Mohon tunggu...
Mikhael Susanto
Mikhael Susanto Mohon Tunggu...

Dunia adalah tempat yang luas dan penuh dengan kebohongan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Upacara Tidak Berguna...

30 November 2018   00:27 Diperbarui: 30 November 2018   00:37 0 3 0 Mohon Tunggu...
Upacara Tidak Berguna...
inovasee.com

Sebagai warga negara, kita pasti sudah tak asing lagi dengan istilah upacara. Semenjak masih berada di bangku sekolah dasar hingga bekerja menjadi pegawai negeri sipil maupun swasta, upacara rutin dilaksanakan. 

Upacara biasa dilakukan ketika hari Senin atau saat memperingati hari-hari besar nasional seperti hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, hari pahlawan tanggal 10 November, dan hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober. 

Dengan melihat seberapa sering orang di Indonesia melakukan upacara seharusnya semangat nasionalisme kita sebagai orang Indonesia begitu besar. Pada kenyataannya benarkah demikian?

Bercermin dari pengalaman saya sendiri selama mengikuti upacara, saya melihat beberapa teman-teman saya yang tidak antusias dalam mengikuti proses upacara itu sendiri. 

Kerapkali saya dengar dari sebalah kanan maupun kiri suara mulut menguap dan obrolan dengan volume suara yang kecil. Beberapa teman yang lain ada yang asik dengan dirinya sendiri dan ada yang bermain dengan temannya entah senggol-senggolan kaki atau tangan. Dalam menyanyikan lagu nasional pun saya bisa merasakan bahwa ini hanya sekadar buka mulut dan bunyi saja.

Disini saya tidak berusaha untuk menggeneralisir semua peserta upacara tetapi itulah fakta di lapangan yang memang terjadi saat upacara. Hal ini membuat saya berpikir apakah penting upacara dilakukan mengingat semangat para peserta upacara sangatlah bertentangan dengan semangat yang sebenarnya ingin dituju dari upacara itu sendiri yaitu semangat nasionalis.

Semangat nasionalisme menurut saya adalah semangat untuk mencintai bangsa dan negara sendiri, dalam arti semangat untuk menjadi seorang nasionalis. Mengapa semangat nasionalisme itu penting? Dalam suatu negara apabila semua warga negaranya tidak memiliki semangat nasionalisme maka negara tersebut akan hancur dengan sendirinya. 

Mengapa demikian? Karena tidak ada yang mengurus. Contoh saja, apabila seseorang sedang mencari pekerjaan dan tak memiliki semangat nasionalisme dan hanya ingin memenuhi kebutuhan hidupnya mungkin orang tersebut akan melihat perspektif melalui kacamata untung dan rugi. 

Seperti yang kita ketahui saat ini masih banyak tenaga kerja di Indonesia yang tidak dibayar dengan upah yang layak sehingga orang itu pergi ke luar negeri padahal di saat yang sama negeri ini sedang membutuhkan orang-orang berkemampuan sepertinya. Bisa kita bayangkan bila semua orang di Indonesia melakukan hal yang sama maka Indonesia takkan pernah maju dan akhirnya menggali lubang kuburnya sendiri.

Diluar tinjauan dari sisi tenaga kerja, semangat nasionalisme penting agar warga negara peduli dengan situasi politik yang terjadi di negara Indonesia dan ikut ambil bagian di dalamnya misalnya dengan mengikuti pemilu dan mengkritik pemerintah melalui media-media yang sudah banyak beredar. Saat semangat nasionalisme sudah terpupuk dengan baik dalam diri warga negara maka kepedulian dengan bangsa sendiri itu akan muncul dengan sendirinya. 

Semangat nasionalisme pada warga negara juga membuat warga terhindar dari sogokan dan bayaran dari pihak-pihak tertentu karena warga tahu, kemajuan bangsa jauh lebih penting daripada kenikmatan mendapatkan uang yang ujung-ujungnya hanya bisa dirasakan dalam waktu singkat sementara kemajuan bangsa akan membawa kesejahteraan dalam jangka panjang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x