Mohon tunggu...
ABDUL MUIN
ABDUL MUIN Mohon Tunggu...

Seorang Journalist Amatir

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Di Papua Tidak Ada May Day

30 April 2012   17:51 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:54 0 0 3 Mohon Tunggu...

Bukan karena di Papua tidak ada buruh namun 1 Mei setiap tahunnya, warga papua lebih memfokuskan memperingati masuknya Irian Jaya Barat (Waktu Itu) ke Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana pada tanggal 1 Mei 1969 adalah kembalinya Papua ke NKRI.

Terlepas dari Pro dan Kontra keabsahan PEPERA tersebut, nyaris tidak ada kegiatan buruh untuk menyambut “May Day” namun diberbagai sudut kota di Tanah Papua berkibarlah bendera Merah Putih seolah olah besok adalah hari Kemerdekaan RI bahkan dibeberapa tempat rapat persiapan adanya gangguan keamanan lebih di intensifkan yang dilanjutkan dengan Show Of Force.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) salah satu dari sekian banyaknya komponen yang menyatakan bahwa PEPERA merupakan “aneksasi” NKRI terhadap Irian Jaya Barat agar dapat bergabung dengan NKRI bahkan dengan terang terangan akan melakukan aksi unjuk rasa menentang pemerintah setiap tanggal 1 Mei.

Disisi lain, berbagai spanduk berisikan “NKRI Harga Mati”, “Kami Semua Bersaudara Dari Sabang Hingga Merauke”, dan masih banyak lagi berbagai propaganda dengan mengatasnamakan berbagai Organisasi Massa bentukan. Saya sebut bentukan karena Oganisasi tersebut hanya memasang spanduk Jelang 1 Mei, 1 Desember serta 14 Desember setiap tahunnya.

Anehnya, setiap tahun pelaku usaha selalu dibarengi dengan kekhawatiran adanya aksi anarkis yang akan terjadi setiap tanggal tersebut diatas. Bukan karena para karyawannya akan melakukan aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh namun dipastikan karyawannya tidak mau bekerja khawatir keluarganya tidak aman saat peringatan kembalinya Papua kedalam NKRI.

Setiap tahun pula kekhawatiran yang sama dirasakan oleh ratusan ribu warga yang mendiami Tanah Papua. Mulai dari siswa yang tidak mau sekolah, guru yang tidak mau mengajar, pegawai negeri yang tidak mau berkantor hingga pengusaha yang terpaksa “libur”.

Namun, setiap tahun pula hanya spanduk dan ribuan bendera Merah Putih yang menjawab keresahan dan kekhawatiran warga...............

KONTEN MENARIK LAINNYA
x