Mohon tunggu...
Muhammad Luthfi SA
Muhammad Luthfi SA Mohon Tunggu... Mahasiswa - Setiap KESULITAN Pasti Ada KEMUDAHAN

lG: luthfianshory_97

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

IQ, EQ, dan Pendidikan di Indonesia Saat Kini

8 Desember 2021   11:44 Diperbarui: 8 Desember 2021   12:13 116 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini bisa dikaitkan dengan IQ. IQ Indonesia berada di urutan 4 se-asean, peringkat 55 dari 73 negara di Asia, dan peringkat 70 dari seluruh dunia,dengan rata-rata IQ 84. Ketika kita melihat IQ Indonesia yang yang cukup rendah dibawah batas normal yaitu 91-110 bahkan IQ Indonesia disamakan dengan IQ seekor gorila oleh oknum-oknum yang tidak berpikir panjang, kadang kita sebagai bangsa Indonesia merasa  malu akan hal tersebut. Namun, IQ ini tidak dapat dijadikan sebuah patokan kecerdasan bagi seorang individu, yang mana IQ ini hanya sebagai alat ukur untuk standarisasi mengetahui kemampuan kognitif seorang individu.

Oleh karena itu, fungsi dari tes IQ ini adalah mengetahui kemampuan kognitif dan akademik di sekolahnya, menjadi bahan pertimbangan dalam memilih jenjang berikutnya maupun karir, mengetahui kemampuan analisis dan logis secara sistematis dalam suatu pemecahan pada sebuah permasalahan secara akademik, dan mengetahui apa saja hambatan seseorang dalam belajar. Maka tes IQ ataupun survei IQ ini bukan menjadi patokan sebuah kecerdasan seseorang apa lagi menjadi patokan suatu kesuksesan, namun tes IQ ini memiliki fungsi- fungsi seperti yang telah disebutkan tadi. 

Setelah mengetahui bahwa IQ bukan patokan dalam sebuah kecerdasan,

apa yang harus orang tua berikan ketika anaknya memiliki IQ rendah? Ada beberapa hal yang dapat orangtua berikan ketika hasil akhir IQ anak terendah, beberapa hal tersebut adalah orang tua harus memahami kemampuan yang dimiliki oleh anaknya, orang tua harus memulai mencari tahu gaya belajar anaknya, dan tetap berikan dukungan yang positif tanpa harus menjatuhkan apalagi membandingkan anaknya dengan anak orang lain. 

  • IQ (Intelligent Quotient), yaitu kecerdasan intelektual. Tesnya dapat berupa pemecahanmasalah yang bersifat logis dan sistematis. Memiliki skor mulai dari 55 sampai 130 keatas. Manfaat dari mengetahui IQ adalah seseorang dapat mengetahui seberapa jauh menyelesaikan sebuah masalah.
  • EQ (Emotional Quotient), yaitu kecerdasan emosional. Tesnya dapat berupa menerima dan mengelola suatu emosi. Memiliki skor 55 sampai 160. Manfaat dari mengetahui EQ adalah seseorang dapat memiliki kemampuan leadership, empati, kerjasama, dan memiliki keterampilan bersosial.
  • SQ (Spiritual Quotient), yaitu kecerdasan spiritual. Tesnya dapat berupa menilai kapasitas seseorang yang dalam mencari makna, sisi, misi, dan tujuan dirinya untuk hidup. Memiliki skor 70 sampai 130. Manfaat dari mengetahui SQ adalah seseorang dapat memiliki dan mengapai mimpi serta tujuan yang ingin ia capai.

Covid-19, membuat seluruh kegiatan masyarakat menjadi terhenti termasuk pendidikan. Pemerintah pun mulai mencari solusi untuk meningkatkan kembali seluruh aspek kehidupan yang ada di Indonesia, termasuk pendidikan. Pemerintah memiliki upaya dan ide untuk melaksanakan pembelajaran daring. Daring ini seperti yang kita ketahui belum ada ataupun belum dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Yang masyarakat pahami akan daring adalah singkatan dari dalam jaringan, masyarakat juga mengaitkan daring ini dengan pembelajaran siswa ataupun mahasiswa secara online. Padahal, selain daring bermakna pembelajaran dalam jaringan atau secara online, daring sering juga memiliki makna yang berkaitan dengan dunia maya yang mana seseorang dapat lebih fokus terhadap smartphone dibanding dengan kehidupan nyata. Pembelajaran daring biasanya berupa komunikasi melalui video call, chat, vidio, buku elektronik, dan lain sebagainya.

Pembelajaran daring ini memiliki kelebihan, kelebihannya adalah tidak ada keterbatasan jarak, mencegah penularan covid-19, tidak perlu bertemu secara langsung, cukup dengan modal kuota dan smartphone, mempercepat proses pembelajaran, mempermudah interaksi antara guru dengan muridnya, dan pembelajaran akan terus mengalami perkembangan yang signifikan. Selain kelebihannya, pembelajaran daring memiliki kekurangan juga, kekurangan tersebut adalah memerlukan koneksi internet yang cukup stabil dan cepat, membutuhkan perangkat smartphone dan gadget lainnya, sulit dan susahnya memahami materi pembelajaran, menghambat proses pembelajaran, serta dapat disalahgunakan identitas seseorang.

Hampir 2 tahun pembelajaran di Indonesia maupun di dunia sudah melaksanakan daring karena kondisi Covid-19, baik siswa maupun mahasiswa sudah melewati tahun-tahun ini dengan cara pembelajaran yang berbeda dari yang seperti biasanya. Beberapa mahasiswa pun mulai mencari  ataupun meneliti karakter, sifat, perilaku, dan adab seorang siswa dan fokus terhadap siswa sekolah dasar, yang mana penelitian ini dapat dilakukan di daerah sekitar mahasiswa tersebut. Setelah lama melakukan penelitian mengenai hal tersebut, para mahasiswa pun menyimpulkan bahwa pembelajaran daring dapat mempengaruhi karakter, sifat, perilaku, dan adab seorang siswa sekolah dasar. Hal-hal yang menonjol dari perubahan tersebut adalah seorang siswa sekolah dasar jarang bermain dengan teman sebayanya, sedikitnya bersosialisasi, memiliki toleransi yang kecil, mengucapkan bahasa bahasa yang tidak pantas serta kasar dan kotor, dan mental anak dapat berubah rubah bisa menjadi cepat bosan, cepat sedih, cepat rindu, cepat bahagia, cepat marah, dan  lain sebagainya. Memang penelitian ini cukup mengherankan bagi kita semua, namun perlu diingat tidak semua daerah yang diteliti oleh para mahasiswa tersebut sama dengan daerahyang lainnya. Tak lupa perlu diingat bahwa setiap sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing termasuk pembelajaran daring ini.

Pembelajaran daring  ini  memang  belum  bisa  dikatakan  sempurna, namun demikian kondisi pendidikan di Indonesia saat ini menjadi lebih baik dengan pembelajaran daring ini. Manfaat dari pembelajaran daring ini harus ditingkatkan lagi, kekurangan atau bahkan kerugian dari pembelajaran daring ini harus dikaji kembali serta mencari sebuah pemecahan masalah.

Beberapa kekurangan lain  yang ada  dalam  pembelajaran  daring  ini adalah banyaknya keluhan pemberian tugas dengan tingkat kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, yang mana beberapa tugas dalam daring biasanya sering melebihi tingkat kesulitan dari sebuah materi pembelajaran, seperti dalam materi pembelajaran mengajarkan tentang apa saja saluran pernapasan, namun setelah dijadikan tugas, tugas tersebut berupa penyakit- penyakit saluran pernapasan yang belum diajarkan oleh gurunya. Selain pemberian tugas dan kaitannya dengan tingkat kesulitan, kekurangan lain dari daring adalah keterbatasan penguasaan teknologi, keterbatasan ketersediaannya kuota internet, serta daerah-daerah pelosok yang belum ada jaringan internet bahkan gadget sekalipun. Salah satu pemecahan masalah dari keterbatasan penguasaan teknologi, kekurangan ketersediaannya kuota internet, dan keterbatasan gadget dengan cara orang-orang pelosok tersebut melakukan pembelajaran seperti biasa namun dengan protokol kesehatan serta dalam suatu daerah tersebut saja, sedangkan yang jago teknologi, kuota yang banyak, memiliki gadget, dan Covid-19 sedang tinggi maka daring menjadi suatu pemecahan masalah.

Salah satu kekurangan lain dari daring yang telah disebutkan tadi adalah anak-anak lebih cepat mudah bosan. Maka guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan baik secara daring ataupun secara tatap muka. Ciri-ciri dari suasana belajar yang menyenangkan adalah dapat merilekskan, bebas dari tekanan-tekanan, merasa aman, menarik, adanya kebangkitan minat belajar, adanya keterlibatan yang penuh, memiliki perhatian yang tinggi, menjadi semangat, memiliki konsentrasi yang sangat tinggi, dan lain sebagainya. Salah satu contoh dari belajar yang menyenangkan secara daring adalah seorang guru menampilkan sebuah video saja, maka otomatis para siswanya akan fokus terhadap videonya saja tanpa perlu merasa bosan dengan pematerian yang gurunya sampaikan.

Salah satu contoh dari belajar yang menyenangkan pula secara tatap muka adalah seorang guru menciptakan sebuah permainan yang masih memiliki keterkaitan dengan materi pembelajaran, seperti guru menyembunyikan beberapa kertas yang berisi soal dan anak dituntut untuk mencari dan menjawab pertanyaan dalam kertas tersebut,  maka  anak  secara  otomatis akan  langsung  mencari  soal  tersebut apalagi jaraknya saling berjauhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan