Mohon tunggu...
Muchammmad Romadhoni
Muchammmad Romadhoni Mohon Tunggu... Atlet - Mahasiswa
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hobi Olahraga

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Santri yang Mempunyai Sikap Nasionalisme terhadap Bangsa Indonesia

16 Oktober 2022   16:40 Diperbarui: 7 November 2022   12:15 286
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Banyak kalangan pasti banyak yang tahu tentang santri, tetapi banyak kalangan orang juga belum mengetahui santri disini apakah mengamalkan nilai-nilai bangsa Indonesia setiap harinya apa tidak. Disini saya akan mengasih tahu tentang apa, siapa, bagaimana santri ini mengamalkan nilai- nilai Indonesia dan apakah santri ini ikut dalam memerdekakan indonesia. Berikut saya akan menjelaksan sedikit yang saya ketahui tentang santri.

Pada dasarnya mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama islam. Agama islam telah menjadi agama yang besar di Indonesia. Penganut agama islam di Indonesia sendiri mencapai angka lebih dari 80% dari total penduduk di Indonesia. Dengan demikian, beragam kebudayaan dan pendidikan islam menjadi sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Salah satu bukti yang melekat sampai saat ini yaitu berupa pondok-pondok pesantren yang sudah tersebar cukup banyak di Indonesia hingga jumlah nya mencapai puluhan ribu.

Pondok pesantren adalah lembaga keagamaan yang memberikan pendidikan, pengajaran serta mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama islam. Berbicara dunia pesantren pasti yang terlintas adalah kegiatan mengaji, muroja'ah, setoran hafalan, sholat malam, dan sederet kegiatan lain yang dikaitkan dengan urusan akhirat. Ini tidak salah, kenyataannya kegiatan inilah yang dijumpai ketika kita masuk ke pesantren mana pun yang ada di Indonesia. Sementara itu, untuk elemen-elemen pondok pesantren selain kiai, pondok, masjid (musholla) dan kitab kitab lainya salah satunya biasanya adalah kitab kuning, salah satu elemen lainya yang terpenting adalah murid yang belajar di pondok pesantren atau yang biasa dikenal dengan sebutan santri.

Santri adalah seseorang yang datang dari yang jauh sampek bahkan dari luar pulau khusus untuk belajar tentang ilmu agama dan tinggal di sebuah kompleks pendidikan yang disebut pesantren, di bawah asuhan para kyai.

Banyaknya kegiatan santri tidak lain adalah bagian terkecil dari amanah dan tujuan besar pesantren, yaitu mendidik dan membentuk santri untuk disiplin dan bermanfaat. Bermanfaat tidak hanya untuk dirinya saja, tetapi juga untuk semua orang. Disini santri juga dididik untuk disiplin dan bertanggungjawab atas waktu yang digunakan, perilaku, dan perbuatanya. 

Santri juga diajarkan sikap toleransi, saling bersimpati, dan tetap rukun bersama teman temanya tanpa adanya perselisihan karena di sebuah pesantren kita hidup untuk kebersamaan. Dipesantren santri juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan sikap nasionalisme dengan menunjukkan rasa bangga, cinta tanah air, menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Termasuk mencintai tanah air ini adalah salah satu hal yang harus dimiliki setiap warga bernegara. Sebagai warga negara indonesia santri juga punya tanggung jawab besar untuk menjaga tanah airnya.

Di pesantren, semangat nasionalisme ditunjukkan dengan praktik langsung. Santri datang dari berbagai daerah dengan karakter dan kebiasaan yang berbeda, dengan latar belakang sosial yang bermacam-macam. Mereka berkumpul dalam satu lingkungan baru, yaitu pesantren. Hal ini merupakan wujud nyata bagian dari cinta tanah air. Saling menghargai, saling mengenal budaya, bahasa, dan karakter daerah adalah bukti santri cinta negeri, yaitu menjaga Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. 

Semangat nasionalisme juga ditunjukkan oleh alim ulama kita untuk negeri ini. K.H. Wahab Hasbullah dari Jombang adalah salah satu dari sekian ulama yang memberikan inspirasi dan mampu membangkitkan semangat rakyat melawan penjajah dengan syair hubbul wathon. Sampai kapan pun, hubbul wathon minal iman akan terus menjadi inspirasi bagi santri. Sejarah masa perjuangan kemerdekaan membuktikan bahwa mereka tidak hanya fokus pada kajian kitab kuning, hafalan Al-Qur'an, dan hadis saja. 

Mereka juga menumbuhkan sikap patriotisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai bangsa. Santri mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif demi pembangunan bangsa. Mereka saling menyayangi sesama dan mencintai keberagaman. Mereka menjaga perdamaian dengan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Selain itu, mereka menjalankan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa), dan juga ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim).

Disini santri juga merupakan ruh bagi Bangsa Indonesia. Santri juga ikut serta dalam berperang melawan penjajah. Dan yang saya ketahui sudah banyak para kyai, para ulama, dan para santri berkorban untuk negara. Karena dalam memerdekakan bangsa ini para kyai, ulama, dan santri turut ikut serta dalam berperan penting untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. santri dan pesantren tidak bisa kita pisahkan begitu saja bahkan lebih dari pada itu, sampai sejarah berdirinya bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran dan perjuangan pesantren.

Sejak masa walisongo hingga masa penjajahan belanda, masa kemerdekaan hingga kini, persantren telah menyumbang sejuta jasa yang tak ternilai harganya bagi Indonesia terutama kepada pengembangan agama Islam. Contohnya Raden Fatah yaitu Raja pertama Demak adalah salah satu santri di Pesantren asuhan Sunan Ampel. Begitu pula Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, Sunan Kudus yang merupakan panglima perang kerajaan Demak adalah generasi awal santri Pesantren yang perannya dalam penyebaran agama Islam sangatlah besar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun