut dengan etika keilmuan. Dengan demikian dalam diri manusia memiliki dasar-dasar yang pokok, yaitu dasar ilmu pengetahuan dan moral yang harus ditanamkan dalam diri. Dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat juga merasakan urgensi moral, jadi hal tersebut tidak saja dirasakan oleh manusia dalam kehidupan perseorangan.

Lebih jauh lagi, moral merupakan pembeda yang jelas antara manusia dan makhluk lainnya, seperti hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya. Artinya, tanpa modal moral pada diri manusia, maka manusia akan kehilangan derajat kemanusiaanya sebagai makhluk yang paling mulia, dan hal ini membawa akibat yang sangat fatal. Manusia akan lebih jahat dan lebih buas dari binatang yang terbuas.

Setiap manusia ada yang dilahirkan dengan tubuh yang normal dan tidak , tubuh yang normal pada umumnya bisa beraktifitas dengan leluasa dan bisa melakukan berbagai hal yang diinginkan.

Sementara tubuh yang tidak normal atau cacat tidak bisa melakukan aktifitas seperti orang normal pada umumnya dan mencapai impian yang diimpikan sejak masih kecil.

Tubuh yang kurang normal memang memiliki banyak kekurangan dan begitu pula dengan tubuh manusia yang normal pada umumnya. berbagai aktivitas yang ekstrim dan menyenangkan bisa dilakukan dan dilalui bersama teman-teman seumuran dan sementara orang yang berkelainan fisik tidak bisa melakukan kegiatan menyenangkan bersama kawan-kawan sebayanya.

Di balik kelainan dan kekurangan yang dimiliki setiap orang terdapat kisah mengharukan dan membanggakannya tersendiri baik kisah kekurangan fisik menjadi terkenal di berbagai dunia dan bahkan menjuarai bidang keilmuwan sastra.

Keterbatasan fisik seseorang sering dianggap sebagai suatu hal yang aneh. Padahal dari keterbatasan serta kekurangan pasti Tuhan mengirimkan kelebihan bagi setiap orang. Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas yang ternyata mampu memberikan inspirasi bagi semua orang bahkan bagi orang-orang yang dianggap memiliki fisik lebih sempurna dibandingkan para penyandang disabilitas tersebut. Ilmuwan yang memiliki cacat fisik dan mampu menginspirasi dunia antara lain Thomas Alfa Edison, Stephen William Hawking,Albert Einstein. So dont be afraid be researcher