Mohon tunggu...
Mita Karunia
Mita Karunia Mohon Tunggu... Menulis untuk menyapa semesta

email : mitakarunia40@gmail.com | http://karuniamita.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Mengapa Saya Masih Menulis di Kompasiana?

18 Februari 2020   11:23 Diperbarui: 19 Februari 2020   10:17 70 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengapa Saya Masih Menulis di Kompasiana?
Sumber gambar: www.freepik.com

"Loh ngapain masih nulis di Kompasiana?"

"Jadi, kamu masih nulis di Kompasiana?

"Betah banget nulis di Kompasiana."

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sering saya terima dari teman saya. Mereka terheran-heran mengapa saya masih menulis di Kompasiana. Saya bergabung di Kompasiana sedari SMA, di tahun 2012. Sebenarnya saya punya dua akun, sayangnya akun yang pertama lupa password dan akhirnya saya memilih membuat akun baru lagi. Hehehe.

Kenapa sih, saya masih menulis di Kompasiana? Karena saya memang senang menulis, sesederhana itu jawabannya. Sejak duduk dibangku sekolah dasar saya rajin menulis cerita-cerita pendek ke dalam buku diary. Entah mengapa saya melakukan itu, semua terjadi secara otomatis dan saya mendapat kepuasan saat melakukannya.

Nah, saat SMA saya mulai mengenal dunia blogger. Blogger pertama saya adalah Kompasiana, semacam love at first sight HAHAHA. Seru sekali menulis di Kompasiana, saling memberi komentar, rating, dapat teman baru, saya dapatkan di sana. Ketika di bangku kuliah, saya lupa semester berapa, ada satu mata kuliah yang mewajibkan untuk menulis terus dan wadahnya adalah di Kompasiana. 

Setiap tulisan yang dibuat akan diberi poin dan penilaian oleh dosen. Dari sini saya senang sekali, karena saya sudah memiliki akun Kompasiana lebih dulu. Saya pun nyaman menulis di Kompasiana, Yha- saya rasa kalian paham bagaimana rasanya kalau sudah mendapatkan rasa nyaman, sulit ditinggalkan. Hehehe. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan karena menulis di Kompasiana. Berikut saya menjabarkannya di bawah ini!

Judul yang diperbaiki 

Siapa yang menyangka saya bisa belajar dunia kepenulisan secara cuma-cuma di Kompasiana. Berawal dari tulisan saya yang judulnya diperbaiki oleh tim Kompasiana sehingga menjadi judul yang lebih baik, menarik di mata pembaca dan mengundang rasa penasaran. Yha-benar sekali, beberapa tulisan saya ada yang diperbaiki judulnya oleh tim Kompasiana. 

Di saat yang bersamaan pula saya menjadi belajar dan memahami, ternyata "Begini lho cara menulis judul yang benar, yang lebih baik dan menarik di mata pembaca." Soalnya nggak cuma sekali tulisan saya diperbaiki judulnya. Dari sini saya berterima kasih kepada Tim Kompasiana. Saya mulai belajar memperbaiki dan membuat judul yang menarik untuk pembaca setia Kompasiana. 

Tulisan Headline dan Highlight

Bagi saya tulisan headline dan highlight adalah sebuah hadiah istimewa yang saya dapatkan. Karena nggak semua tulisan saya dan penulis di Kompasiana mendapatkannya. 

Melalui tulisan terpilih tersebut saya belajar untuk mencari dan menemukan topik tulisan yang menarik bagi pembaca. Memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Jangan mudah menyerah, terus belajar, dan kita bisa memulai belajarnya dari Kompasiana. 

Menjadi Portofolio 

Buat saya termasuk siapapun yang ingin mencari pekerjaan utamanya di bidang kreatif pasti membutuhkan portofolio dan juga pengalaman. Di akun saya di Kompasiana saya, tulisan tersebut menjadi portofolio. 

Kompasiana ini menjadi portolio online saya selain ada yang cetak. Tapi dengan portofolio online nggak perlu ribet, tinggal mencantumkan link saja. Bersyukur sekali dengan portofolio ini saya dipanggil interview dan di terima kerja. 


Itulah mengapa sampai saat ini saya masih terus menulis di Kompasiana. Menulis di Kompasiana itu gratis alias cuma-cuma sekalian bisa dapat ilmu dan belajar. Baik dari tim Kompasiana atau Kompasianer lain yang juga aktif menulis. Nggak ada ruginya sama sekali, semoga saya dan teman Kompasianer semakin rajin menulis. Salam, mitakarunia.



VIDEO PILIHAN