Mohon tunggu...
MohammadAkbar ADSteyer
MohammadAkbar ADSteyer Mohon Tunggu... Mahasiswa - tidak ada fakta yang tidak bisa di ungkap

LAWAN HOAX

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Awal Pertama Kali Covid-19

30 Juli 2021   19:02 Diperbarui: 30 Juli 2021   19:09 65 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Awal Pertama Kali Covid-19
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

SARS-CoV-2 atau biasa kita sebut Coronavirus berasal dari kelompok Coronaviridae yang permukaanya berbentuk seperti mahkota (crown). Virus ini biasanya ditemukan pada hewan salah satunya adalah kelelawar tapi dapat tertular pada manusia apabila kontak langsung dengan hewan tersebut yang ditularkan lewat droplet, yaitu air yang berukuran sangat kecil saat batuk atau bersin. Coronavirus lebih menginfeksi sistem pernapasan seperti flu ataupun infeksi paru-paru yang bisa saja di ikuti dengan demam, batuk kering, nyeri tenggorokan, DLL. Gejala umum awal virus Corona yaitu demam (di atas 38 derajat celsius), batuk kering, dan sesak nafas, ada pun gejala lain yang jarang muncul adalah diare, sakit kepala, konjungtivits, hilang indera penciuman (anosmia) ataupun pengecapan, dan ruam di kulit. Gejala COVID-19 pada umumnya bisa menyerupai flu dapat hilang dan sembuh atau bahkan semakin parah, pasien yang semakin parah bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak darah, sesak nafas, dan nyeri dada bahkan bisa menyebabkan kematian, gejala ini bisa saja muncul 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar COVID-19.

Coronavirus di temukan pada tanggal 13 Januari 2020 di Wuhan, China dan telah menyebar keseluruh kota China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Kurang dari dua bulan virus ini telah menyerang lebih dari 100 negara dan membunuh lebih dari 3.800 orang, salah satunya adalah negara Indonesia.

Pada awal Maret 2020 adalah kasus pertama Corona di Indonesia yang menghapus moto masyarakat yaitu 'kebal Corona'. Presiden Bpk Jokowi menyatakan dua orang WNI seorang ibu dan putrinya asal Depok positif COVID-19 setelah berkontak langsung dengan warga Jepang yang positif COVID-19 juga. Akhir Maret 2020, kasus covid telah mencapai 1.528 orang, 136 orang korban meninggal dunia dan 81 orang sembuh.

Dengan persetujuan Menkes,Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan mengadakan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) selama 14 hari mulai tanggal 10-23 April 2020 dikarenakan perkembangan kasus infeksi masih tinggi PSBB di perpanjang lagi hingga 4 Juni 2020. Setelah mengalami penurunan PSBB memasuki PSBB transisi (new normal) dengan 2 tahap, tahap pertama diterapkan tanggal 5-18 Juni 2020 dan tahap 2 tanggal 19 Juni- 2 Juli 2020. Belum cukup puas dengan hasilnya PSBB pun diperpanjang hingga 5 kali sampai tanggal 10 September 2020. Tidak kunjung usai peningkatan kasus covid terus meningkat, kekurangan pemakaman pasien covid dan tempat tidur isolasi menjadi alasan diadakan PSBB pengetatan (rem darurat) yang di mulai tanggal 14-27 September dan di perpanjang hingga 11 Oktober 2020. PSBB pengetatan dicabut dan digantikan dengan PSBB transisi setelah sebulan berjalan, masyarakat menjalankan aktivitas normal dengan protokol kesehatan dilakukan tanggal 26 Oktober dan di perpanjang 4 kali hingga tanggal 21 Desember 2020.

28 Februari 2021 pemerintah sudah melakukan program vaksinasi yang di utamakan untuk mereka yang di bidang kesehatan. Maret 2021 ada 1.341.341 kasus, 152.074 dalam perawatan, 1.151.915 sembuh dan 36.325 meninggal dunia. Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dilaksanakan dikarenakan naik nya kasus COVID-19 setelah Lebaran hingga rumah sakit tidak dapat menampung pasien covid dengan berbagai varian covid baru. Bulan Juni 2021, WHO mengumumkan adanya varian virus corona  baru yang terdeteksi di beberapa negara yang sebagian ada di Indonesia.

Varian COVID-19 Inggris B.1.1.7 (Alpha Varian) di temukan di Inggris Desember 2020 dengan gejala demam, batuk, sulit bernapas, hilangnya indera penciuman dan pengecapan, dan keluhan pada pencernaan. Varian COVID-19 Afrika Selatan B.1.351 (Beta) di temukan di Teluk Nelson Mandela, Afrika Selatan pada Oktober 2020 yang biasanya mempengaruhi penurunan efikasi vaksin dan antibody dan varian ini berpotensi penularan lebih cepat dan kematian yang tinggi. Varian COVID-19 Brasil P.1 (Gamma Varian) di temukan di Brasil, gamma ini hampir saa dengan varian beta. Varian India B.1.617.2 (Delta Varian) ini mutasi ganda yang terlihat pada varian Afrika Selatan dan varian Brasil. Varian Amerika Serikat B.1.427/B.1.429 (Epsilon varian) kasus ini di temukan di California, Nevada, dan Arizona, varian ini penularan dan penyakitnya lebih parah. Varian COVID-19 Brasil P.2 (Zeta Varian), varian ini di temukan duluan di Brazil dan Inggris selain varian P.1 dan dilaporkan sudah menyebar di Rio de Janeiro. Varian B.1.525 (Eta Varian) di temukan di Inggris dan memiliki beberapa mutasi salah satunya E484K. Varian Filipina P.3 (Theta Varian) di temukan di Filipina tanggal 13 Maret 2021 dan penularan lebih parah dari versi asli SARS-CoV-2. Varian Amerika Serikat B.1.526 (Lota Varian) di temukan di New York bulan November 2021, varian virus ini masih terdeteksi di wilayah New York dan sekitar. Varian India B.1.617.1 (Kappa Varian), varian ini adalah mutasi ganda dari B1617.1 dan B1617.2. Dengan adanya varian baru ini pemerinta menerapkan PPKM mikro terhitung dari tanggal 22 Juni-5 Juli dan dilanjut dengan PPKM darurat di Jawa dan Bali tanggal 3 Juli hingga hari ini.

 

Sumber Artikel

https://theconversation.com/coronavirus-artikel-mingguan-terbaru-dari-jaringan-akademisi-global-the-conversation-133524

https://dinkes.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/84-penyebab-gejala-dan-pencegahan-virus-corona

https://www.alodokter.com/virus-corona

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN