Mohon tunggu...
Mutia dhezacantika
Mutia dhezacantika Mohon Tunggu... Universitas Nasional

Ilmu Komunikasi

Selanjutnya

Tutup

Media

Jurnalisme Online dalam Industri Media

7 Juni 2020   12:10 Diperbarui: 7 Juni 2020   12:15 4 0 0 Mohon Tunggu...

Perkembangan teknologi informasi membawa jurnalisme berkembang dan bertransformasi jauh lebih pesat. Munculnya internet yang menyediakan beragam informasi dan berita, lambat laun mulai mengalahkan kepopuleran media cetak. Bahkan banyak situs berita di internet menyajikan berita dengan cepat dan tanpa memungut biaya. Seseorang dapat berhubungan dengan siapapun, dimanapun, kapanpun tanpa dibatasi oleh faktor waktu, jarak, jumlah, kapasitas dan kecepatan. 

Perkembangan internet mendorong transformasi jurnalisme, yang meliputi perubahan industri, organisasi media massa, kerja jurnalis atau wartawan, berita yang disajikan dan pembaca. Kemunculan media baru ini sejalan dengan perkembangan audiens yang semakin dinamis dalam mencari informasi di media massa. Informasi saat ini memang sangat di butuhkan untuk menunjang segala aspek kehidupan masyarakat mulai dari sosial, politik, ekonomi, hukum hingga gaya hidup. Kehadiran jurnalistik online yang semakin pesat membawa perubahan fundamental dalam dunia jurnalistik di industri media. 

Jurnalisme online yang merupakan tipe baru jurnalistik dengan sejumlah fitur dan  karakteristiknya yang berbeda dari jurnalisme konvensional, mendorong jurnalisme harus merambah ke internet sebagai media baru yang menawarkan digitalisasi. Fitur-fitur uniknya yang menawarkan kemungkinan tidak terbatas dalam memproses dan menyebarkan berita, mampu menarik khalayak dengan kemudahannya. Semua media tentunya interaktif, dengan adanya teknologi internet para jurnalis dapat membuat sebuah berita dalam bentuk apapun baik secara gambar dan suara, serta dapat diakses berulang-ulang, dapat dikomentari secara interaktif dan lain-lain. 

Media online ini adalah media generasi ketiga dalam industri media,  setelah media cetak seperti koran, majalah, buku dan media elektronik yakni radio, televisi, film atau video. Dasar dari sebuah media online bisa disebut sebagai cabang baru jurnalistik online dan jurnalisme warga yang menjadi sarana tercepat bagi setiap orang untuk menyebarkan dan mendapatkan informasi. 

Karakteristik jurnalisme online yang berbasis multimedia, lebih aktual, cepat, kapasitas luas, fleksibilitas, keluasan konten dan interaktif memungkinkan pengelola dapat mengelola, mendapatkan informasi dan mempublikasikan secara lebih mudah. Namun, keunggulan tersebut tidak serta merta menjadikan portal berita online menjadi jauh lebih baik dibandingkan media lainnya, terutama dalam kualitas produk jurnalisme atau konten berita. 

Beberapa fitur dalam jurnalisme online yang didukung teknologi internet justru disebut sebagai ragam penyebab dari terjadinya pengikisan idealisme dan kredibilitas dalam jurnalisme online. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, di era internet ini mengantarkan jurnalisme online pada dilema dan himpitan antara mengedepankan berita berdasarkan minat pasar atau minat publik, hal itu berdampak pada kualitas konten berita yang diproduksi media. 

Jurnalisme online memang saat ini selalu menjadi sorotan, tetapi jurnalisme online memiliki kekurangan yang dianggap tidak mengedepankan objektifitas, karena berita hanya untuk mengejar keinstanan dengan kecepatan internet tanpa melihat kelengkapan dan akurasi berita. Salah satu bagian dari objektifitas berita adalah akurasi, karena akurasi sangat berpengaruh pada kredibilitas penilaian media maupun jurnalis yang menulis berita tersebut. Kebenaran atau akurasi dari suatu berita adalah menjamin kepercayaan pembaca. Walaupun jurnalis online dituntut lebih memperhatikan kecenderungan aktual menyangkut kredibilitas dan akurasi, serta harus waspada terhadap kecepatan penyampaian berita yang seimbang, dengan kapasitas akurasinya namun faktanya masih banyak jurnalis online yang tidak objektif.  

Media berita online selaku sebuah industri, dapat memproduksi berita dengan jumlah yang banyak namun isi dari berita itu sendiri belum tentu relevan. Hal tersebut terbilang mengkhawatirkan, mengingat dapat mempermudah meluasnya hoax di tengah masyarakat dengan tingkat literasi digital yang belum ideal, sehingga kualitas berita yang disajikan menjadi persoalan yang saling berkaitan. Meskipun validitas dan akurasi menjadi kendala dalam jurnalistik online, tetapi harus kita akui banyak keunggulan yang dapat kita peroleh dari jurnalisme online tersebut. 

Perubahan praktik jurnalisme online di Indonesia ini memberikan tantangan tersendiri dalam industri media. Tantangan bagi jurnalisme online yaitu adanya situs opini, dimana situs berita sebagai media massa menyediakan ruang bagi penulis luar yang bukan termaksud wartawan untuk menuliskan opini atau pendapat mereka mengenai isu tertentu. Kondisi ini terlihat dari keberadaan situs-situs yang menjadi corong propaganda sehingga adanya situs-situs yang mengandalkan opini, persepsi dan pandangan ini menjadi tantangan bagi jurnalisme. 

Praktik jurnalisme online yang lebih memfokuskan pada audiens untuk membaca dan saling berintetaksi satu dengan yang lainnya membuat jurnalis online harus lebih cakap dan terampil untuk menghasilkan sebuah berita dengan mengoptimalkan kemampuan teknologi komunikasi saat ini. Perubahan lainnya dalam praktik jurnalisme online terjadi karena adanya media sosial. Media sosial seperti twitter, instagram, dan facebook mampu menyajikan berita dalam bentuk foto, videografis, dan live streaming sebagai media penyebarluasan berita. Dalam jurnalisme online juga terdapat batasan yang terletak pada faktor teknis komputer server secara kuota atau ruang data dimana informasi tersebut disimpan dan lamanya waktu akses.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x