Mohon tunggu...
Ilman Lathif
Ilman Lathif Mohon Tunggu... -

mahasiswa Program Studi Komunikasi Islam STAIN Kediri

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Rendahnya Minat Baca Pelajar Kota Kediri

26 Februari 2013   02:41 Diperbarui: 24 Juni 2015   17:41 619 0 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
13618463341660112403

Kediri- Membaca merupakan sebuah aktifitas di mana untuk memperoleh sebuah wawasan atau pengetahuan yang mana itu menjadi sebuah kebutuhan setiap pelajar baik itu dikalangan SD, SMP, maupun SMA bahkan ditingkat Mahasiswa. Tentu kita ingat dengan sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa “buku adalah jendela dunia, maka jika kamu ingin mengetahui dunia perbanyaklah membaca buku”. Kemudian yang menjadi sebuah pertanyaan sekarang adalah apakah budaya semacam itu hingga sampai saat ini masih menjadi kebutuhan bagi pelajar?.

Apalagi sekarang juga dipengaruhi dengan berkembangnya dunia teknologi yang sangat pesat. Misalnya, komputer dengan internetnya, ataupun handphone yang sudah semakin canggih dalam mengakses internet. dan ini juga sangat mempengaruhi dari minat seorang pelajar terhadap membaca. Mungkin memang bisa dikatakan bahwa dengan kehadiran dunia teknologi ini para pelajar akan dimanjakan dengan kemudahan-kemudahan dalam pemenuhan kebutuhannya.

Kita lihat dikalangan pelajar saat ini di mana seharusnya mereka yang lebih membutuhkan terhadap hal-hal semacam itu, bahkan di setiap instansi-instansi pendidikan pasti menyediakan fasilitas untuk mereka membaca yakni sebuah perpustakaan.

Di kota Kediri misalnya, bagaimana jika kita melihat fenomena-fenomena pelajar yang gemar membaca atau buku-buku yang mereka bawa itu hanya sebagai formalitas saja.

Setelah saya mencari informasi dari berbagai instansi pendidikan yang ada di Kota Kediri, ternyata jawabannya sangat menarik. Di mana rata-rata pengunjung perpustakan setiap bulannya kurang dari 50 siswa, dan rata-rata mereka datang karena melihat kebutuhan mereka, ketika merasa sangat membutuhkan untuk mengerjakan tugas misalnya, baru mereka menyempatkan untuk datang ke perpustakaan.

Hal ini terjadi saat saya berkunjung ke salah satu sekolah di kota kediri SMA 5 Kota Kediri seorang pengelola perpustakaan erna, mengungkapkan bahwa setiap harinya kurang dari 10 siswa yang berkunjung ke perpustakaan, dia juga menambahkan selain faktor minat baca dari siswa tersebut ini kurang ini juga karena beberapa fasilitas dan sarana yang ada seperti kondisi perpustakaan yang kurang nyaman dan juga buku-buku penunjang yang masih minim.

Hal ini ditambahkan oleh salah seorang siswa SMA 5 Kota Kediri rada bahwa rata-rata dia datang berkunjung dalam sebulan itu kurang dari 2 kali. Itupun kalau sedang ada tugas pelajaran sedangkan ketika tidak ada tugas dia tidak datang ke perpustakaan. Selain itu rada juga menyayangkan dengan pelayanan petugas perpustakaan, di mana petugas perpustakaan kurang begitu familiar dengan penyambutan pengunjung perpustakaan.

Hal ini juga terjadi di sekolah swasta di Kota Kediri yakni SMK TI Pelita Nusantara, di mana dari jumlah unit buku yang ada yakni 2403 unit, di mana dalam kuota sebanyak itu tentu sudah mencukupi kebutuhan dari siswa sekolah tersebut, namun hal ini tidak sebanding dengan jumlah pengunjung dan peminjam dalam setiap bulannya. Seperti yang disampaikan oleh Ika Arina selaku petugas perpustakaan SMK TI Pelita Nusantara yakni dalam seharinya siswa yang berkunjung ke perpustakaan kurang dari 20 siswa, sedangkan data peminjam dari awal tahun 2013 hingga bulan februari tanggal 7 mencapai 43 peminjam.

Salah seorang siswa SMK TI Pelita Nusantara juga mengakui bahwa kebanyakan siswa-siswa malas untuk datang ke perpustakaan karena lebih sering datang ke laboratorium, artinya mereka lebih suka bergelut dengan hal-hal yang berkaitan dengan teknis daripada bergelut dengan buku-buku.

Kemudian ada salah satu yang menarik dari dalam perpustakaan yang ada di SMA 1 Kota Kediri, di mana salah seorang petugas yang juga perintis berdirinya perpustakaan itu mempunyai sebuah trik guna menarik minta siswa untuk berkunjung ke dalam perpustakaan itu, yakni Siti Rumaeni.

Di mana dia selalu tersenyum dan mendoakan setiap siswa yang mau berkunjung ke perpustakaan. Ini menjadi sebuah inisiatif yang positif guna marangsang minat siswa untuk rajin datang dan membaca ke perpustakaan.

Kemudian saat saya berada di dalam perpustakaan SMA 1 Kota Kediri saya mencoba berbicang-bincang dengan salah satu siswa yang sedang asyik mengobrol sambil membaca buku, denara kelas X1. Dia mengakui bahwa perpustakaan sekolahannya memang banyak yang berkunjung, namun selain para siswa di sana membaca ternyata ada juga siswa-siswa yang hanya datang untuk sekedar tiduran, mengobrol dan menghabiskan waktu istirahat saja.

Banyak hal yang disayangkan kenapa minat baca dari pelajar itu bisa sangat menurun. Mungkin tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Siti Rumaeni itu bisa dicontoh oleh beberapa perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah Kota Kediri, agar para siswa setidaknya mau untuk datang ke perpustakaan, atau setidaknya mereka mau menginjakkan kakinya ke lantai perpustakaan.

Selanjutnya perpustakaan lebih memperhatikan kebutuhan dan buku-buku yang itu disenangi oleh siswa seperti buku-buku yang itu sifatnya penghibur, jadi ketika siswa itu jenuh membaca buku tentang pelajaran ada sebuah selingan yang menjadi hiburan bagi siswa tersebut.

Selain itu pengelola juga harus memperhatikan fasilitas dan sarana membaca, dengan membuat suasana dalam perpustakaan itu menarikuntuk tempat bagi siswa membaca.

Dan juga selain itu, ada faktor dorongan dari orang tua, di mana peran orang tua di sini sangat berpengaruh dalam mendorong anak-anaknya untuk selalu gemar membaca, dan juga orang tua juga perlu tau bagaimana siasat agar anaknya tidak jenuh dalam membaca, seperti memberikan sebuah inovasi dalam memberikan buku-buku yang diberikan kepada anak-anaknya. Jadi ketika anaknya membaca tidak monoton dan tidak bosan, karena ada berbagai variasi buku yang dibacannya. ('ilman lathif)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan