Syukron Albusta
Syukron Albusta Pendidik

"Mahluk tuhan yang menyerahkan permasalahan tuhan kepada tuhan, dan permasalahan manusia kepada manusia".

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Asian Games 2018, "Satukan Energi untuk Juara"

12 Juli 2018   15:44 Diperbarui: 12 Juli 2018   15:57 307 0 1

Asian Games 2018, "Satukan Energi Untuk Juara"

Indonesia kali ini menjadi tempat persaksian dari sekian banyaknya pertandingan, semua pertandingan bisa disaksikan langsung di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang, kedua tempat ini mendapat pendanaan dari anggaran negara dalam segala pelaksanaan Asian Games, DKI menyiapkan 1.500 bus untuk mengangkut warga ke venue Asian Games, PLN menghabiskan Rp 280 M untuk operasional kelistrikan, kesiapan pemerintah cukup membanggakan bahkan stadion tempat petandingan sudah bersertifikat internasional.

Sebagai tuan rumah kali ini Indonesia memang betul-betul mempersembahkan  segala infrastruktur dari kesiapan Asian Games untuk event yang bergengsi ini, penting untuk diingat bahwa Asian Games ini merupakan kali kedua di negara tercinta, dilansir dari Wikipedia bahwa Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1962 dan sekarang tahun 2018 merupakan kali yang kedua setelah menunggu beberapa lama.

"Energy Of Asia" slogan yang sangat tepat digunakan saat ini, karena sebuah penafsiran bahwa dalam 10-15 tahun terakhir asia menjadi energi global, energi yang memasarkan budaya dan  ekonomi kepada dunia, slogan ini menajdi acuan penting untuk mengingat kembali kepada tahun silam  bahwa asia sangat kaya dengan budaya, rempah-rempah, terutama Negara Indonesia. Sehingga Indonesia menjadi salah satu distinasi dari negara yang berfaham kolonial dalam menjalankan visi dan misi mereka.

Asian Games yang tinggal 37 hari lagi, atas nama warga Indonesia menyatukan energi memberikan dukungan penuh untuk menjadi peraih dari medali-medali, tentu saja hal ini tidaklah mudah bagi atlit-atlit yang bertanding. Dipundak mereka, kepercayaan untuk membawa Indonesia menjadi juara adalah amanah warga. Sekiranya Indonesia berhutang budi kepada atlit yang telah berjuang, bekerja keras untuk mengibarkan bendera merah putih ketika pengumuman hasil pertandingan diumumkan, dan Indonesia berhasil sebagai juara.

Dalam pelaksanaan asean games kali ini, warga diberikan kesempatan untuk menikmati pertandingan-pertandingan dari beberapa negara asia, baik disaksikan secara langsung ketempat arena pertandingan ataupun tidak. Mereka yang menyaksikan langsung ditempat pertandingan memiliki kesan berbeda dengan yang tidak, alasan ini cukup rasional disamping jarak yang begitu jauh dan menguras ongkos yang mahal.

Maka daripada itu, menyatukan energi untuk memberikan dukungan kepada atlit-atlit yang bertanding tidaklah menjadi penghalang karena jarak dan finansial, semarak "Indonesia juara" akan terus berkumandang dari pelosok-pelosok desa hingga ke kota, walaupun berbeda suku, ras, dan daerah energi untuk Indonesia menjadi pemenang memang tidak pernah hilang. Jangan sampai riuh "Indonesia Juara" hanya ada disebagian tempat saja, hendaknya dari sabang sampai merauke terjadi hal yang sama dalam event Asian Games 2018. Sekali lagi  "Indonesia Juara"