Hijau

Belajar Memahami "Environmental Communication"

4 Desember 2017   04:45 Diperbarui: 4 Desember 2017   04:47 572 1 0
Belajar Memahami "Environmental Communication"
Source : tc.pbs.org


Setelah membahas komunikasi kesehatan dalam beberapa artikel yang telah saya unggah beberapa minggu belakangan ini, saya kini tertarik untuk membahas mengenai komunikasi lingkungan. Banyak orang yang belum memahami apa sebenarnya komunikasi lingkungan dan bagaimana dua konsep ini dapat disatukan. Komunikasi lingkungan sendiri tidak dapat didefinisikan hanya sebagai "berbicara" atau transmisi informasi mengenai topik yang luas mengenai lingkungan, seperti global warming atau habitat beruang Grizzly, definisi kita dapat menjadi semakin luas mengikuti variasi topik yang ada dalam diskusi.

Komunikasi lingkungan sendiri di definisikan sebagai peran penting dari bahasa, seni, fotografi, protes jalanan, dan laporan ilmiah sebagai bentuk dari aksi simbolik. Pernyataan ini dikemukakan oleh Kenneth Burke, seorang teoritis retorikal. Didalam buku yang ditulis oleh Burke menyatakan bahwa bahasa yang paling tidak emosionalpun perlu perssuasif. Hal ini karena bahasa dan aksi simbol melakukan sesuatu sekaligus mengatakan sesuatu.

Didalam buku ini komunikasi lingkungan didefinisikan sebagai alat prakmatis dan konstitutif untuk memahami lingkungan dan juga hubungan kita dengan alam, Medium simbolik lah yang kita gunakan saat membangun masalah lingkungan dan menegosiasikan perbedaan respon  masyarakat terhadap kita. Dari definisi ini komunikasi lingkungan menyajikan dua fungsi yang berbeda yaitu:

  • Komunikasi lingkungan itu pragmatis. Dalam hal ini komunikasi lingkungan digunakan sebagai pemecah masalah yang ada dalam kaitannya dengan lingkungan. Dalam arti kata lain komunikasi lingkungan dapat diterapkan oleh praktisi lingkungan untuk melakukan debat dalam tujuan untuk menyelesaikan masalah.
  • Komunikasi lingkungan sebagai konstitutif juga membantu kita mendefinisikan sibjek tertentu sebagai masalah. Sebenarnya sebagai konstitutif itu membangun masalah yang ada dalam masyarakat, misalkan sampah plastik dapat menjadi masalah ketika kita membicarakan efek jangka panjang, sehingga tadi yang dianggap plastik sebagai inovasi paling crucialdalam kehidupan manusia kini dapat didefinisikan sebagai masalah ketika yang dilihat efek jangka panjangnya. Secara singkat fungsi ini adalah untuk melihat masalah dalam subjek tertentu.

Komunikasi lingkungan memiliki bidang masing-masing, tepatnya terdapat 7 bidang yang ada dalam komunikasi lingkungan. Sejalan dengan perkembbangan ilmu lingkungan ddikhususkan terutama untuk peran komunikasi manusia dalam konteks lingkungan juga mulai meningkat. Pelajaran yang ada dalam buku ini adalah mempelajari media berita lingkungan, metode dari partisipasi masyarakat dalam diskusi lingkungan, retorika lingkungan, komunikasi resiko, resolusi konflik lingkungan, dukungan kampanye, "green" marketing, dan gambaran lingkungan di kultur populer. Untuk lebih jelas lebih baik kita langsung membahas apa saja ke tujuh area belajar dari komunikasi lingkungan,yaitu:

  • Retorika dan diskusi mengenai lingkungan. Dalam hal ini dilakukan oleh profesi jurnalis untuk membuat tulisan mengenai lingkungan, bisnis kampanye PR, media environtmental, dan website.
  • Media dan jurnalisme lingkungan. Fokus dari bidang ini adalah berita, iklan, program komersil, dan situs internet membingkai ¬†masalah alam dan lingkungan. Pada area studyini juga mempelajari efek dari media dalam sikap publik.
  • Partisipasi publik dalam pembuatan keputusan lingkungan. Saat dilakukan dengan baik, partisipasi masyarakat dapat meningkatkan kualitas legitimasi dalam pengambilan keputusan dan dapat mengarahkan ke hasil yang baik dalam hal ini lingkungan. Logikanya ketika masyarakat yang lebih mengetahui kondisi lingkungannya memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah, diharapkan masukan tersebut adalah yang paling tepat untuk dilakukan karna sumber yang berasal dari warga sendiri, hal ini juga meningkatkan rasa memiliki masyarakat.
  • Pemasaran sosial da dukungan pada kampanye. Konsep pemasaran sosial bertujuan untuk mengubah perilaku individu untuk mendapatkan goallingkungan atau yang terkait dengan sosial.
  • Kolaborasi environtmentaldan resolusi konflik. Intinya adalah bagaimana stakeholder dapat berkolaborasi untuk menyelesaikan masasalh bersama, bukan dengan berdebat untuk melemparkan tanggung jawab.
  • Komunikasi krisis membicarakan mengenai krisis yang dapat terjadi pada organisasi dan bagaimana strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah, atau membuat perencanaan agar terhindar dari krisis.
  • Representasi dari alam dalam kultur populer dan green marketing. Penggunaan gambaran alam dalam musik populer, program televisi, pertunjukkan, iklan, fotografi sudah bukan menjadi hal yang mengherankan lagi. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana image¬† alam dapat mengerucutkan bentuk dari budaya populer dan mempengaruhi sikap kita terhadap alam.