Mohon tunggu...
Edukasi Pilihan

Indonesia Butuh Wajah Baru

31 Oktober 2018   00:12 Diperbarui: 31 Oktober 2018   01:23 320 1 0 Mohon Tunggu...

Berdasarkan proyeksi badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) 2013 jumlah penduduk indonesia pada tahun 2018 mencapai 265 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 133,17 juta jiwa laki-laki dan 131,88 juta jiwa perempuan. Terdiri dari berbagai macam suku dan bahasa, budaya dan kesnian, serta kuliner dan hasil alamnya.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Namun kekayaan itu tidak cukup untuk mendongkrak indonesia menjadi negara yang maju, seperti halnya negara yang lain. Banyak faktor yang terjadi di negara yang katanya tanah surga. Baik secara mental,politik,dan penyelesaian suatu masalah. Sehingga yang berkuasa dan yang mempunyai harta tidak dapat diperlakukan dengan sama.

Contoh saja dari sisi politik dan kekuasaan. Akhir-akhir ini indonesia telah dikejutkan dengan sandiwara politik yang sangat menjijikkan. Baik dari akting yang pura-pura memar dihakimi masa. Atau adanya para penguasa rakus yang sangat serakah dengan kekuasaan. Sehingga dia melakukan cara apa saja demi bertahan dengan kursinya yang aman.

Fitnah seperti hal yang sangat lumrah di indonesia. Menggulingkan orang-orang yang dapat membawa perubahan adalah hal yang biasa. Mereka seakan-akan merasa terancam apabila ada orang baik yang ingin mencalonkan diri untuk ikut dalam pemerintahan yang ada di indonesia. Mungkin mereka merasa takut kursinya direbut atau penghasilan tambahannya menghilang.

Seperti halnya seorang profesor yang datang dari madura. Terkenal jujur, tidak memiliki riwayat korupsi, serta kinerjanya yang sangat bagus ketika pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi. Namun itu semua percuma, karena sekali lagi indonesia lebih tepatnya yang bekerja dalam sebuah pemerintahan. Merasa terancam dengan orang-orang baik yang mampu membawa perubahan bagi indonesia. Dialah Profesor Doktor Mohammad Mahfud MD.

Indonesia bukan tidak mempunyai orang-orang hebat. Hanya saja orang-orang seperti itu tidak dihargai dan susah mendapatkan tempat. Kerakusan pemerintah yang ada seakan-akan telah mendarah daging. Susah untuk dirubah maupun diperbaiki. Mungkin karena telah dibutakan dengan harta atau juga dengan kekuasaan. Terus bagaimana nasib negeri ini jika para penghisap darah itu dibiarkan.

Maka dari itu seharusnya lahirlah indonesia yang baru. Dengan wajah yang baru dan cara pemerintahan yang baru. Jangan biarkan mereka yang suka mencuri uang rakyat berkuasa atau bahkan memerintah terlalu lama di negeri ini. Karena semanis apapun sebuah negara, apabila terus dihisap dan diikmati suatu saat akan hilang juga. Harus ada sebuah perubahan besar yang mampu menyongsong negara ini menjadi negara maju yang dapat bersaing dengan negara-negara lain.

Mungkin perubahan itu bisa dilakukan dengan cara yang paling mendasar. Seperti menanamkan sebuah akhlak yang baik, serta mengajarkan nilai-nilai kemanusian. Karena apabila manusia sudah mempunyai dasar akhlak dan nilai kemanusian yang kuat, untuk melakukan hal-hal yang merugikan orang lain dan rakus akan sebuah kekuasaan bisa dapat teratasi. Dan dapat membedakan yang mana hak diri sendiri, hak orang lain, serta hak sebuah negara.

Yang kedua mungkin dengan menegaskan hukum-hukum yang dapat merugikan negara. Harus ada sebuah aturan yang dapat menindak lanjuti para koruptor atau pemerintah yang bisanya hanya membawa masalah baru bagi negara. Serta hukuman itu harus sesuai dengan apa yang mereka perbuat. Sehingga ada efek jera atau tidak ingin mengulagi lagi kesalahan tersebut. Hukuman yang tidak pandang bulu. Baik dia keluarga terpandang maupun keluarga biasa. Baik dia orang kaya maupun orang miskin. Semua harus mendapatkan perlakuan dan hukuman yang sama rata sama rasa.

Yang ketiga lebih memilih orang-orang yang mampu dalam memimpin sebuah pemerintahan. Tidak harus memiliki ijazah atau partai politik. Namun dapat melakukan perubahan dengan hasil kerja yang nyata. Karena sekali lagi, indonesia bukan tidak memiliki orang-orang hebat atau orang-orang baik. Hanya saja orag-orang yang mampu membawa perubahan kejalan yang lebih baik seperti dianggap musuh oleh politikus di negeri ini. Contoh saja Gus Dur dengan cara pembawaannya yang santai namun pasti, dan susi pudji astuti dengan kinerjanya yang tegas dan jelas yang hanya berijazahkan SMP. Serta Profesor Doktor Mohammad Mahfud MD yang sukses berkecimpung di pemerintahan tanpa memiliki riwayat korupsi.

VIDEO PILIHAN