Mohon tunggu...
Mutia Faridah
Mutia Faridah Mohon Tunggu... Lainnya - Hamba Allah

Otw mencari ridlo Allah

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pelajaran dari Ta'awudz; Memohon Perlindungan Allah dari Dua Jenis Syetan

8 September 2020   19:23 Diperbarui: 8 September 2020   19:26 2173
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pelajaran dari Ta'awudz; Memohon Perlindungan Allah dari Dua Jenis Syetan

Menurut Ibnu Katsir Rahimahullah,  makna a'udzu billahi minasy syaitanir rajim " adalah :

* aku berlindung di bawah naungan Allah dari godaan setan yang terkutuk agar setan tidak dapat menimpakan mudarat pada agamaku dan duniaku.

* Atau agar setan tidak dapat menghalangi diriku untuk mengerjakan apa yang diperintahkan kepadaku.

* Atau agar setan tidak dapat mendorongku untuk mengerjakan hal-hal yang dilarang aku mengerjakannya".

Masyaallah. 

Bacaan yang dikenal dengan ta'awudz ini dianjurkan dibaca saat akan membaca Al Qur'an untuk menolak godaan yang mengganggu bacaan. Hal ini dijelaskan dalam QS. An Nahl 100. 

Apabila kamu membaca Al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (An-Nahl: 98)

Tapi kita pasti setuju bahwa doa ini harus bin wajib dibaca kapanpun saat kita akan melakukan sesuatu. Diiringi kemudian membaca basmalah.

Meminta perlindungan pada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Karena hanya Allahlah yang mampu mencegah kejahatan pada manusia. Kejahatan dari syetan dari dua jenis; yaitu dari Jin dan manusia.

Uniknya, Al Qur'an memberikan tuntunan berbeda untuk menghadapi dua jenis syetan tsb.

Pada syetan yang tidak kelihatan dari bangsa jin, kita mutlak meminta perlindungan Allah untuk mengatasinya. Karena hakikatnya syetan yang nggak kelihatan ini nggak bisa disuap atau nggak berpengaruh dengan sikap baik manusia. Memang pembawaannya jahat dari sononya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun