Mohon tunggu...
Muhammad Bagastama
Muhammad Bagastama Mohon Tunggu... Mahasiswa Undip

KKN TIM II UNDIP

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Tim II KKN UNDIP Tingkatkan Pengetahuan Covid-19 dan TPB Lewat Edukasi Tatap Muka

12 Agustus 2020   05:56 Diperbarui: 12 Agustus 2020   05:59 14 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tim II KKN UNDIP Tingkatkan Pengetahuan Covid-19 dan TPB Lewat Edukasi Tatap Muka
Tim II KKN UNDIP menyajikan presentasi mengenai peran WHO pada Covid-19 ke warga RW 5 di balai RW 5, Rabu (29/7).

Tembalang (12/8) -- Di tengah masa pandemi Covid-19 mahasiswa Universitas Diponegoro tetap melaksanakan KKN sebagai bentuk nyata pengabdian bagi masyarakat. Dengan bertemakan "Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)", Tim II KKN UNDIP tahun 2020 dari mulai melakukan kegiatannya pada hari Minggu (5/7) dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

Berbeda dengan KKN yang telah dilakukan sebelumnya, KKN pada periode ini dilakukan secara individu di sekitar tempat tinggal masing-masing. Salah satu mahasiswa KKN tersebut adalah Muhammad Hanoon Bagastama, mahasiswa Hubungan Internasional Undip yang dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan Ir. R.T.D. Wisnu Broto dengan koordinator wilayah dr. Sri Winarni M.Kes. Mahasiswa tersebut melakukan pengabdian di RW 5, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang dengan membuat dua program kerja yang berfokus pada TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ) dan Covid-19.

Program kerja pertama yang dibuat oleh mahasiswa tersebut adalah edukasi mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Walaupun TPB menjadi salah satu fokus dalam tema KKN Tim II UNDIP, namun pengetahuan masyarakat luas di Indonesia atas TPB itu sendiri masih kurang. Lima tahun setelah TPB dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015, pengetahuan mengenai TPB hanya diketahui secara baik oleh sebagian kelompok masyarakat seperti akademisi dan pemerintah. 

Mahasiswa sebagai kalangan terpelajar dan agen sosial menjadi aktor penting untuk menyalurkan pengetahuan mereka atas TPB kepada masyarakat luas. Dengan baiknya pengetahuan masyarakat luas mengenai TPB, akan memperlancar pencapaian TPB dengan terjalinnya sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Dengan dibuatnya program kerja berupa edukasi bagi masyarakat mengenai TPB diharapkan selain dapat menambah pengetahuan masyarakat atas TPB juga dapat memahami bagaimana masyarakat juga dapat berperan dalam mencapai TPB.

Sementara program kerja kedua berupa edukasi mengenai peran WHO (World Health Organization) pada Covid-19. Edukasi mengenai WHO bagi masyarakat dianggap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat atas Covid-19 karena WHO merupakan salah satu aktor yang kredibel dan aktif dalam menghadapi Covid-19. Selain itu edukasi WHO kepada masyarakat juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat atas disinformasi dan hoaks yang beredar karena WHO juga menyediakan banyak informasi yang membuktikan mengenai disinformasi dan hoaks yang ada. Program kerja ini dibuat dengan melihat bagaimana Kecamatan Tembalang menjadi salah satu lokasi rawan persebaran penyakit Covid-19. Masih terjadinya peningkatan kasus ini salah satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada. Pengetahuan dan kesadaran yang masih rendah ini semakin diperburuk dengan banyaknya persebaran disinformasi dan hoaks mengenai Covid-19.

Kedua program kerja yang berupa edukasi ini sendiri dilakukan dengan tatap muka langsung kepada warga RW 5 di balai RW 5, Kelurahan Tembalang. Walaupun masih di tengah masa pandemi, namun metode tatap muka langsung tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer sebelum dan setelah memasuki ruangan. Metode ini juga dapat membantu masyarakat dalam beradaptasi dengan adaptasi kebiasaan baru. Masa adaptasi kebiasaan baru sendiri berarti masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

VIDEO PILIHAN