Mohon tunggu...
Muhammad Fauzi
Muhammad Fauzi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Sarjana Pengangguran
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Jangan sesekali kalian mengeluh tentang kehidupan, bersyukurlah kalian kepada sang pencipta.

Selanjutnya

Tutup

Cryptocurrency

Tertarik dengan Crypto, Pahami Mitos dan Fakta yang Beredar

7 Agustus 2022   16:57 Diperbarui: 7 Agustus 2022   16:57 131 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
ilustrasi aset crypto (sumber shutterstock by kompas.com)

Walaupun di era perkembangan digital yang bisa dibilang sangat berkembang sekarang ini, serta informasi sangat mudah didapatkan. Ternyata banyak orang yang masih tetap menanyakan tentang beberapa mitos tentang crypto. Ada bagus juga ya, daripada malu bertanya sesat dijalan atau malah nantinya boncos kemudian.

Kali ini saya bakal menguraikan fakta di balik mitos-mitos mengenai crypto yang beredar di masyarakat luas. Nah sekarang ini saya sudah merangkumnya ke dalam lima daftar mitos yang paling sering beredar.

1. Crypto Tidak Aman

Yang pertama dan sering kita dengar mengenai crypto adalah crypto itu tidak aman. Kok bisa bilang begitu, padahal aset crypto itu sama halnya seperti investasi lainnya. Seperti emas, saham, bahkan sama seperti uang kertas. Yang menjadikan tidak aman disebabkan karena si perilaku dari investornya sendiri. Sederhananya begini, kamu mempunyai emas atau uang, tapi kamu simpan di sembarang tempat. Tentu saja emas dan uang yang kamu miliki bakal hilang. Kalau sudah begini, bukan berarti emas atau uangnya yang tidak aman, tapi cara dan tempat kita menyimpannya yang tidak aman.

Hal ini juga berlaku pada aset crypto juga. Aset crypto yang hilang, biasanya disimpan di exchange yang tidak mempunyai security atau tingkat keamanan yang baik. Kalau sudah lama masuk dalam dunia crypto pastinya paham jika selama aset crypto yang kita miliki masih ada di exchange, maka aset tersebut bisa dibilang bukan 100% milik kita. Jadi yang ada di dalam exchange tersebut adalah angka aplikasi yang di-backup dengan friskies di exchange tersebut. Sehingga apabila tidak mempunyai Frisky, berarti aset kamu tidak benar-benar aman. 

Namun, kalau ingin lebih aman lagi kamu bisa membeli hardware wallet yang dibeli dari pabriknya langsung. Hardware wallet atau dompet crypto yang berbentuk atau bisa dipegang, serta tidak terkoneksi dengan internet. Perlu diingat, jika hardware wallet ini belum tentu aman 100%, hanya saja tingkat keamanannya yang lebih tinggi daripada exchange. 

Perlu diingat juga, jika cryptocurrency itu berjalan di sebuah teknologi yang tidak ada regulasinya, karena dunia crypto sifatnya yang terdesentralisasi. Sehingga berinvestasi menggunakan aset crypto memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan dengan investasi lainnya. Jika memang ingin berinvestasi pada aset crypto, harus tetap waspada.

Sehingga bukan aset cryptonya yang tidak aman, namun tempat menyimpan aset tersebut harus pintar dalam memilih. Karena bisa juga crypto dipakai sebagai modus penipuan oleh oknum-oknum tertentu.

2. Crypto adalah Scam

Jika membahas scam, hal ini terjadi bukan hanya kepada crypto saja, melainkan juga terjadi pada investasi lainnya seperti mata uang fiat, properti atau juga saham. Pastinya ada oknum-oknum yang memanfaatkan kelemahan sistem dan regulasi yang ada, serta mengambil peluang dicelahnya. 

Sebenarnya sudah menjadi hal lumrah pada setiap investasi apapun. Misalnya saja di investasi saham, ada insider trading dan emiten-emiten yang digoreng sahamnya oleh bandar. Kemudian di investasi properti, ada juga scam yang berupa mafia tanah. Bahkan tak luput juga pada investasi crypto yang berupa rug pull dan ransoms, atau pengembang dari aset crypto tersebut yang tidak jelas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cryptocurrency Selengkapnya
Lihat Cryptocurrency Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan