Mohon tunggu...
Catatan M. Nahrowi
Catatan M. Nahrowi Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis | Pengamat Bisnis Digital | Konsultan

Suka berbagi catatan; Teknologi, Bisnis, Inovasi & Seni. Sembari minum kopi di warung internet.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Market: Segmentasi

7 Desember 2019   13:08 Diperbarui: 10 Desember 2019   13:48 75 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
https://www.singlegrain.com

Sedikit tulisan dan curahan akhir pekan tentang studi kasus didunia bisnis dan marketing, mungkin benar inti dari bisnis adalah market dan marketing, dimana tanpa itu kita seperti punya barang mewah untuk dijual tapi tidak ada yang membelinya. mungkin saya lebih banyak sharing dengan apa yang kami lakukan didunia bisnis khususnya untuk marketing.

Jika ada suatu bisnis yang mana membutuhkan penjualan, maka mungkin salah satunya cara terbaiknya adalah meningkatkan marketing, mempromosikan produknya agar bisa banyak orang melihatnya (pun membelinya). namun sebelum jauh kesana, kita perlu tahu ini jenisnya bisnis apa? ini produknya apa? lalu siapa yang akan membeli produk ini? ya, kita bicara market secara spesifik (produk ini untuk siapa)

Kebanyakan bisnis, sering kami mengalaminya, mereka salah menargetkan customer mereka, sehingga banyaknya promosi yang dilakukan tidak berdampak signifikan untuk bisnis dan penjualannya, nah kenapa itu? kita perlu tahu, produk yang dijual apa? untuk siapa? harganya berapa? lalu siapa yang akan membeli itu? (kalangan) aku pikir ini penting, karena jika kita menjual barang mahal ke orang yang mungkin belum menjangkau itu, mereka tidak akan membellinya, mungkin mereka kagum dan wah, namun mereka tidak membeli dan itupun (failed) kan untuk marketingnya. Solusinya Kita hanya butuh orang yang tepat yang memang bisa menghargai apa yang kita jual, lebih tepatnya dia tahu bahwa ini adalah barang mahal, tentu disitulah dia akan mengerti, nah namun itu bukan tugas customer kan?

Kita sebagai seorang yang mempromosikan produk, harus tahu mana saja orang yang memang sesuai levelnya, jangan sampai salah market atau salah sasaran, nah inilah yang tidak mudah (butuh latihan) misalnya: kita tidak tahu dia jenisnya kalangan menengah keatas atau menengah kebawah, jika kita tahu kita akan mudah membuka penawaran dengan harga sesuai dengan kantongnya kan? 

Namun, tidak jarang yang dilakukan sebaliknya, yaitu menjual produk kelas menengah keatas kepada customer menengah kebawah, alhasil: Mereka banyak menanyakan produk ini dan itu, namun pada ujungnya mereka memang belum untuk membelinya, karena jangkauan yang mereka pikir terlalu mahal.

Nah, untuk itu hal terpenting yang saya dapatkan dimarketing adalah : kita perlu tahu kita bicara dengan siapa customer kita, jika kita sudah tahu customer kita maka kita akan mudah memberikan penawaran, dan penawaran itupun disesuaikan dengan kondisi DNA ekonomi customer kita, market yang tepat adalah ketika kita menjual produk kepada orang yang membutuhkan produk itu dan harganya sesuai dengan perspektif mereka. (Deals)

Salam,

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan