Mohon tunggu...
Mochamad Syafei
Mochamad Syafei Mohon Tunggu... Guru - Menerobos Masa Depan

Kepala SMP Negeri 52 Jakarta. Pengagum Gus Dur, Syafii Maarif, dan Mustofa Bisri. Penerima Adi Karya IKAPI tahun 2000 untuk buku novel anaknya yang berjudul "Bukan Sekadar Basa Basi".

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pak Gatot, Geser Dikit, Jangan Terlalu ke Kanan

28 Agustus 2020   05:22 Diperbarui: 28 Agustus 2020   05:27 1092
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Yang di sebelah kanan itu, jumlahnya cuma sedikit. Sama sedikit nya dengan jumlah mereka yang di sebelah kiri. Cuma karena teriakan teriakan nyaring mereka. Sehingga sering mengecoh siapa pun yang kurang waspada. Dikiranya banyak, padahal fatamorgana. 

Seorang prajurit sejati harusnya memang berada di tengah.  Tak akan goyah oleh godaan mereka yang mengajaknya ke kiri atau ke kanan. Kemungkinan besar, ajakan tersebut cuma tipuan. Upaya memanfaatkan saja. 

Jalan tengah merupakan jalan mayoritas.  Walaupun kadang menjadi mayoritas diam. Tetap saja harus diperhitungkan kekuatan mereka. Mereka lah penjaga keseimbangan hidup. Di mana pun dan kapan pun. 

Tanda-tanda Pak Gatot mulai tertarik bergeser ke kanan memang sudah lama.  Semakin jelas ketika beliau sudah pensiun. 

Bukan persoalan. Geser ke mana pun jelas hal tersebut merupakan hak seseorang. Tak boleh ada yang menghalangi. Kecuali melanggar konstitusi. 

Keberhasilan Anies yang menggunakan jalur tersebut dan berhasil di Jakarta, kadang membuat orang ingin menempuh jalur serupa. Padahal, faktor lain di Jakarta sangat banyak sehingga Anies lolos menggunakan jalur tersebut. 

Indonesia tentu jauh berbeda dengan Jakarta.  Indonesia terlalu besar untuk disamakan dengan Jakarta.  Informasi juga tak bisa deras sederas Jakarta. Belum lagi, kondisi masyarakat tak seegaliter Jakarta. 

Jika terus menggunakan jalur kanan, Gatot tak akan bisa mencapai tujuan berpolitik nya  kemungkinan hanya akan menjadikan Gatot terkenal karena bantuan suara suara nyarinh dari kaum kanan ini. 

Sayang nya, NU dan Muhammadiyah tak pernah seinci pun mau bergeser ke kanan.  NU dan Muhammadiyah konsisten di tengah. Menjaga negeri ini tetap sebagai negeri yang aman. 

Kritik NU dan Muhammadiyah selalu akan diperhatikan karena kritik NU dan Muhammadiyah adalah kritik tanda cinta pada negeri ini. Kritik sebagai koreksi moral. Karena mereka memang penjaga dan kekuatan moral yang masih ada. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun