Mohon tunggu...
Milisi Nasional
Milisi Nasional Mohon Tunggu... Buruh Tulis

Baca, Tulis, Hitung

Selanjutnya

Tutup

Politik

Hembusan Menteri Hambalang Jelang Ijtima Ulama IV

2 Agustus 2019   16:54 Diperbarui: 2 Agustus 2019   17:14 343 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hembusan Menteri Hambalang Jelang Ijtima Ulama IV
Sumber Gambar: Merdeka.com

Pasca Rekonsiliasi perbincangan jatah Menteri untuk Gerindra begitu santer terdengar. Ditambah dengan diplomasi Nasi Groreng Megawati-Prabowo, hal tersebut seolah menegaskan bahwa PDIP sebagai Partai Pemimpin Koalisi telah membuka ruang bagi Gerindra untuk bergabung dalam pemerintahan dan membantu dari dalam jalannya Pemerintah.

Gerindra pun menyiapkan tiga nama kandidat calon menteri dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf ke depan. Mereka adalah dua wakil ketua umum, yaitu Edhy Prabowo dan Fadli Zon, dan eks calon wakil presiden Sandiaga Uno. Nama Edhy Prabowo santer terdengar akan menempati pos sebagai Menteri Pertanian menggantikan Amran Sulaiman. 

Sementara Sandiaga Uno seperti yang sudah pernah disinggung sebelumnya akan menempati Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sementara Fadli Zon belum belum terdengar jelas akan menempati kursi apa dalam pemerintahan Jokowi-Maruf.

Tarik menarik kursi jabatan Menteri memang menjadi perbincangan panas dalam konstelasi elit partai saat ini. Gerindra sebagai Partai yang mendapatkan 12.75% dalam Pemilu 2019 lalu jelas punya posisi tawar yang kuat jika nantinya akan masuk ke dalam cabinet Jokowi-Maruf.

Gerindra sendiri mengaku komunikasi yang dilakukan baru sebatas tukar-menukar konsep untuk jalannya pemerintah ke depan, belum ada lobi-lobi jatah untuk meminta jatah menteri. Gerindra menawarkan konsep yang berkutat pada ketahanan energi, ketahanan pangan dan beberapa aspek lain yang menekankan pada kemandirian ekonomi. 

"Tidak langsung bagi-bagi kursi tapi dengan tukar-menukar konsep. Kalau konsep kita diterima, artinya baru ketahuan berapa jumlah orang yang diperlukan untuk menjalankan konsep tersebut. Nah, kalau itu semua diakomodir, artinya di dalam (pemerintah)," kata Dasco usai Rapat Dewan Pembina pada Jumat (19/7).

Tapi dari komunikasi itu kita dapat membaca bahwa ada beberapa pos kementerian yang ingin diduduki oleh Gerindra, yaitu Menteri Pertanian, Menteri ESDM dan mungkin Pos menteri BUMN. Bak gayung bersambut, Edhy Prabowo secara terang-terangan mengaku telah diminta secara khusus oleh Presiden Jokowi untuk menempati pos Kementerian Pertanian. 

Bahkan permintaan itu jauh sebelum rekonsiliasi Prabowo-Jokowi yang bersua di Stasiun MRT Lebak Bulus, 13 Juli 2019. Jokowi diniali akan cocok bekerja sama dengan Edhy dalam mengurus pertanian dan pangan. Apalagi, selama ini, Edhy juga aktif di Komisi IV DPR RI yang selama ini bermitra dengan Kementerian Pertanian.

Proporsi jatah Menteri yang dialokasikan untuk Partai Gerindra dinilai cukup dan wajar, melihat kekuatan Gerindra di Parlemen. Direktur Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas menilai wajar seandainya benar Gerindra meminta dua kursi menteri plus satu wakil Menteri, tidaklah tergolong muluk.

Satu hal yang harus dikedepankan pasca rekonsiliasi dan diplomasi nasi goreng adalah kemesraan Jokowi dan Prabowo tidak membuat Partai Koalisi yang lain tidak cemburu dan merasa dikesampingkan dan jatah Menterinya digerus oleh Gerindra. Jangan sampai jatah Menteri untuk Gerindra justru memunculkan friksi dalam partai koalisi pendukung Jokowi-Maruf.

Sumber:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x