Mohon tunggu...
Muchamad Dani Andrean
Muchamad Dani Andrean Mohon Tunggu... #MDAndrean

"PEMUDA BERKONTRIBUSI" Al-Fakir Muchamad Dani Andrean,seorang pelajar SMA yang berasal dari Ciruas Serang yang ingin sedikit menyumbangkan pikiran untuk bangsa

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Islam Rahmatan Lil Alamin: Bagaikan Mata Air

31 Juli 2019   20:36 Diperbarui: 31 Juli 2019   20:41 0 0 0 Mohon Tunggu...
Islam Rahmatan Lil Alamin: Bagaikan Mata Air
Ilustrasi: jalandamai.org

"Kalau seandainya Tuhanmu menghendaki,tentu berimanlah semua manusia di bumi.Maka apakah engkau (Muhammad) akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang beriman semua?" (QS Yunus 10:99)

Banyak yang terkejut alias kaget rupanya ketika disodorkan ayat di atas.Misi utama Nabi Saw  nyatanya bukan untuk menaklukkan dunia dan mengislamkan semua orang.

Misi Nabi Saw itu dijelaskan oleh Al-Quran karim sebagai rahmat untuk semesta alam :

"Dan tiadalah Kami(Allah) mengutus engkau (Muhammad),kecuali untuk menjadi rahmat untuk semesta alam." (QS Al-Anbiya :107).Bahkan,Nabi Saw menjelaskan sendiri dalam satu riwayat  hadis yang shahih : Innama bu'itstu liutammima makarimal akhlaq,"sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR Bukhari)

Menebarkan rahmat dan memperbaiki akhlak itulah misi utama Sang Nabi,bukan memaksa-maksa orang lain masuk Islam atau memaksa mengikuti tafsir dan fatwa kita sendiri,atau bahkan memaksa orang lain mengikuti pilihan politik kita.Pemaksaan terhdap orang lain itu bukan rahmat danbukan pula akhlak yang mulia.La ikraha fi al-din.Tidak ada  paksaan dalam beragama.

Persatuan Indonesia/baltyra.com
Persatuan Indonesia/baltyra.com
Hal ini juga berlaku dalam konteks dakwah.Dimana dakwah bukanlah memaksa orang lain untuk mengikuti kita,atau mencap dan mencaci maki orang lain atas nama dakwah.Kalau konteksnya dakwah,perbedaan bukan berarti bermusuhan.Kebenaran harus dipeluk dan dirangkul.Yang belum benar diajk ke jalan dakwah baik dengan hikmah,nasihat yang baik,ataupun diskusi yang argumentatif,sesuai petunjuk Al-Quran.

Intinya,bahasa dakwah itu sederhana sesuai dengan prinsip rahmatan lil alamin itu -- bahwa Islam itu ramah bukan Islam yang gemar marah-marah.Islam itu merangkul bukan memukul.Islam itu menebar rahmat bukan malah enteng melaknat.Intinya,dakwah itu mengajak dan bukan memaksa.

QS An Nahl ayat 125 sudah secara gamblang memberi petunjuk kepada kita mengenai metode dakwah.Pertama dengan hikmah,kedua dengan pelajaran yang baik dan terakhir kalau harus berdebat,bantahlah dengan argumentasi yang baik.

Tidak perlu pula menghina kepercayaan orang lain.Bahkan standar moral luar biasa diberikan oleh  Al-Qur'an di QS Al An'am ayat 108, "Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah..." kita dilarang tegas untuk menistakan Tuhan dan sesembahan agama lainnya.Inilah akhlak yang diajarkan oleh AlQuran.

Pada akhirnya,Islam moderat atau Islam Rahmatan lil Alamin adalah sumber mata air yang sangat menyejukkan bagi alam semesta bila kita terapkan di dalam keseharian.Kita tunjukkan pada dunia akan ketinggian Islam sebagai agama pembawa rahmat.Soal mengislamkan dunia dsb,apabila  kita  menunjukkan betapa rahmat dan ramahnya Islam itu,maka biarkan mereka sendiri yang berbondong-bondong masuk Islam.

Saya teringat saat membaca sebuah ungkapan dari buku Saring Sebelum Sharing karya Al Mukaram Prof Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x