Mohon tunggu...
Misbah Murad
Misbah Murad Mohon Tunggu... "Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

"Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Haul Ke-14 Guru Sekumpul

8 Maret 2019   16:05 Diperbarui: 8 Maret 2019   16:12 0 2 1 Mohon Tunggu...

Kamis, tujuh Maret Dua Ribu Sembilan Belas (07-03-2019), masih tiga hari menjelang haul ke-14 Abah Guru Sekumpul, namun penginapan dan jalan-jalan sudah di padati oleh pengunjung dan para santri dari berbagai penjuru ingin menghadiri acara ini, sama seperti haul-haul sebelumnya, pihak panitia haul, tidak mengeluarkan undangan, panitia hanya mengeluarkan pengumuman yang bersifat pemberitahuan secara umum tentang kegiatan haul ini.

Sama seperti acara-acara haul sebelumnya akan di hadiri jutaan jamaah dari berbagai daerah, namun dari lokasi haul saya dapat informasi, haul tahun ini akan dihadiri lebih banyak lagi, mungkin karena tahun 2019 ini merupajan tahun politik, sehingga banyak yang memanfaatkan kegiatan ini.

Penginapan-penginapan yang ada di Banjar Baru sudah banyak yang terjual dan di pesan habis, sehingga untuk yang baru datang pada tanggal 7 atau 8 Maret 2019, termasuk kami dan keluarga sudah tidak mendapatkan hotel, kami dapat yang kelas melati itupun di batasi hanya sampai tanggal 9 maret, karena sudah ada yang memesan untuk tanggal 9 siangnya.

Semasa hidupnya abah guru Sekumpul di kagumi banyak orang, ulama kharismatik dari Kalimantan ini, sampai saat ini pun masih di kagumi, beliau adalah sosok waliyullah yang menyatukan syari`at, tarekat dan hakikat dalam diri beliau.

Meski beliau memiliki karomah, beliau selalu berpesan agar jangan tertipu dengan segala keanehan dan keunikan, karena dengan ketawadhuan serta kesederhanaan beliau telah mencapai maqom tertinggi.

Nama asli beliau adalah Muhammad Zaini Abdul Ghani, waktu beliau masih hidup banyak yang memanggil guru Ijai, di lahirkan di Martapura tanggal 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) di Kampung Tunggul Irang Seberang, Beliau wafat pada tanggal 10 Agustus 2005 di Martapura.

Bebepa julukan beliau, Muhammad Zaini populer di masyarakat waktu beliau kecil dipanggil Qusyairi, Guru Sekumpul, Guru Ijai, Guru Ijai Sekumpul, Tuan Guru, Abah Guru, Kiai Haji.

Pada usia 14 tahun beliau dikaruniai Futuh (pencerahan spiritual) saat beliau membaca sebuah tafsir di dalam Al-Quran, Sejak kecil dididik oleh kedua orang tua tentang akhlak, kedisiplinan dan pendidikan tauhid serta belajar membaca Al-Quran.

Usia 10 Tahun Abah Ijai menuntut ilmu di madrasah Kampung Keraton Martapura, dan diusia 10 tahun ini beliau sudah di karuniai kassyaf hissi, mampu melihat dan mendengar apa-apa yang tersembunyi atau hal-hal ghaib.

Sedangkan waktu remaja beliau menuntut ilmu sampai ke pasantren Datu Kalampian Bangil, Jawa Timur, juga beliau berguru kepada Syekh Falah di Bogor, sedangkan syariat dan tarekat belajar kepada Syekh Muhammad Yasin Padang di Mekkah, Syekh Hasan Masysyath, Syekh Ismail Yamani, Syekh Abdul Qadir al-Baar, Syekh Sayyid Muahammad Amin Kuthby, Allamah Ali Junaidi (Berau) ibn Jamaluddin ibn Muhammad Arsyad.

Beliau juga belajar kepada Syekh Fadhil Muhammad (Guru Gadung), beliau disini belajar tentang ajaran Nur Muhammad, beliau juga mendapat ijazah Maulid Simthud Durar dari sahabat karib beliau Habib Anis ibn Alwi ibn Ali-al Habsyi dari Solo, Jawa Tengah.