Muhammad Arsad Dalimunte
Muhammad Arsad Dalimunte

Aku hanya seorang hamba lemah yang sedang belajar menterjemahkan kesempatan hidup di kebijakan berpandangan & di kesantunan tindakan....www.arsadcorner.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Ketika "Regional Opinion Maker" Membincang Annual Meeting IMF - WBG

12 Juli 2018   18:06 Diperbarui: 12 Juli 2018   18:24 460 0 0

DESIMINASI IMF-WBG  ANNUAL MEETINGS 2018 KEPADA  REGIONAL OPINION MAKER

Catatan 01 Hari Pertama Dari Pegelaran Desiminasi IMF-WBG, Bali.

Prolog Tentang Desimenasi IMF-WBG

Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam pegelaran Annual Meeting Intentational Monetary Fund World Bank Group (AM IMF-WBG) 2018 nanti. Indonesia pun menetapkan Bali sebagai  tempat pegelaran event akbar ini. Sebagai bagian dari men-sukseskan agenda ini, Bank Indonesia pun menggelar "Desiminasi IMF-WBG Annual Meetings 2018 kepada Regional Opinion Maker". di Hotel Annaya, Bali tanggal 12-13 Juli 2018.

Agenda Desiminisasi ini diikuti oleh para regional  opinion maker  yang mayoritas berasal dari akedemisi, media dan penulis di seluruh wilayah kerja perwakilan BI di seluruh Indonesia.  Untuk agenda ini, BI Perwakilan Purwokerto mengirim 2 (dua) delegasi, yaitu Dr.Agus Suroso dari FEB Unsoed dan Muhammad Arsad Dalimunte,SE, AK dari Kadin Banyumas. BI Purwokerto juga menyertakan Ilya, salah satu staff nya sebagai pendamping.

Sebagai sebuah event akbar nan fenomenal, agenda ini perlu lebih digaungkan sehingga masyarakat lebih memahami, menyambut dan mendukung baik pegelaran AM IMF-WBG ini. Salah satu upaya yang dilakukan BI adalah menggelar diseminasi kegiatan ini dengan segenap stake holder, termasuk para regional oponion maker dari seluruh wilayah kerja Bank Indonesia.  

Melalui event ini,  di lingkungan para regional opinion maker diharapkan terbangun pemahaman dan semangat  serupa tentang AM IMF-WB ini, terutama dari sisi manfaatnya bagi pembangunan Indonesia.  Selanjutnya, para regional opinion maker ini pun diharapkan menjadi mitra strategis BI yang secara aktif men-sosialisasikan, meng-edukasikan dan mengkomunikasikan  AM IMF-WB  pada forum, media massa atau media diskusi lainnya.

Prolog Tentang IMF-WBG Annual Meeting 2018

Perwakilan BI Bali, Bapak Kausa Imam, dalam prolognya menyampaikan bahwa pegelaran Desimininasi IMF-WBG di bali 12-13 Juli 2018 ini merupakan pegelaran untuk kedua kalinya. Sebelumnya, BI juga mengadakan agenda serupa pada Desember 2017 di jakarta.  "Melalui pegelaran desiminasi ini, diharapkan akan bisa lebih meng-gaungkan pegelaran event akbar AM IMF-WBG di Oktober 2018 nanti", ungkap beliau dalam sambutannya. 

Beliau juga menandaskan keyakinannya bahwa pemilihan bali sebagai tempat penyelenggaraan akan berdampak significant terhadap pertumbuhan ekonomi Bali  sampai di angka 5,9% sd 6,3%. Dengan jumlah peserta sekitar 15.000 yang berasal dari 189 negara diyakini akan menghabiskan uang mereka lebih kurang Rp 1 Triliun disepanjang pegelaran event ini. 

Angka ini akan mendongkrak geliat ekonomi di Propinsi Bali. Dalam jangka panjang, pegelaran ini saja berdampak pada tumbuhkembang pariwisata di Bali, tetapi juga pariwisata  di daerah-daerah lainnya. Hal lainnya adalah semakin meningkatnya arus investasi yang akan semakin memacu dinamika ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia. 

Session I Diskusi 

Pada hari pertama Desiminasi ini digelar diskusi. Sesssion I  mengangkat tema tentang gambaran umum AM IMF-WBG dan menilik kesiapan Bali dalam melaksanakannya. Diskusi sessi  ini di moderatori oleh Bung  Tomi Ariyanto dari Tempo. Sementara itu, pada sisi nara sumber ada Bapak Peter Jacob dari Bank Indoensia dan Bung Susiwijono mewakili panitia pelaksana. 

Dalam presesntasinya, Bapak Peter Jacobs menyampaikan bahwa AM IMF-BGW 2018 ini menjadi terasa begitu  special karena Indonesia bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.  Hal ini merupakan wujud kepercayaan dunia dan juga kehormatan bagi bangsa Indonesia setelah diperjuangkan melalui lobbying intentsif sejak tahun 2014 lalu. Satu hal yang menjadi catatan, AM IMF-WBG di gelar sekali dalam setiap tahunnya dengan mengambil tempat di kantor pusatnya Washington DC. Namun, setiap anggota IMF-WBG berkesempatan menjadi penyelenggara secara bergantian setiap kali pegelaran AM   2 sudah (dua) kali berturut-turut  dikantor pusatnya.

189 negara tercatat sebagai anggota IMF-WBG. Artinya, dari 194 negara yang tercatat sebagai anggota PBB, hanya ada 5 (lima) negara anggota PBB yang belum tercatat menjadi anggota IMF-WB, yaitu. Korea utara, Kuba, Monaco,Andora dan licestin.  Dengan demikian, dipastikan AM IMF-WBG 2018 nanti dipastikan akan dihadiri oleh delegasi 189 (seratus delapan puluh sembilan) negara dengan prakiraan jumlah delegasi sampai menyentuh 15.000 orang.  

Jumlah negara yang akan hadir pada event ini menjadi satu catatan fantastic, setidaknya bila dibandingkan dengan event internasional lainnya sepeti KAA (Konfrensi Asia Africa) yang dihadiri 29 negara; APEC Indoensia 2013 yang dihadiri 21 negara; ajang Miss World dihadiri 127 negara dan;  Asean Games Jakarta  2018 yang akan dihadiri  45 negara.

Mentri Keuangan dan Gubernur Bank Central daris semua anggota IMF --BWG dipastikan hadir di AM nanti. Dari sisi output, AM ini akan melahirkan ragam kebijakan strategis dan kesepakatan-kesepakan strategis yang kemudian menjadi referensi atau rujukan bagi masing-masing anggota IMF-WBG dalam merancang kebijakan ekonomi di negaranya. AM ini akan menghasilkan konsep komprehensif yang berisi paket development support dan police advice.

Oleh karena itu,  AM menjadi demikian penting dan strategis serta mendatangkan multiplier effect yang positif. Oleh karena itu, Indonesia sangat serius berupaya mensukseskan agenda ini. "Apa yang akan kita lakukan akan membuka mata dunia tentang Indonesia". Dari sisi pembiayaan, pegelaran AM ini menelan angka sekitar 855,5 M, namun multiplier effect yang dihasilkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang jauh melebihi apa yang dikeluarkan untuk menggelar event akbar ini.  Hal yang perlu dihindari adalah "jangan sampai dunia melihat Indonesia demikian positif, sementara orang Indonesia sendiri tidak faham kebaikan dan keunggulan bangsanya sendiri", ungkap beliau.    

Sementara itu, Susiwijono mewakili panitia pelaksana menjelaskan, terhitung Sejak  1946, Indonesia merupakan negara ke-4 di kawasan Asia Tenggara yang dipercaya untuk menggelar AM ini. Menjadi tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan dari segenap angggota IMF-WBG. Disamping itu, ini merupakan sebuah kebanggaan dan kesempatan yang harus dioptimalkan bagi kepentingan pembangunan Indonesia.

Untuk itu, Indonesia akan berupaya memaksimalkan kesempatan dari momentum penting ini. Untuk mensukseskan AM ini, Indonesia melibatkan 28 kementrian dan lembaga yang dipimpin oleh Bapak Luhut panjaitan selaku ketua panitia dan Bu Mentri keuangan (Sri Mulyani)  selaku wakil ketua.  Ini juga menjadi peluang meningkatkan kapasitas dan pengalaman dalam menggelar agenda level dunia. "Kita bertekad, AM IMF-WBG 2018 akan menjadi perhelatan terbesar dunia di sepanjang sejarah IMF-WBG", ungkap Susiwijono menandaskan tekan Indonesia.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2