Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Ke Negeri Narnia Naik Mobil

16 Mei 2022   07:01 Diperbarui: 16 Mei 2022   09:17 169 20 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ke Narnia lewat lemari pakaian (Foto: news.com.au via travel.detik.com)

Aroma interior mobil telah menjadi persoalan bagi masyarakat kota. Bisa menjadi sumber konflik antara anggota keluarga. Gegara perbedaan selera hidung pada wewangian atau bebauan.

Itu terjadi pada keluarga Poltak. Kalau kamu pengen tau, woi, para Homo homini kepo.  

Itu bisa bikin kuping Poltak butuh penyumpal. Sebab aroma mobil bisa memicu perdebatan tanpa ujung pangkal di dalam mobil. Persis perdebatan antara oposan dan koalisan politik di televisi. 

Untunglah, ya, masih untung. Tak ada agggota keluarga Poltak yang macam seorang "buaya adubacot" di televisi. Seseorang yang serba tahu serba soal, dan gemar melabel anti-pancasila untuk pikiran dan tindakan yang berseberangan. 

Astaga! Kok anti perbedaan, ya. Lama-lama dia bisa bilang "bhinneka tunggal ika" itu anti-pancasila.

Amit-amit! Bagusnya hal semacam itu tak terjadi dalam keluarga Poltak. Setidaknya dalam urusan bebauan mobil.

Perbedaan dihargai dan diakomodasi. Sehingga pernah satu waktu mobil Poltak dicekoki ragam aroma pewangi. Aroma apel kesukaan Poltak, jeruk kesukaan Berta, dan strawberry kesukaan anak-anak mereka.

Mau tau gimana rasanya? Ya, macam kecebur ke dalam galon es buah. Dingin nano-nano.  

Dua tahun terakhir ini masalah pewangi mobil itu terabaikan. Sebabnya, di masa pandemi Covid-19 penumpang mobil wajib mengenakan masker. Jadi hidung gak bisa membaui apa pun. Kecuali bau nafas sendiri.

Setelah beberapa waktu terakhir ini pandemi mereda, sehingga masker bisa kendor dalam mobil, barulah terbaui, aroma mobil Poltak sudah apek level 7.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan