Mohon tunggu...
Budi Hartono
Budi Hartono Mohon Tunggu... Ini profilku...tidak banyak, tetapi cukup.

Biarkan mengalir seperti biasa...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Spektrum Nilai

10 Agustus 2019   18:07 Diperbarui: 10 Agustus 2019   18:13 0 1 1 Mohon Tunggu...
Spektrum Nilai
amal1-jpg-5d4ea45c0d82303a605344b2.jpg

Bagaimana caranya menghitung amal kita? Rasanya sulit dilakukan karena kita tidak tahu nilai pasti untuk setiap amal yang kita lakukan. Apalagi jika kondisi keikhlasan masuk di dalam unsur perhitungan. Yang bisa kita lakukan hanya memprediksi berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Rasululloh SAW.

Di luar aspek tersebut, kita bisa saja membuat spektrum amal berdasarkan kombinasi kewajiban dan larangan, serta variasi statusnya : dijalankan atau tidak dijalankan. Bila sebuah kewajiban dijalankan, maka artinya kita punya nilai +1. Bila kewajiban tidak dijalankan, nilainya menjadi -1. Di sisi lain, untuk larangan, jika dijalankan menjadi -1 dan bila tidak dijalankan menjadi +1. Kombinasi nilai-nilai inilah yang kita gunakan sebagai dasar dalam menyusun spektrum amal.

tabulasi amal
tabulasi amal

Dari diagram di atas, kita bisa lihat kombinasinya. Mereka yang menjalankan kewajiban dan tidak menjalankan larangan, maka nilainya tertinggi yaitu +2. Yang menjalankan kewajiban tetapi juga menjalankan larangan, nilai saling mengurangi menjadi 0. Begitu juga dengan kombinasi lainnya. Yang menarik dalam hal ini adalah, bahwa opsi spektrum ada di angka absolut -2, 0 dan 2. Tidak ada opsi untuk -1 atau pun 1.

Bagaimana dengan opsi nilai 0? Bagi Anda yang menjalankan kewajiban tetapi juga menjalankan larangan, nilainya 0. Nilai ini sama bila Anda tidak menjalankan kewajiban dan tidak menjalankan larangan. Mereka yang 'diam' saja, 'no nothing' itu sama artinya dengan mereka yang menjalankan kewajiban dan juga menjalankan larangan. Sama-sama NOL.

Jika kita buat grafiknya, maka grafiknya menjadi seperti ini.

grafik amal
grafik amal

Karena nilainya absolut, apakah ada nilai di antara -2,0 dan 2? Tentu saja ini menjadi menarik karena kita pun sama  sekali tidak tahu bagaimana Tuhan membuat penilaian terhadap amal kita berdasarkan kondisi yang kita alami. Misalkan, kita sudah menjalankan kewajiban, tetapi ada sedikit kekurangan karena masih ada unsur telat menjalankannya. Atau bisa jadi ada sedikit unsur pamer di dalamnya. Atau bisa jadi karena tata caranya tidak sesuai sepenuhnya dengan contoh Baginda Rasululloh. Jika demikian, mestinya nilai amal yang kita lakukan tidaklah bulat. Ada nuansa spektrum di dalamnya.

Dalam terminologi fisika, spektrum amal yang semacam itu dapat juga dinyatakan sebagai berikut :

spektrum amal
spektrum amal

Ada nilai di antara -2, 0 dan +2. Berapa pun nilainya, itu adalah nilai antara yang kita dapat karena ada faktor X yang terlibat ketika amal itu dilakukan. Seseorang bisa saja mejadi sangat buruk sehingga memiliki spektrum -2. Yang dilakukan hanya menjalankan larangan dan meninggalkan kewajiban. Sebaliknya, seseorang bisa mendapatkan nilai maksimal +2 jika menjalankan kewajiban dan juga meninggalkan larangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2