Mohon tunggu...
muhammad jefri
muhammad jefri Mohon Tunggu... Wong cilik

Memang baik menjadi orang hebat, tapi lebih hebat menjadi orang baik

Selanjutnya

Tutup

Bola

Pemimpin Baru PSSI, Optimis atau Pesimis?

9 November 2019   11:13 Diperbarui: 9 November 2019   11:14 0 1 0 Mohon Tunggu...

Pemimpin PSSI yang Baru, Pesimis atau Optimis?

Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) mungkin merupakan nama yang tidak asing lagi di telinga kita. PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama sebelumnya adalah Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Para pemimpin silih berganti, tetapi masih belum kita lihat adanya prestasi. PSSI baru saja menyelesaikan Kongres Luar Biasa (KLB) pada tanggal 2 November di Jakarta beberapa waktu yang lalu dengan agenda pemilihan ketua umum, wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif PSSI. Dan hasilnya adalah Mochammad Irawan terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 dengan kemenangan mutlak dengan meraih 82 suara dari 86 voter.

Dengan terpilihnya Mochammad Irawan tentu memiki banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dibenah, terutama didalam tubuh PSSI itu sendiri. Mochammad Irawan alias Iwan Bule harus berani melakukan reshuffle kepada muka-muka lama sudah terlalu lama menduduki jabatan di PSSI tetapi minim akan prestasi. Yang menduduki jabatan PSSI hanyalah orang-orang lama, nyaris tidak  terlihat orang-orang baru dengan gagasan yang yang lebih segar. Orang-orang baru dibuat sulit untuk masuk kedalam organisasi ini. Sepak bola Indonesia tidak akan kemana-mana jika pengurus nya orang-orang itu saja.

Kita semua tahu bahwa PSSI saat ini sedang tidak baik baik saja, banyak sekali yang harus diperbaiki mulai dari faktor internal maupun eksternal. Mungkin kita bisa memulai terlebih dahulu dari penataan atau manajemen liga yang ada, pelatihan wasit, dan kesejahteraan pemain juga menjadi perhatian. Dan mulai menata jadwal liga dengan baik karena yang kita lihat banyak sekali pemain yang mengeluh dengan jadwal yang padat. Dan yang paling menjadi perhatian khusus adalah kasus mafia bola yang belum terselesaikan sampai dengan saat ini.

Sepak bola kita tidak akan maju jika para mafia bola masih berkeliaran dengan bebasnya. Kasus ini harus diselesaikan secepat mungkin, usut tuntas sampai ke akar-akarnya, dan kita harus memberikan apreasi karena dibentuknya Satgas anti mafia bola tersebut, dan menurut saya ini adalah salah satu upaya dilakukan dan di harapkan mampu membuat sepak bola kita lebih baik lagi kedepannya.

Dengan terpilihnya Mochammad Irawan sebagai Ketua Umum PSSI banyak menyita perhatian publik, karena publik menilai proses yang dijalani tidak ada keterbukaan, salah satunya adalah seharusnya dalam pemilihan Ketua Umum  tersebut para calon seharusnya memaparkan visi misinya supaya para voters tau harus memilih yang mana dan yang punya komitmen untuk memajuka sepak bola kita. Disinilah Iwan Bule harus bisa membuat masyarakat untuk percaya lagi kepada PSSI, masyarakat menilai bahwa organisasi sudah sangat tidak sehat. Dan untuk menjawab keraguan yang ada ditengah masyarakat dengan prestasi.

Tidak ada yang salah jika masyarakat pesimis terhadap PSSI, khususnya kepada Ketua Umum yang baru. Seperti yang kita ketahui Iwan Bule tidak memiliki background dari ranah sepakbola atau olahraga pada umumnya. Tidak heran jika ini menjadi keraguan ditengah masyarakat. Iwan Bule harus menjawab semua keraguan masyarakat, dan yang sudah menanti diantaranya adalah SEA Games yang akan dimulai pada akhir bulan November di Filipina, Piala AFF 2020 dan tuan rumah Piala Dunia U-19.

 Kita sebagai masyarakat atau pecinta sepak bola tanah air harus menaruh keyakinan dan optimis dengan terpilihnya pemimpin PSSI yang baru dapat mengubah sepak bola Indonesia lebih baik kedepannya. Besar harapan kita supaya masalah-masalah yang ada di sepak bola kita terselesaikan dan kita bisa mengukir prestasi. SELAMAT MENJABAT PEMIMPIN BARU PSSI, DAPAT SALAM DARI ANAK NEGERI YANG RINDU AKAN PRESTASI.