Mohon tunggu...
Miqdad Ihkamuddin
Miqdad Ihkamuddin Mohon Tunggu... #SalamDamai

Just For Fun. Stay Calm

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Teliti dan Cermati Informasi yang Beredar!

20 Oktober 2019   18:07 Diperbarui: 20 Oktober 2019   18:12 0 1 0 Mohon Tunggu...

Mahasiswa dari berbagai universitas terus menggelar aksi unjuk rasa meminta Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk Undang-Undang terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah disahkan. Terbaru, para mahasiswa menggelar aksi di sekitar Istana Merdeka, Kamis (17/10/2019).

Mereka yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) se Jabodetabek-Banten menggelar unjuk rasa tepat diberlakukannya UU KPK 30 hari sejak disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, 17 September 2019. Selama masa revisi hingga pengesahannya, UU KPK tersebut menjadi kontroversial karena dinilai berpeluang melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

Selama demo berlangsung banyak informasi yang tersebar yang tidak ter-filter secara rapi dan baik. Banyak pula infromasi yang ingin menjatuhkan sisi pemerintah maupun dari sisi pendemo sendiri yaitu mahasiswa. Salah satunya banyak beredar ialah demo mahasiswa di dalangi oleh partai-partai yang ingin menjatuhkan pemerintah saat ini. Kita tidak pernah tahu apa alasan mereka membuat berika palsu tersebut dan siapa yang memerintahkan untuk membuat berita tersebut.

Berdasarkan teori Piaget pemrosesan informasi ini didasari oleh teori belajar kognitif  dan berorientasi pada kemampuan seseorang memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya. Pemrosesan informasi memiliki beberapa proses :

  • Menerima stimuli dari lingkungan, menerima stimuli atau infromasi dari lingkungan merupakan proses awal dimana setiap orang mengalami hal ini untuk mengerti dan mengetahui tentang apa yang beredar di lingkungan sekitarnya.
  • mengorganisasi data, mengorganisasi data yang dimaksud disini adalah memproses informasi itu sebagai bahan atau alat informasi untuk diri sendiri akan pengetahuan yang dimiliki
  • memecahkan masalah, setelah infromasi kita proses dan diterima, informasi tersebut digunakan untuk memecahkan masalah yang sedang dipikirkan atau dihadapi
  • menemukan konsep, dari informasi tersebut seseorang dapat menemukan konsep baru atau pengetahuan baru untuk bahan atau alat pengetahuan yang digunakan
  • menggunakan simbol verbal dan visual, fungsi ini yang biasa digunakan oleh individu atau seseorang ketika mendapatkan informasi dari lua

Berdasarkan teori yang ada tentang pemrosesan informasi, berikut adalah tips dan trik untuk terhindar dari berita palsu atau yang biasa disebut dengan HOAX :

  • Cek narasumber dengan jelas, Cara ini adalah dimana kita harus berusaha ekstra untuk melakukanya, karena kebanyakan di Indonesia saat ini informasi banyak diterima dari forward massage yang membuat keaslian atau sumber utama dari pembuat maupun pengirim pesan hilang jejak.
  • Bacalah berita secara menyeluruh, Hal ini yang menyebabkan timbulnya provokatif, kebanyakan orang-orang di Indonesia hanya membaca berita sepotong-potong dimana hanya pada bagian yang sedang viral atau yang menghebohkan. Padahal membaca berita dari awal sampai akhir akan mendapat kejelasan dari apa yang sudah tersebar sepotong-potong tersebut
  • Antisipasi judul yang berbau provokatif, Kurangi membuka atau melihat berita yang memilik judul yang bersifat provokatif atau berbau clickbait yang menaikan emosi.  
  • Bandingkan dengan sumber lain untuk kepastian berita, Fungsi membandingkan berita ini adalah kita sebagai rakyat yang baik tidak boleh menilai sebuah hal atau berita yang lagi viral dari satu sisi saja, akan tetapi kita dapat lebih baik dalam menarik kesimpulan dan memutuskan tanggapan kita terkait hal atau berita yang vira