Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru - Menerobos Masa Depan

Kepala SMP Negeri 52 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mengenai Sponsor Olahraga

17 Juni 2021   07:01 Diperbarui: 17 Juni 2021   07:35 302
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ronaldo (kompascom)

Paling ngeselin kalau nonton olahraga, baik langsung maupun tidak langsung, jika menemukan sponsornya yang ternyata musuh kesehatan. Olahraga kan untuk kesehatan, kok gambar yang tertera justru memiliki peringatan tentang bahayanya di bidang kesehatan. 

Di negeri ini, sering kita jumpa sponsor kegiatan olahraga ternyata perusahaan rokok.  Dan kita semua tahu jika rokok mengganggu kesehatan. Terus bagaimana? 

Mencari sponsor memang tidak mudah. Setiap perusahaan juga tentu sangat berhitung dengan cermat tentang keuntungan yang dapat diraih ketika memutuskan menjadi sponsor sebuah kegiatan. 

Dan rokok sering dikatakan cukup royal dalam menjadi sponsor kegiatan. Dibandingkan dengan perusahaan lain, rokok katanya memang cukup besar juga mengeluarkan dana untuk hal seperti ini. 

Akan terapi, mendapatkan dukungan sponsor dari perusahaan rokok untuk kegiatan olahraga tentu sangat tidak etis. Bagaimana pun juga keduanya kontradiksi. 

Lalu, bagaimana harus bersikap? 

Sebaiknya memang ada aturan yang jelas dari induk induk organisasi olahraga tentang pelarangan sponsor dari produsen benda benda yang tak mendukung kesehatan, atau bahkan anti kesehatan. 

Baru baru ini, terbetik dua berita cukup menggemparkan. Dilakukan oleh Ronaldo dan Drogba. 

Kedua pemain terkenal itu menyingkirkan dua minuman yang katanya menjadi sponsor kegiatan yang sedang mereka ikuti yaitu Piala Eropa. Keduanya menganggap kedua produk yang disingkirkannya tidak sehat. Padahal, mereka adalah olahragawan yang menjadi contoh bagaimana memelihara kesehatan. 

Peristiwa tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting dunia olahraga. Ternyata bukan hanya di negeri ini. Di negara yang sering mengaku berpihak pada kesehatan pun dunia olahraganya tercemar oleh produk produk yang tidak sehat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun