Mohon tunggu...
KANG NASIR
KANG NASIR Mohon Tunggu... petualang

Orang kampung, tinggal di kampung, ingin seperti orang kota, Yakin bisa...!

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Mudik, Silaturrahmi, dan Ayam Bekakak

10 Mei 2021   03:31 Diperbarui: 10 Mei 2021   04:59 560 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mudik, Silaturrahmi, dan Ayam Bekakak
Ayam Bekakak (dok.Pribadi)

Sudah dua tahun ini, orang mau mudik dilarang, jalan disekat sekat, laut pun dipatroli, hanya udara yang tidak di jaga, yang nekad banyak, walaupun ahirnya harus nerima resiko; putar balik. Covid 19 menjadi alasan pelarangan itu.

Perkara mudik memang mengandung dimensi yang beragam, silaturrahmi dengan keluarga adalah pokok pangkalnya, kangen masakan asal, selebihnya (terkadang ) ada nilai unjuk diri pula.

Tafta Zani bilang begini " Aspek psikologi sosial pada prilaku mudik, punya "inner dinamic"-nya yg sukar dijinakkan lewat alasan2 rasional.

Sekarang banyak yang ngga bisa mudik lantaran ada pelarangan dari pamarentah.

 Jaman saya dulu, dikala masih kuliah, kost di Yogyakarta, bukan itu soalnya!. Saya dan kawan kawan --pernah-- ngga mudik lantaran sayang biaya untuk bolak balik.

Namun nyatanya, ada perasaan menyesal, sedih lantaran ngga lebaran bareng keluarga. Teman saya (ngga perlu saya sebut), tiba tiba menangis sesenggukan  saat  mengangkat tangan takbiratul ihrom, sembahyang Idhul fitri di Alun alun  kidul.

Saya kaget, saya senggol dia, saya tanya "Kenapa nangis".

Dia Jawab " Inget bekakak". 

Sayapun larut, inget bekakak.

Setelah itu diulangi takbirotul ihrom.

Rupanya kawan saya ini, disaat tidak mudik lebaran, ada sesuatu yang hilang dari kebiasaan, hingga saat sembahyang, di depan matanya terbayang "ayam bekakak" yang biasa disantap saat lebaran, itu adalah tradisi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x