Mohon tunggu...
M Saekan Muchith
M Saekan Muchith Mohon Tunggu... Dosen IAIN Kudus dan Peneliti Pada Yayasan Tasamuh Indonesia Mengabdi

Pemerhati Masalah Pendidikan, Sosial Agama dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Membumikan Nilai Nilai Asian Games dalam Berbangsa dan Bernegara

24 Juli 2018   14:07 Diperbarui: 28 Juli 2018   13:25 0 0 0 Mohon Tunggu...
Membumikan Nilai Nilai Asian Games dalam Berbangsa dan Bernegara
Official Asian Games 2018

Sampai saat ini Indonesia sudah dua kali menjadi tuan rumah ajang olah raga tingkat ASIA. Setelah sukses menjadi tuan rumah ASIAN GAMES ke IV tahun 1962, tahun 2018 ini Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumag ASIAN GAMES KE XVIII. Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah bukan hadiah atau pemberian tetapi karena Indonesia mampu menunjukan dan meyakinkan bahwa Indonesia memiliki berbagai fasilitas baik yang bersifat perangkat keras atau fisik maupun yang bersifat perangkat lunak atau non fisik, sehingga Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar kedua didunia setelah olimpiade.

Setidaknya ada 4 (empat) pertimbangan, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah ASIAN GAMES KE XVIII yaitu Pertama, Indonesia dipercaya sebagai negara di benua Asia yang paling aman, Kedua, Indonesia dikenal memiliki pernonton yang paling antusias dalam mensukseskan event olahraga. Ketiga, memiliki sitauasi perekonomian yang sangat stabil dan Keempat, Indonesia memiliki fasilitas olah raga berstandar internasional.

Sebagai tuan rumah pesta olahraga se ASIA ini, bangsa Indonesia memiliki peluang sekaligus tantangan untuk menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang memiki potensi dan kemampuan sebagai bangsa yang besar dan pantas diperhitungkan. Dengan kata lain, momentum ASIAN GAMES ini menjadi ajang mempromosikan apa dan siapa bangsa Indonesia di mata internasional. Setidaknya ada 3 (tiga) kesuskesan yang harus diraih dalam ASIAN GAMES yaitu Sukses Pelaksaan, Sukses Sportivitas dan Sukses Prestasi. 

Sukses pelaksaan akan terwujud jika ada pola komunikasi yang yang efektif baik secara internal maupun eksternal serta didukung kelengkapan sarana prasarana olahraga. Sukses sportivitas akan dapat dirasakan jika semua atlet berikut team yang terkait benar benar bisa menjalankan tugasnya (bermain) dengan penuh ketenangan, kenyamanan, kesenangan dan kebahagiaan tanpa ada tekanan (teror) secara fisik ataupun non fisik. Sukses prestasi pasti akan bisa di peroleh jika para atlit bermain didasarkan motivasi tinggi, kerja keras dengan penuh kesungguhan atau keseriusan.

Nilai nilai yang terkandung dalam konsekuensi sebagai tuan rumah ASIAN GAMES di Jakarta dan Palembang ini jangan hanya sekedar seremonial untuk mencapai kesuksesan pelaksanaan. Tetapi justru yang amat dan sangat penting bagaimana nilai nilai sebagai tuan rumah seperi kekompakan, kepatuhan pada aturan, etos kerja, kualitaa pelayanan prima harus bisa di ejawantahkan kedalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau dengan nilai nilai tersebut bisa menjadikan 3 sukses ASIAN GAMES , maka jika nilai nilai itu terus dikembangkan dan diaplikasikan sangat mungkin Indonesia menjadi bangsa yang memiki kekuatan ditingkat dunia.

Hasil riset lembaga terkemuka dunia seperti Standar Chartered dan World Bank menyebut bahwa Indonesia bisa menjadi negara dengan peringkat ekononi ke 6 dunia pada tahun 2045. Hal sama juga dikatakan guru besar dari Universitas Berlin Jerman Prof. Dr. Ing Holger Kohl bahwa Indonesia bisa menjadi negara 4 besar di dunia pada tahun 2050. 

Alasanya pada 15-20 tahun mendatang Indonesia memasuki masa bonus demografi dimana penduduk Indonesia didominasi oleh usia produktif. Hasil riset ini mengandung makna bahwa komitmen bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar dan kuat merupakan sebuah keniscayaan yang harus dimulai dari momentum sebagai tuan rumah pelaksanaan ASIAN GAMES tahun 2018.

Setidaknya ada 3 (tiga) nilai yang perlu diaplikasikan kedalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan dan membuktikan prediksi ilmiah yang dilakukan para ilmuwan melalui hasil risetnya bahwa dalam kurun waktu 20-25 tahun Indonesia akan sukses menjadi bangsa yang hebat menempati peringkat 4 besar dunia setelah China, Hongkong dan India.

Pertama, suksesnya ASIAN GAMES pertama dan utama ditentukan oleh kekompakan, sinergi dan komunikasi satu dengan lainya tanpa di batasi oleh suku, agama, ras dan golongan atau kelompok. Berbagai elemen mulai dari pihak pemerintah, KONI, INASGOC, Para Atlit, pelatih, official, para relawan dan suporter sampai seluruh bangsa Indonesia harus harus selalu bahu membahu bekerja sama secara intensif dengan tidak merugikan satu dengan lainya. Betapa indahnya jika kebersamaan itu tidak hanya untuk kesuksesan ASIAN GAMES tetapi juga berlaku dalam menjalani sistem berbangsa dan bernegara.

Kedua, sikap yang tidak boleh dilupakan atau dihilangkan demi suksesnya ASIAN GAMES adalah sportivitas seluruh elemen khususnya para atlit dan para official. Sportif dalam berolah raga adalah bermain dengan fair play, bermain selalu berdasar pada aturan norma dan etika yang berlaku, jujur, siap kalah dan siap menang, mengakui kekurangan dan kekalahan kalau memang ada kekurangan dan kekalahan. 

Sebaliknya tidak segan segan mengakui kemenangan dan keunggulan lawan kalau memang faktanya lawan yang unggul atau menang. Suasana berbangsa dan bernegara pasti terasa sejuk, nyaman dan tenang jika para elit kekuasaan mampu mengaplikasikan sportivitas tidak hanya pada saat ASIAN GAMES berlangsung saja tetapi sportivitas juga diaplikasikan dalam berpolitik khususnya menghadapi perhelatan politik akbar bernama Pileg dan Pilpres tahun 2019.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN