Mohon tunggu...
Motulz Anto
Motulz Anto Mohon Tunggu... Creative advisor

Pemerhati Kebijakan | Wacana Sosial |Pengamat dan Penikmat Kreativitas, Pelaku Kreatif | Ekonomi Kreatif | motulz.com | geospotter.org | motzter.com | motulz@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Bukber Ala Boy Tohir, Tak Cuma Makan-makan

18 Mei 2019   15:28 Diperbarui: 18 Mei 2019   15:37 94 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bukber Ala Boy Tohir, Tak Cuma Makan-makan
Foto : Ariev Rahman



Buka bersama (bukber) dengan anak yatim sudah dilakukan rutin oleh Pak Boy Tohir. Di tahun yang sudah kesembilan ini Pak Boy masih konsisten mengadakan acara bukber ini bersama para pegawai Adaro Energy dan mengundang 1000 anak yatim asal Jakarta dan sekitarnya.Ternyata memang sudah menjadi kegiatan rutin tahunan karena Pak Boy percaya bahwa berbagi dan membahagiaan anak yatim itu diyakini Pak Boy Tohir akan melancarkan segala urusan termasuk lancar rejeki.

Foto : Ariev Rahman
Foto : Ariev Rahman

Buka bersama tidak cuma hanya makan-makan dan tausiah, tapi hal lain yang membahagiaan 1000 anak yatim ini  adalah menampilkan hiburan penyanyi yang digandrungi mereka. Bagaimana cara tahunya? ternyata unik juga caranya, yakni Pak Boy segaja buka-buka YouTube dan mencari tahu siapa bintang penyanyi yang terkenal saat ini di kalangan anak-anak seusia mereka. Tak heran jika akhirnya Pak Boy pun tak sungkan mengundang penyanyi yang sangat tenar seperti Cherrybelle sampai JKT48.


Masa kecil Pak Boy menjadi salah satu latar belakang kebiasaannya ini, ayahnya dulu memang gemar mengumpulkan anak-anak kecil di pelataran rumah. Terutama saat malam Ramadan, usai taraweh.. ayah Pak Boy sengaja mengumpulkan anak-anak untuk memasang petasan dan kembang api bersama-sama. Keseruan itu memang sudah jadi kebiasaan keluarga Pak Boy Tohir yang tak lain adalah kakak dari Pak Erick Tohir mantan pemilik tim sepakbola Inter Milan  dan ketua panitia Asian Games 18 lalu.

Perhatian Pak Boy terhadap anak-anak tidak hanya sekedar pada bukber rutin ini, ternyata Adaro juga membuat beberapa program pelatihan ketrampilan dan vokasi untuk anak-anak pesantren salah satunya bernama PASS (Program Adaro Santri Sejahtera). Pak Boy menyadari jika saat ini Indonesia sedang menghadapi era bonus demografi - yaitu era dimana tingginya penduduk usia produktif yang akan mampu melonjakkan produktivitas ekonomi bangsa. Namun hal ini harus diimbangi dengan jumlah tenaga kerja terampil yang cakap dan berkualitas. Maka anak-anak muda ini membutuhkan sebanyak-banyaknya masa pelatihan ketrampilan selain di sekolah.

Pada akhirnya misi dan niat Pak Boy nampaknya menjadi sebuah kayuhan besar untuk dua pencapaian sekaligus. Selain mendapatkan pahala dengan mengundang buka bersama anak-anak yatim, juga mendapatkan manfaat dari bermunculannya tenaga-tenaga muda yang terampil yang sanggup ikut membesarkan bangsa.

VIDEO PILIHAN