Mohon tunggu...
Muthia Rachma
Muthia Rachma Mohon Tunggu... Hi!

so let not this present life deceive you

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Gaya Hidup Sehat Saat Pandemi

14 Januari 2021   00:30 Diperbarui: 14 Januari 2021   00:35 81 1 0 Mohon Tunggu...

Sudah hampir satu tahun berlalu pandemi ada ditengah kehidupan, sudah beribu manusia juga yang gugur akibat virus COVID-19 ini. Nyawa manusia memang berada pada tangan Sang Pencipta, tetapi sebagai manusia bukan berarti harus pasrah begitu saja. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki imunitas dalam tubuh sehingga mampu melawan virus yang tengah kita hadapi. Lalu, apa saja sih yang bisa mempertahankan imun kamu saat ini?

Salah satunya dengan berolahraga, bukan hal yang mustahil jika berolahraga di tengah pandemi COVID-19. Bahkan, semestinya olahraga kian digiatkan untuk menjaga kebugaran tubuh. Tubuh yang bugar dan sehat akan sulit terpapar dan dimasuki virus karena daya tahan tubuh yang lebih kuat. Selain berolahraga perlu didampingi dengan menerapkan protokol kesehatan serta mengkonsumsi makanan yang bersih, sehat dan bergizi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengampanyekan #HealthAtHome atau #SehatDiRumah melalui kegiatan fisik di tengah pandemi. Menurut WHO, olahraga tak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tapi juga mental.

Menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak aman) dimanapun kamu berada, hal ini harus menjadi rutinitas masyarakat pada saat pandemi guna untuk meminimalisir penularan COVID-19. Dalam pemakaian masker pemerintah juga sudah menetapkan standar SNI untuk masker kain yang aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Deputi Bidang Pengembangan Standar Badan Standarisasi Nasional (BSN) Nasrudin Irawan mengatakan, saat ini masker kain yang beredar di pasaran ada terdiri dari satu lapis, dua lapis, dan tiga lapis. Contoh masker kain satu lapis yang banyak beredar adalah masker scuba atau buff. Namun, sesuai SNI, masker yang berlaku yaitu masker yang minimal terdiri dari dua lapis.  Pedoman mengenai masker kain SNI telah diatur dalam Keputusan Kepala BSN Nomor No.408/KEP/BSN/9/2020.

Selain itu, WHO juga menyarankan untuk selalu mencuci tangan demi mencegah penyebaran virus corona dengan cara bersihkan tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air atau cairan yang berbasis alkohol 60 persen.

Mencuci tangan dapat membantu penyebaran COVID-19 dari satu orang ke orang lain. Karena kuman dapat menyebar atau permukaan saat menyentuh bagian mata, hidung, dan mulut dengan tidak mencuci tangan, makan atau menyiapkan makanan dan minuman dengan tidak mencuci tangan, atau mengesang, batuk, bersin dan kemudian menyentuh tangan orang lain atau benda-benda.

Menurut WHO, mencuci tangan agar bersih menghabiskan waktu sekitar 20-30 detik. Ikuti 7 langkah mencuci tangan yang benar menurut WHO untuk mencegah infeksi virus, kuman, dan bakteri.

  • Basahi tangan dan tuangkan sabun di telapak tangan.
  • Gosokkan sabun dengan kedua telapak tangan.
  • Gosok punggung tangan dan kiri dengan jari yang terjalin pada keduanya.
  • Tangan kanan dan kiri saling menggenggam dan jari bertautan agar sabun mengenai kuku dan pangkal jari
  • Gosok ibu jari dengan menggunakan tangna kanan dan sebaliknya.
  • Bilas dengan air yang mengalir dan keringkan tangan.

Jika dalam kondisi tertentu, tidak ada air dan sabun maka dapat digantikan dengan hand sanitizer sesuai dengan saran Center for Disease Control and Prevention (CDC) untuk menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol minimal 60 persen.

VIDEO PILIHAN