Mohon tunggu...
Muhamad Husni Tamami
Muhamad Husni Tamami Mohon Tunggu... Penulis, Jurnalis, dan Entrepreneur

Menebar kebaikan dan kemanfaatan. Selengkapnya di www.muhamadhusnitamami.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Masjid Ini Berarsitektur Tionghoa

12 Oktober 2020   12:56 Diperbarui: 12 Oktober 2020   13:00 72 9 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Masjid Ini Berarsitektur Tionghoa
Masjid Al-Imtizaj Bandung (Dokpri)

Ada yang unik dan tak biasa. Keunikan tersebut ditemukan di sebuah masjid yang terletak di Jalan Banceuy Nomor 8, Kota Bandung, Jawa Barat. Masjid bernama Al-Imtizaj ini bernuanasa oriental dan arsitekturnya bercorak negeri tirai bambu atau bercorak Tionghoa.

Setelah ditelusuri, masjid yang diresmikan pada tanggal 6 Agustus 2010 ini menampung sekitar 200 jemaah. Masjid ini merupakan keinginan Gubernur Jawa Barat pada masanya, yakni Nuriana yang didasari keinginan menambah seni masjid dengan budaya Tiongkok dan meningkatkan khazanah pembaruan etnis Tionghoa Islam dengan umat Islam lainnya.

Masjid Al-Imtizaj memiliki arti pembaruan atau bahasa Tionghoa-nya yaitu ronghe. Arti dari masjid ini sejalan dengan mulai terbentuknya beberapa komunitas muslim Tionghoa di Bandung yang akhirnya melebur dalam organisasi Ikatan Persaudaraan Tionghoa Islam (IPTI). 

Masjid ini dirancang oleh seorang arsitek yang banyak membangun masjid. Namanya Ir. Danny Swardhani, MBA. Salah satu karyanya selain Masjid Al-Imtizaj adalah Masjid Atta'awun Puncak, Bogor.

Dari bentuknya, selewat Masjid Al-Imtizaj mirip klenteng. Bisa disebut juga klenteng berkubah. Ini merupakan akulturasi dua kebudayaan, yakni Islam dengan Tionghoa.

Beberapa lampion bergantungan mewarnai masjid ini. Tempat duduk yang nyaman bisa difungsikan untuk istirahat seusai salat sembari menikmati kekhasan masjid ini. Mimbar, gelaran sejadah, dan hiasan kaligrafi menjadi penambah esensi masjid ini.

Bagi Anda yang salat di sini bisa menikmati kekhasan corak Tionghoa yang berkubah. Anda bisa istirahat di tempat duduk yang telah disediakan. Anda juga bisa menyaksikan langsung bukti akuluturasi kebudayaan di masjid ini. Mungkin masjid yang berakulutarasi seperti Al-Imtizaj bisa ditemukan juga di daerah-daerah lain. Semoga perbedaan bukan memecah persatuan, melainkan memperkuat persatuan.  (*)

Artikel ini ditulis oleh Muhamad Husni Tamami dan telah tayang di AnalisNews.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x