Mohon tunggu...
Mochamad Yusran
Mochamad Yusran Mohon Tunggu... profesional -

Ketika seorng filsuf menunjuk ke bintang, yang dilihat org bodoh hanyalah telunjuk sang filsuf...

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Keadilan Ekonom dan Sosial, Perspektif Kapitalisme, Komunusme dan Ekonomi Kita (Ketiga)

6 April 2017   23:24 Diperbarui: 8 April 2017   09:31 2308 0 0 Mohon Tunggu...

[caption caption="ilustrasi"][/caption]

KAPITALISME DAN KRITIK ATASNYA

Sebagaimana yang telah di jelaskan pada tulisan kami sebelumnya, bahwa kapitalisme melihat kebebasan individu adalah tonggak keadilan yang bisa melahirkan keseimbangan.

Pada tataran politik, kebebasan itu menjelma dalam bentuk sistem demokrasi neo-liberalisme. Pada ranah ekonomi semua diserahkan pada mekanisme pasar (pasar bebas) untuk menemukan keseimbangan pasar melalui interaksi demand (permintaan) dan suplai (penawaran) atau dalam istilah Adam Smith melalui tangan-tangan tak kentara (invesible hand)

Kapitalisme berpandangan, peran dan atau intervensi negara di sini sebisa mungkin pada titik Zero (tidak ada) dan itu pun kalau ada, intervensi hanya sebatas menjamin kebebasan itu sendiri bagi setiap individu dalam bentuk regulasi peraturan perundang-undangan yang pro pasar bebas.

Begitu pula pada dunia pendidikan, peran agama dan spritual harus ditanggalkan atau dipisahkan darinya atau kita kenal populer istilah sekulerisme dunia pendidikan.

Sekulerisme sendiri adalah pandangan politik yang populer dan sebagai sebab kemunculan abad renasans (abad kebangkitan) di Eropa yang menuntut penghapusan peran kuat gereja atas negara yang sangat dominan pada abag pertengahan (kegelapan).

Sekulerisasi dan leberalisasi itu juga terjadi sampai pada kehidupan berbudaya masyarakat suatu bangsa dalam dan bertujuan untuk mencapai cita-cita keadilan dan kemakmuran.

Namun begitu akhirnya kebebasan ini lantas mengalami kontra-produktif atau destruktif karena ternyata justru memunculkan pemusatan hak kebebasan pada segelintir kelas sosial yang memiliki kekuatan modal besar (oligarki).

Oligarki ini lama kelamaan menjadi lebih kuat memonopoli kebebasan dan hak-hak hidup pada tiap kelas sosial masyarakat lainnya lantaran karakter akumulasi modal (kapitalisasi) pada paham kapitalisme mendorong terjadinya eksploitasi-Imperialisme oleh pemilik modal (borjuis) melalui korporasi (perusahaan) atas alat-alat produksi dan atau para pekerja (proletar).

Oleh sebab itu, kebebasan yang dipuja dan ditawarkan kapitalisme ternyata semu dan hanya melahirkan persaingan yang tidak sehat dan mengakibatkan dikotomi masyarakat kelas yang berujung pada ketidakadilan baik dalam hak sosial masyarakat maupun ekonomi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN