Mohon tunggu...
Muhammad Yusuf Ansori
Muhammad Yusuf Ansori Mohon Tunggu... Mari berkontribusi untuk negeri.

Bertani, Beternak, Menulis dan Menggambar Menjadi Keseharian

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

Dipaksa Bangun Dini Hari Seperti Ayam

19 April 2021   07:10 Diperbarui: 19 April 2021   16:02 228 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dipaksa Bangun Dini Hari Seperti Ayam
Ilustrasi: Dokpri.


Dini hari bukan waktu yang nyaman untuk bangun dari tempat tidur. Namun, itu dilakukan ketika Ramadan tiba.


Ayam pun suka bangun dini hari dan berkokok, bahkan jauh lebih awal dari suara adzan yang berkumandang. Bagi saya, bukan suatu kebiasaan untuk terbangun dini hari. Kantuk masih terasa dan tak kuasa untuk menahannya.

Ketika waktu sahur tiba, kantuk itu dilawan. Demi sebuah misi menjalankan ibadah puasa di siang nanti, kemalasan benar-benar harus dikalahkan. Karena tidak biasa bangun dini hari, alarm pun disetting untuk menyala jam 3 pagi. Padahal, sebelumnya bangun pagi menunggu adzan berkumandang dari speaker masjid dekat rumah.

Sebelum bulan Ramadan  saya tidak bisa berlomba bangun dengan ayam jantan di peternakan. Kandang begitu berisik padahal cahaya matahari belum muncul di ufuk timur. Si ayam seperti meledek orang-orang di sekitarnya, "Hei, bangun! Dasar pemalas!"

Saya curiga jika genetik ayam sudah diciptakan bangun pagi. Anehnya, manusia tidak terpengaruh menjadi rajin bangun pagi padahal sudah sering makan daging ayam.

Kalau begitu, manusia bukan mengubah kode genetiknya untuk bisa bangun pagi seperti si ayam. Tapi, mengubah "setting" pikiran kita. Sebagaimana kata banyak orang, kelakuan kita cerminan dari apa yang ada dalam pikiran.

Selama sebulan penuh kita diajak untuk mengatur  pikiran jika bangun pagi itu sesuatu yang baik. Mungkin sekali manusia dikaruniai kemampuan untuk bangun pagi seperti ayam jantan. Tetapi, lingkungan sangat mempengaruhi cara berpikir dan bertindak. Kemudian, sanggupkah pikiran kita dipengaruhi lingkungan yang sering meninabobokan?

***

Semoga saja bukan hanya bulan Ramadan manusia sanggup berlomba bangun pagi dengan si ayam jantan. Ah, saya juga malu kalau membicarakan ini. Sebagai makhluk yang "dianggap sempurna", manusia suka jumawa akan predikat itu.

Dalam beberapa hal, manusia masih kalah dari makhluk yang dianggap lebih rendah.  Sayangnya, sikap rendah hati itu tidak mampir ke hati seorang manusia.

Keengganan manusia untuk meniru makhluk lain akibat dinding penghalang dalam pikiran. Padahal, jika mau mengambil hikmah dari setiap kejadian alam maka manusia layak menyandang predikat pemimpin di muka bumi.

VIDEO PILIHAN