Mohon tunggu...
Muhamad Fajar Ismail
Muhamad Fajar Ismail Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Pemuda Berbakti

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Pandemi Covid-19 Berimbas pada Sektor Sosial Ekonomi Masyarakat Indonesia

23 Januari 2021   01:02 Diperbarui: 24 Januari 2021   09:59 182 2 1 Mohon Tunggu...

Indonesia menghadapi banyak persoalan dalam  berbagai aspek akibat pandemi Covid-19. Berbagai masalah sosial dan ekonomi muncul di tengah-tengah masyarakat, akibat meningkatnya kasus positif covid-19 di Indonesia. Tak ada yang menyangka jika Covid-19 yang menyebar hingga di berbagai dunia ini dapat membahayakan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya daerah dengan positif corona tertinggi seperti Jawa Timur.


Melihat fenomena seperti ini pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Berbagai kebijakan mulai dikeluarkan untuk mencegah cepatnya penyebaran virus mematikan ini. Beberapa kebijakan tersebut meliputi physical distancing, Work From Home (WFH), Pembelajaran secara daring, hingga pemberlakuan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.  Dengan dikeluarkannya kebijakan ini diharapkan situasi yang semakin genting bisa berubah menjadi baik. Masalah sosial ekonomi yang menjadi masalah utama akan mengancam kehidupan masyarakat dan jika tidak ditangani dengan kebijakan, bisa berakibat pada meningkatnya kasus kemiskinan bahkan kematian.


Siapa yang menyangka jika kondisi seperti ini berpengaruh terhadap sistem perdagangan nasional bahkan internasional. Di Indonesia, pabrik-pabrik harus menghentikan operasinya sehingga menyebabkan terkendalanya proses produksi. Hal ini berimbas pada kelangsungan hidup buruh yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK), ini merupakan salah satu factor meningkatnya pengangguran dan kemiskinan. Tidak hanya PHK secara massal, pemilik usaha juga terkena dan menanggung kerugian.


Peran pemerintah dibutuhkan disini melalui jalur pemberian program bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Ekonomi semakin lama menjadi lemah dan pemerintah harus cepat tanggap dan tak bisa tinggal diam. Harus cepat-cepat mengambil langkah antisipasi guna memperkecil kemungkinan terjadinya hal yang semakin tidak diinginkan.
Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tentu dampaknya sangat terasa karena pendapatan menurun dengan hilangnya pembeli. Bagi sebagian pedagang kecil yang menggantungkan pendapatan harian sebagai sumber utama kelangsungan hidup, akan merasa sangat terpukul. Pedagang makanan dan minuman, pedagang sayuran, penjual jasa dan pedagang kecil lainnya mempertaruhkan nyawanya. Mereka dalam keadaan dilema dan berfikir mati karena lapar atau mati karena penyakit.


Jika dianalisis dan diamati, terlihat beberapa masalah akibat pandemi covid-19 baik di bidang sosial maupun ekonomi.


Di Bidang Ekonomi


1.      PHK dan Susahnya Kegiatan Produksi
Berbagai kebijakan mulai dikeluarkan untuk mencegah cepatnya penyebaran virus mematikan ini. Beberapa kebijakan tersebut meliputi physical distancing, Work From Home (WFH), Pembelajaran secara daring, hingga pemberlakuan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.  Dengan dikeluarkannya kebijakan ini diharapkan situasi yang semakin genting bisa berubah menjadi baik. Masalah sosial ekonomi yang menjadi masalah utama akan mengancam kehidupan masyarakat dan jika tidak ditangani dengan kebijakan, bisa berakibat pada meningkatnya kasus kemiskinan bahkan kematian. Di Indonesia, pabrik-pabrik harus menghentikan operasinya sehingga menyebabkan terkendalanya proses produksi. Hal ini berimbas pada kelangsungan hidup buruh yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK), ini merupakan salah satu factor meningkatnya pengangguran dan kemiskinan. Tidak hanya PHK secara massal, pemilik usaha juga terkena dan menanggung kerugian.

2. Menurunnya pendapatan bagi pedagang kecil dan UMKM
Di Kecamatan Kamal, tepatnya Desa Banyuajuh kegiatan ekonomi sudah mulai aktif tidak seperti dulu pada awal pandemic, kegiatan ekonomi tidak ada sama sekali. Dikarenakan pemerintah membuat kebijakan work from home, semua kegiatan harus dilakukan di rumah, baik belajar, bekerja, acara sekalipun diadakan secara online. Sekolah-sekolah maupun Universitas Trunojoyo Madura menjadi sepi. Awalnya kecamatan kamal ramai karena adanya mahasiswa. Mereka melakukan kegiatan ekonomi disini. Sejak diberlakukannya social distancing, dagangan pedagang menjadi sepi otomatis pendapatan mereka juga menurun. Apalagi warung-warung serta caf yang ada di sekitar Universitas Trunojoyo Madura, sepi sekali. Namun sejak diberlakukannya new normal, secara bertahap semua kembali normal.


Di Bidang Sosial


1.   Disorganisasi dan disfungsi sosial (teori structural fungsional)
Jika mengamati fenomena yang beredar luas akhir-akhir ini, muncul fakta sosial yang begitu menarik efek dari pandemic. Fakta sosial yang dimaksud ialah munculnya prasangka/stereotip dan diskriminasi terhadap korban covid-19. Adanya prasangka subjektif yang tidak tepat karena rasa takut masyarakat terhadap situasi mencekam akibat pandemic ini. Hal tersebut dapat terlihat ketika masyarakat berusaha menjaga jarak, mengasingkan diri, anti salaman, anti berkumpul, dan lain sebagainya. Sikap seperti ini yang nantinya akan membawa ke sikap diskriminatif  dan menimbulkan disorganisasi sosial.


Tidak hanya disorganisasi sosial, disfungsi sosial pun juga bisa terjadi akibat munculnya pandemic ini. Dikatakan disfungsi ketika individu tidak menjalankan fungsi yang sesuai akibat rasa khawatir yang berlebihan terhadap covid-19. Contohnya seperti masyarakat yang mulai menghindari dan membatasi jarak satu sama lain dan tidak mau membantu karena takut terkena covid-19. Contoh konkretnya adalah ketika ada warga yang meninggal terkena kasus covid-19, tetangga dari korban sama sekali tidak mau membantu dan menolak dikuburnya korban di pemakaman umun karena khawatir dapat menyebarkan virus. Padahal jenazah sudah diproses dengan ketat dan ditangani agar tidak menyebarkan virus corona.


Disfungsi sosial juga diakibatkan jika kesehatannya terganggu. Menurut Parsons dalam bukunya yang berjudul The Social System masyarakat bisa sakit secara sosial juka peran sosialnya tidak berfungsi dengan semestinya. Menurutnya sakit disini bermakna perilaku menyimpang yang tidak bisa memenuhi peran sosialnya secara normal. Disorganisasi dan disfungsi sosial inilah merupakan wujud konkret dari sakit secara sosial.

Di Bidang Sosial Ekonomi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN